COMMUNITY
Jadi Makin Mudah! BLDF Luncurkan Digital Pick Up Point Sampah Organik
Aulia Putriningtias
Kamis 11 Juni 2026 / 13:40
- Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) berkolaborasi dengan pemerintah Kudus setempat, meluncurkan Kudus Asik Digital Pick Up Point Sampah Organik.
- Isu lingkungan menjadi tantangan bagi dunia.
- Sampah organik di Kudus sendiri dominan dibandingkan jenis sampah lainnya.
Kudus: Kabar baik untuk warga Kudus, Jawa Tengah! Sekarang kamu bisa membuang sampah organik dengan mudah berkat digitalisasi ini.
Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) berkolaborasi dengan pemerintah Kudus setempat, meluncurkan Kudus Asik Digital Pick Up Point Sampah Organik. Acara yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa, 9 Juni 2026.
Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menjelaskan bahwa isu lingkungan menjadi tantangan bagi dunia. Tentunya diperlukan peran serta semua pihak untuk mencari solusi.
"Kudus daerah yang aktif dan produktif. Tetapi dari rumah bisa lahir sampah dari dapur. Lewat Keluarga Asik tentu bisa bersama-sama mengurangi sampah," kata Mutiara.
Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Redi Joko Prasetyo, menjelaskan bahwa Peta Digital Pick Up Point Sampah Organik bertujuan untuk memudahkan masyarakat menyalurkan sampah organik.
"Saat ini sudah ada 525 titik dan akan bertambah 50 titik lagi di tahun ini. Tentu ke depannya dalam kurun waktu setahun ke depan semoga bisa menjadi seribu titik," ungkapnya.
Alasan mengapa fokus utamanya adalah sampah organik dikarenakan sampah organik berpotensi menimbulkan penyakit dan dapat mencemari jenis sampah lainnya, apabila tidak dikelola dengan baik.
Selain itu, sampah organik di Kudus sendiri dominan dibandingkan jenis sampah lainnya. Saat ini, sudah lebih dari 50 persen sampah yang ada di Kabupaten Kudus merupakan sampah organik.
Nantinya warga akan bisa mengakses titik poin di website resmi Kudus ASIK. Namun, sampai saat ini website tersebut masih dalam tahap finalisasi agar digunakan dengan nyaman.
Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra, menjelaskan alasan mengapa lebih memilih website dibandingkan aplikasi.
"Kalau aplikasi harus download dulu. Terkadang masyarakat juga kesulitan. Kalau menggunakan web launcher yang bisa diakses di Kudus Asik dot id lebih mudah. Apalagi web launcher ini dibuat agar ramah di handphone," jelasnya.
Nantinya di dalam aplikasi tersebut direncanakan akan ada beberapa hal, mulai dari titik poin pengumpulan sampah organik, hingga jumlah sampah organik yang sudah diterima.
Namun, isi di dalam website tersebut masih terus dikelola hingga akhir finalisasi nanti. Targetnya akan di sekitar tahun 2027 selesai dan dapat diakses luas, khususnya warga Kudus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) berkolaborasi dengan pemerintah Kudus setempat, meluncurkan Kudus Asik Digital Pick Up Point Sampah Organik. Acara yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa, 9 Juni 2026.
Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menjelaskan bahwa isu lingkungan menjadi tantangan bagi dunia. Tentunya diperlukan peran serta semua pihak untuk mencari solusi.
"Kudus daerah yang aktif dan produktif. Tetapi dari rumah bisa lahir sampah dari dapur. Lewat Keluarga Asik tentu bisa bersama-sama mengurangi sampah," kata Mutiara.
Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Redi Joko Prasetyo, menjelaskan bahwa Peta Digital Pick Up Point Sampah Organik bertujuan untuk memudahkan masyarakat menyalurkan sampah organik.
"Saat ini sudah ada 525 titik dan akan bertambah 50 titik lagi di tahun ini. Tentu ke depannya dalam kurun waktu setahun ke depan semoga bisa menjadi seribu titik," ungkapnya.
Alasan mengapa fokus utamanya adalah sampah organik dikarenakan sampah organik berpotensi menimbulkan penyakit dan dapat mencemari jenis sampah lainnya, apabila tidak dikelola dengan baik.
Selain itu, sampah organik di Kudus sendiri dominan dibandingkan jenis sampah lainnya. Saat ini, sudah lebih dari 50 persen sampah yang ada di Kabupaten Kudus merupakan sampah organik.
Nantinya warga akan bisa mengakses titik poin di website resmi Kudus ASIK. Namun, sampai saat ini website tersebut masih dalam tahap finalisasi agar digunakan dengan nyaman.
Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra, menjelaskan alasan mengapa lebih memilih website dibandingkan aplikasi.
"Kalau aplikasi harus download dulu. Terkadang masyarakat juga kesulitan. Kalau menggunakan web launcher yang bisa diakses di Kudus Asik dot id lebih mudah. Apalagi web launcher ini dibuat agar ramah di handphone," jelasnya.
Nantinya di dalam aplikasi tersebut direncanakan akan ada beberapa hal, mulai dari titik poin pengumpulan sampah organik, hingga jumlah sampah organik yang sudah diterima.
Namun, isi di dalam website tersebut masih terus dikelola hingga akhir finalisasi nanti. Targetnya akan di sekitar tahun 2027 selesai dan dapat diakses luas, khususnya warga Kudus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)