FAMILY

Jujurly Bahaya Gak Sih Anak Duduk Posisi W? Yuk Intip Faktanya Biar Tenang

Yatin Suleha
Jumat 27 Maret 2026 / 12:12
Ringkasnya gini..
  • Banyak orang tua merasa khawatir, saat melihat anak duduk dengan posisi kaki membentuk huruf “W”.
  • Penting untuk memahami fakta medis di balik posisi “W”, agar tidak salah kaprah.
  • Salah satu alasan anak merasa nyaman duduk dengan posisi tersebut adalah faktor anatomi tubuh.
Jakarta: Banyak orang tua merasa khawatir, saat melihat anak duduk dengan posisi kaki membentuk huruf “W”.

Apalagi, informasi di media sosial sering menyebutkan bahwa posisi ini bisa berdampak buruk pada kesehatan, seperti gangguan pada pinggul atau postur tubuh.

Kekhawatiran ini, membuat sebagian orang tua berusaha melarang anak duduk dengan cara tersebut. Namun, sebenarnya posisi duduk ini cukup umum terjadi pada anak-anak, terutama di usia balita. 

Penting untuk memahami fakta medis di balik posisi “W”, agar tidak salah kaprah dan bisa menyikapinya dengan tepat.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang posisi duduk “W” tidak sepenuhnya benar. 
 
Studi pada tahun 2020 menemukan bahwa tidak ada perbedaan risiko displasia pinggul antara anak, yang sering duduk dengan posisi “W” dan yang tidak. Artinya, anggapan bahwa posisi ini bisa menyebabkan gangguan tulang, otot, atau postur di masa depan lebih banyak dianggap sebagai mitos oleh para ahli.
 

Apa itu posisi “W”?


Dilansir dari Parents, posisi “W” adalah cara duduk di mana anak menempatkan bokong di lantai, sementara kedua kaki ditekuk ke belakang dengan lutut di depan dan terbuka ke samping. 

Bentuk kaki yang dihasilkan menyerupai huruf “W”. Posisi ini mirip dengan pose yoga, yang dikenal sebagai virasana atau hero pose.

Posisi duduk ini paling sering terlihat pada anak usia balita, meskipun beberapa anak masih melakukannya hingga usia sekitar 8 atau 9 tahun. 

Anak-anak pada dasarnya akan mencoba berbagai posisi duduk, seperti bersila, kaki lurus ke depan, atau posisi kupu-kupu, termasuk posisi “W” ini.


(Posisi duduk W (W-sitting) terjadi saat anak duduk dengan lutut menekuk ke dalam dan kaki terbuka ke samping, membentuk huruf "W". Meski umum di usia 3-6 tahun untuk kestabilan, posisi ini berisiko menghambat perkembangan otot inti. Foto: Dok. Ilustrasi Emma Darvick/Parents)

Salah satu alasan anak merasa nyaman duduk dengan posisi tersebut adalah faktor anatomi tubuh. Banyak anak terlahir dengan tulang paha yang sedikit mengarah ke dalam, kondisi ini dikenal sebagai anteversi femoral. Hal ini membuat posisi “W” terasa lebih stabil dan nyaman bagi mereka.

“Faktanya, sebagian besar dari kita memiliki anteversi femoral, namun anteversi femoral yang berlebihanlah, yang memungkinkan anak-anak duduk dalam posisi ‘W’,” kata Greg Hahn, MD, seorang ahli ortopedi anak di Johns Hopkins All Children's Hospital di St. Petersburg, Florida.
 

Seiring pertumbuhan anak, kondisi seperti anteversi femoral, kebiasaan duduk “W”, hingga gaya berjalan dengan ujung kaki mengarah ke dalam, biasanya akan membaik dengan sendirinya. 

Sebagian besar anak akan tetap tumbuh dan berkembang secara normal tanpa masalah. Namun, jika kondisi tersebut tidak membaik seiring waktu, pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis bisa menjadi langkah yang tepat.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH