COMMUNITY

Skill Ditingkatin, Bangunan Makin Aman

A. Firdaus
Jumat 13 Februari 2026 / 19:46
Ringkasnya gini..
  • Kegiatan berlangsung selama dua hari.
  • Bagi para tukang, sertifikasi berarti peluang kerja.
  • Program ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kota Tangerang Selatan
Tangeran Selatan: Di sebuah pagi yang cerah di Serpong, rompi-rompi kerja berwarna terang dikenakan dengan penuh kebanggaan. Bukan sekadar atribut keselamatan, tetapi simbol pengakuan atas profesi yang selama ini bekerja senyap, para tukang konstruksi yang memastikan rumah, sekolah, dan fasilitas publik berdiri kokoh dan aman.

Sebanyak 150 tenaga terampil mengikuti Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Jabatan Kerja Tukang Pasang Rangka Baja Ringan tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Tangerang Selatan di Gedung Galeri Koperasi dan UKM, Lengkong Gudang, Kamis (12/2/2026). 

Program ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam merawat kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi, bukan hanya demi bangunan yang kuat, tetapi juga demi kesehatan dan keselamatan para pekerjanya.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, membuka kegiatan tersebut dengan memasangkan rompi kepada perwakilan peserta. Simbol sederhana itu menyiratkan pesan besar: profesi tukang adalah garda terdepan pembangunan dan berhak mendapatkan perlindungan serta pengakuan.
 
Di balik pelatihan teknis pemasangan rangka baja ringan, terselip nilai penting tentang kesehatan kerja. 

Pemasangan rangka atap yang tidak sesuai standar bukan hanya berisiko pada kualitas bangunan, tetapi juga bisa berdampak pada keselamatan penghuni dan pekerja. Struktur yang kokoh mengurangi potensi kecelakaan kerja, meminimalkan risiko runtuh, dan menciptakan lingkungan tinggal yang lebih aman serta sehat bagi masyarakat.

“Tenaga kerja konstruksi memiliki peran sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Benyamin.

Ia menekankan bahwa pembangunan yang baik tak hanya bergantung pada perencanaan matang, tetapi juga pada tangan-tangan terampil yang mengerjakannya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Februari 2026 ini diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melalui Bidang Jasa Konstruksi. Kolaborasi terjalin bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta, dengan dukungan BPJS Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan serta PT Kencana Baja Ringan sebagai penyedia material pelatihan.

Para peserta yang lulus akan mengantongi Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diterbitkan BJKW III Jakarta, serta sertifikat pendamping dari Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI). Sertifikasi ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan jaminan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai standar nasional—yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hunian dan kesehatan penghuninya.

Rumah dengan rangka atap yang terpasang benar akan lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, meminimalkan kebocoran, dan menjaga sirkulasi udara tetap baik. Dalam jangka panjang, kualitas konstruksi yang baik membantu mencegah risiko penyakit akibat lingkungan hunian yang lembap atau tidak aman. Di titik inilah, pembangunan fisik bersinggungan langsung dengan kualitas hidup.

Program sertifikasi gratis ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian Pekerjaan Umum atas kinerja Pemkot Tangsel dalam pembinaan jasa konstruksi. Setelah meraih peringkat kedua tingkat kota untuk kategori Sub-Urusan Jasa Konstruksi pada 2024 dan 2025, tahun ini Tangsel kembali memperoleh kuota 150 peserta. Sebelumnya, kuota 300 peserta diberikan pada 2024 dan 200 peserta pada 2025. Secara keseluruhan, sepanjang 2022–2025, sebanyak 564 tenaga kerja konstruksi telah difasilitasi sertifikasi oleh Dinas SDABMBK.

Bagi para tukang, sertifikasi berarti peluang kerja yang lebih luas dan perlindungan profesi yang lebih kuat. Bagi masyarakat, ini adalah investasi jangka panjang pada bangunan yang lebih aman dan sehat. Dan bagi kota, ini adalah fondasi pembangunan berkelanjutan, yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga berpihak pada kesejahteraan manusia di dalamnya.

Di antara gemeretak baja ringan dan semangat belajar para peserta, tersirat harapan sederhana: ketika kualitas tenaga kerja meningkat, maka kualitas hidup masyarakat pun ikut terangkat. Sebuah langkah kecil di ruang pelatihan, namun berdampak besar bagi kesehatan dan masa depan kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH