FAMILY

Apakah Bayi Bisa Mimpi Buruk?

Raka Lestari
Rabu 11 Desember 2019 / 19:43

Jakarta: Mimpi buruk merupakan salah satu hal yang mungkin sering dialami oleh orang dewasa. Orang dewasa pada umumnya sudah menyadari bahwa mereka bisa mimpi buruk dan mengetahui cara bagaimana menenangkan diri sendiri saat mengalami mimpi buruk.

Namun ternyata, bayi juga bisa mengalami mimpi buruk. Lalu pada usia berapakah bayi mulai mengalami mimpi buruk?

Pamela Schoemer, MD, seorang dokter anak di UPMC Children's Community Pediatrics mengatakan, “Dokter spesialis tidur akan mengatakan bahwa mimpi buruk dapat terjadi bahkan saat usia bayi masih satu tahun. Biasanya bayi akan menangis dan ketakutan yang sebaiknya orang tua menenangkan mereka agar bayi bisa tertidur kembali.”

Namun, Schomer mencatat bahwa kita tidak dapat mengetahui secara pasti kapan tepatnya bayi mulai mengalami mimpi buruk. Dan dengan alasan yang sama pula kita tidak mengetahui mengapa bayi menangis atau marah.

American Academy of Pediatrics (AAP) mencatat bahwa mimpi buruk biasanya terjadi pada paruh kedua malam, ketika anak-anak tidur sudah nyenyak.

embed

(Hingga saat ini para ahli masih belum tahu pasti apakah si kecil yang baru berusia beberapa bulan bisa mimpi buruk. Foto: Pexels.com)

Waktu mimpi buruk

Menurut AAP jika kamu melihat si kecil sering bangun larut malam, menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau ketakutan, mungkin mereka sedang mengalami mimpi buruk.

Dr Cherilyn Cecchini dari Your Doctors Online memberi tahu bahwa bayi menghabiskan lebih banyak waktu pada fase rapid eye movement (REM) dibandingkan orang tua, para ahli tidak bisa mengatakan bahwa mimpi buruk selalu terjadi pada fase ini.

Tidak ada cara untuk mengetahui dan menentukan apakah bayi sedang bermimpi atau mengalami mimpi buruk, dan bayi juga belum bisa memberi tahu secara jelas kepada orang tua mereka ketika mengalaminya.

Cechini juga menambahkan ada kemungkinan bayi dapat bermimpi sejak usia dua minggu, tetapi ada pendapat yang mengatakan bahwa bayi perlu memiliki kemampuan untuk melihat dan mengingat pengalaman untuk bisa mengalami mimpi. "Dan ini baru akan terjadi saat beberapa bulan setelah dilahirkan,” katanya.

Jika si kecil secara konsisten terbangun di malam hari, takut dan gelisah, kamu mungkin bisa mempertimbangkan untuk berbicara dengan dokter anak untuk mengetahui apa yang terjadi dan mencari tahu solusi yang bisa dilakukan.



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH