FAMILY

Pentingnya Orang Tua Mendorong Rasa Aman untuk Pembentukan Memori Awal Bayi

A. Firdaus
Jumat 02 Januari 2026 / 08:10
Jakarta: Berbicara, bernyanyi, dan memberikan kasih sayang fisik selama interaksi dengan bayi membentuk dasar perkembangan memori di kemudian hari. Dengan menjadi perhatian dan responsif, orang tua dapat membantu mengembangkan ikatan yang aman yang memengaruhi pertumbuhan kognitif dan emosional sepanjang masa kanak-kanak.

“Meskipun bayi tidak mengingat peristiwa seperti yang dilakukan orang dewasa, mereka sangat dipengaruhi oleh pengalaman awal mereka. Oleh karena itu, orang tua harus fokus pada pengalaman emosional bayi mereka,” kata Marilyn Cross Coleman, LCSW, PMH-C, seorang spesialis perawatan kesehatan mental perinatal dalam Parents.

Hal ini berarti meskipun bayi mungkin tidak mengingat momen-momen tepat ketika orang tua menenangkannya, mereka akan menyerap rasa aman yang diberikan oleh momen-momen tersebut. Sehingga menciptakan rasa aman yang memungkinkan mereka memercayai keamanan hubungan lain dalam hidup mereka.

Penemuan ini mendorong orang tua untuk lebih sadar akan interaksi sehari-hari. Misalnya, membaca buku atau bermain musik bisa merangsang perkembangan otak bayi.
 
Orang tua juga bisa belajar bahwa kesabaran dan konsistensi dalam merespons kebutuhan bayi membangun fondasi yang kuat untuk masa depan.

Rutinitas dan ritual, seperti rutinitas tidur bayi akan membantu si kecil membangun rasa aman dan nyaman. Orang tua juga harus merespons dengan cepat kebutuhan bayi.

Bayi juga akan belajar dari kemampuan orang tua mereka dalam mengatur emosi. Jika orang tua dapat merespons stres dengan tenang, bayi akan belajar untuk merespons dengan cara yang sama.

"Dengan cara ini, bayi belajar keterampilan untuk mengatur emosi,” jelas Coleman.

Bersikaplah terbuka untuk membuat kenangan bersama anak-anak kecil. Coleman mengatakan bahwa pengalaman bayi selama bertahun-tahun telah diabaikan karena orang percaya bahwa mereka tidak akan mengingatnya.

Namun, hanya karena kenangan mereka disimpan dan diekspresikan secara berbeda, itu bukan berarti bayi tidak memiliki kenangan.

“Penting untuk diingat bahwa bayi mungkin tidak mengingat detail pengalaman mereka, tetapi otak dan tubuh mereka memiliki kenangan mendalam tentang bagaimana mereka diperlakukan,” ujar Coleman.

Tristan S. Yates, PhD, penulis utama studi ini dan peneliti pasca-doktoral di Departemen Psikologi Universitas Columbia mendorong orang tua untuk juga mengingat bahwa, bayi mungkin merupakan salah satu pembelajar terbaik di dunia.

“Meskipun banyak kenangan spesifik dari masa bayi tidak bertahan hingga dewasa, kita tahu bahwa pengalaman awal sangat penting dalam membentuk dasar untuk sisa hidup kita. Hal ini memiliki implikasi penting bagi cara orang tua dapat mendukung perkembangan anak-anak mereka yang masih kecil,” kata dr. Yates.

Dalam kehidupan sehari-hari, ini bisa berarti menciptakan lingkungan yang penuh cinta dan stimulasi. Misalnya, bermain dengan bayi sambil menjelaskan apa yang terjadi bisa membantu mereka belajar bahasa dan emosi.

Orang tua juga bisa menggunakan musik atau gerakan untuk membuat momen-momen kecil menjadi pengalaman yang bermakna. Meskipun bayi tidak akan mengingatnya secara verbal.

Pada akhirnya, fokus pada kebahagiaan dan keamanan bayi akan membantu mereka tumbuh menjadi individu yang sehat dan percaya diri. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH