FAMILY

Bumil Wajib Tahu! Nggak Semua Nyeri Itu Ligamen Bundar

A. Firdaus
Jumat 20 Maret 2026 / 11:18
Ringkasnya gini..
  • Penting untuk mengenali jenis nyeri yang dirasakan.
  • Rasa nyeri muncul sebentar saja.
  • Nyeri tidak hilang, meskipun sudah beristirahat.
Jakarta: Nyeri di area selangkangan saat hamil, sering langsung dikaitkan dengan nyeri ligamen bundar. Padahal, tidak semua rasa sakit di bagian panggul berasal dari kondisi tersebut. 

Tubuh yang sedang beradaptasi dengan kehamilan mengalami banyak perubahan, terutama pada otot, sendi, dan ligamen. Perubahan ini bisa menimbulkan berbagai jenis nyeri, dengan penyebab yang berbeda-beda. 

Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis nyeri yang dirasakan, agar bisa membedakan mana yang masih tergolong normal dan mana yang perlu diwaspadai. Dengan memahami perbedaannya, rasa cemas bisa berkurang dan penanganan yang tepat bisa dilakukan lebih cepat.
 
Apakah semua nyeri selangkangan disebabkan oleh ligamen bundar? Tidak semua nyeri di selangkangan saat hamil, berasal dari ligamen bundar. 

Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa kondisi lain, yang juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di area panggul.
 

1. Disfungsi simfisis pubis (SPD)


Terjadi ketika ligamen di bagian depan panggul menjadi terlalu longgar, akibat pengaruh hormon kehamilan. Kondisi ini membuat posisi tulang panggul sedikit bergeser, dan menimbulkan rasa nyeri.
 

2. Diastasis simfisis pubis (DSP)


Merupakan kondisi yang lebih jarang, terjadi ketika celah pada sendi panggul melebar terlalu jauh dan menjadi tidak stabil. Kondisi ini bisa terasa cukup menyakitkan.
 

3. Nyeri sendi sakroiliak


Terjadi ketika ligamen di bagian bawah tulang belakang dan panggul menjadi terlalu longgar. Hal ini dapat menyebabkan tekanan pada otot dan saraf di sekitarnya, bahkan nyerinya bisa menjalar ke kaki atau memicu sakit punggung bawah.
 

Perbedaan nyeri ligamen bundar dan nyeri perut saat hamil


Nyeri ligamen bundar termasuk kondisi yang umum dan tidak berbahaya. Biasanya:
• Rasa nyeri muncul sebentar saja.
• Hilang dalam hitungan detik setelah berganti posisi.
• Tidak berlangsung lama.

Sementara itu, nyeri perut saat hamil bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti persalinan prematur, preeklampsia berat, solusio plasenta, atau masalah kesehatan lain di luar kehamilan, seperti radang usus buntu. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan durasi dan intensitas nyeri yang dirasakan.
 

Kapan perlu waspada dan memeriksakan diri?


Segera hubungi dokter jika mengalami gejala berikut:
1. Nyeri tidak hilang, meskipun sudah beristirahat.
2. Rasa sakit terasa sangat kuat atau disertai kram.
3. Mengalami lebih dari empat kontraksi dalam satu jam, atau kontraksi yang terus berlangsung.
4. Muncul nyeri punggung bawah yang baru atau tekanan kuat di panggul.
5. Terjadi perdarahan, bercak, atau perubahan pada keputihan.
6. Mengalami demam, menggigil, pusing, mual, atau muntah.
7. Terasa nyeri atau perih saat buang air kecil.
8. Sulit berjalan karena rasa tidak nyaman.

Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi atau komplikasi kehamilan, yang perlu penanganan lebih lanjut. Mengenali tanda bahaya sejak awal, bisa membantu menjaga kesehatan ibu dan janin tetap aman.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH