FAMILY

Bayi Gumoh? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Medcom
Sabtu 09 September 2023 / 10:09
Jakarta: Moms ingin tahu kenapa si kecil sering gumoh dan apa itu sesuatu yang perlu dikhawatirkan? Gumoh pada bayi adalah suatu kondisi di mana bayi mengeluarkan makanan atau susu yang sudah mereka konsumsi melalui mulut dalam bentuk cairan atau pasta. Gumoh pada bayi sangat umum terjadi dan biasanya bukan tanda adanya masalah serius.

Kenapa ini merupakan hal yang normal? Karena, hal ini biasanya terjadi pada si kecil yang baru mulai menyusu. Ada beberapa hal sederhana yang dapat moms lakukan untuk membantu mengurangi jumlah gumoh yang dilakukan oleh si kecil.  

Jika si kecil sering gumoh, cobalah menjaganya agar tetap tegak saat menyusu, sering bersendawa, menyusu sedikit demi sedikit, dan pastikan dot botol dan susu formula tepat untuk si kecil. Untungnya, sebagian besar si kecil berhenti gumoh pada usia 6 hingga 7 bulan.
 

Mengapa si kecil sering gumoh?


Moms, tahukah kamu bahwa hampir sebagian penyebab si kecil muntah secara teratur ini karena si kecil baru mulai terbiasa menyusu lho. Dan usia puncak gumoh ini juga dikenal sebagai refluks adalah 4 bulan.

Saat si kecil menelan udara bersamaan dengan ASI atau susu formula, maka udara tersebut akan terperangkap bersama cairan tersebut. Udara harus keluar, dan ketika itu terjadi, sebagian cairan juga keluar, melalui mulut atau hidung si kecil.

Anak kecil mengonsumsi banyak makanan sesuai dengan ukuran tubuhnya, dan beberapa di antara mereka sangat suka makan, hingga kadang-kadang makanannya menjadi terlalu kenyang dan muntah.

Sistem pencernaan si kecil yang baru saja lahir juga belum berkembang sepenuhnya. Otot-otot di dasar kerongkongan si kecil yang mengontrol keluar masuknya makanan, dan mungkin masih berkembang dengan cepat. Tak heran jika si kecil menciptakan begitu banyak cucian.
 
Jika si kecil sering gumoh Moms dapat mencoba tips berikut ini untuk membantu si kecil mengurangi porsi makannya:
 

1. Menggendong


Usahakan menggendong si kecil dengan keadaan tegak saat memberi makan. Kemudian hindarilah memberi susu formula atau ASI langsung kepada si kecil.
 

2. Menyuapi makan saat tenang


Hindari kebisingan dan gangguan lainnya. Cobalah untuk tidak membiarkan si kecil terlalu lapar sebelum moms mulai menyusu. Jika perhatian si kecil terganggu atau panik, maka kemungkinan besar ia akan menelan udara bersama ASI atau susu formula.
 

3. Periksa puting botol


Jika si kecil minum susu formula atau memompa ASI dari botol, pastikan lubang pada dot tidak terlalu kecil, karena akan membuat si kecil kesal dan menelan udara. Sebaliknya, jika lubangnya terlalu besar, si kecil akan tersedak dan menelan karena cairan yang keluar terlalu cepat.
 

4. Sering-seringlah bersendawa pada si kecil


Jika si kecil berhenti menyusu secara alami, moms dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bersendawa sebelum memberi si kecil lebih banyak makanan. Dengan cara ini, jika masih ada udara, maka udara tersebut akan muncul sebelum lebih banyak makanan yang terlapisi di atasnya.

Jika si kecil tidak bersendawa dalam beberapa menit, jangan khawatir si kecil mungkin tidak perlu bersendawa saat itu juga. Sendawakan juga setiap kali selesai menyusui.
 

5. Jauhkan tekanan dari perut


Pastikan pakaian dan popok si kecil tidak terlalu ketat, dan jangan menyandarkan perutnya di atas bahu saat moms bersendawa. Usahakan untuk menghindari perjalanan dengan mobil setelah menyusui, karena bersandar pada car seat juga dapat memberikan tekanan pada perut si kecil.
 

6. Batasi aktivitas setelah menyusui


Jangan terlalu memaksakan si kecil setelah ia makan, dan usahakan dalam menjaganya agar si kecil dalam posisi tegak selama sekitar setengah jam. Dengan cara ini si kecil akan memiliki gravitasi.
 

7. Jangan memberi makan berlebihan


Jika si kecil seringkali muntah saat selesai menyusu, mungkin ia makan terlalu banyak. Moms dapat mencoba memberikan mereka sedikit susu formula atau menyusui si kecil dalam waktu yang lebih singkat, dan lihat apakah si kecil puas. (Si kecil mungkin ingin minum lebih sedikit susu formula atau ASI selama menyusu, namun ingin makan lebih sering.)
 

8. Jangan lupa untuk periksa


Moms dapat bertanya kepada dokter anak apakah si kecil mungkin memiliki intoleransi terhadap protein susu atau protein kedelai yang menyebabkan ia gumoh. Dokter mungkin akan menyarankan kepada moms untuk mencoba formula terhidrolisis (hipoalergenik) selama satu atau dua minggu.

Khaerunnisa Febriyani

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH