Dalam laporan Maret 2026, pangsa pencarian hunian di Tangerang mencapai 14,8 persen, melampaui Jakarta Selatan yang berada di angka 12,4 persen.
Perubahan ini mencerminkan meningkatnya daya tarik kawasan seperti BSD City yang berkembang dari wilayah penyangga menjadi kawasan urban mandiri dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas yang semakin lengkap.
Pergeseran demografi dan minat hunian
Data menunjukkan Tangerang Selatan mencatat angka migrasi tertinggi di Provinsi Banten, mencapai 48,51 per 100 penduduk. Hingga akhir 2024, lebih dari 25 ribu warga Jakarta tercatat telah memindahkan domisili ke wilayah tersebut.Minat hunian di BSD City didominasi kelompok usia produktif. Kelompok usia 25–34 tahun menjadi kontributor terbesar dengan porsi 37 persen, diikuti usia 45–54 tahun sebesar 25,2 persen. Segmen ini umumnya berasal dari kalangan pembeli rumah pertama dan profesional.
Harga naik di tengah suplai terbatas
Dari sisi pasar, Tangerang mencatat pertumbuhan harga properti tahunan sebesar 17,9 persen, tertinggi di kawasan Jabodetabek. Angka ini jauh melampaui Jakarta yang tumbuh sekitar 1,9 persen pada periode yang sama.Kenaikan tersebut terjadi di tengah penurunan suplai rumah sekunder secara nasional sebesar 7,8 persen secara tahunan (year-on-year).
Selain itu, imbal hasil sewa (rental yield) rumah tapak di kawasan ini berada di kisaran 5,60 persen per tahun, bahkan mencapai 5,89 persen untuk unit tiga kamar tidur.
Didukung infrastruktur dan pengembangan kawasan
Penguatan daya tarik kawasan juga ditopang oleh pengembangan infrastruktur seperti Jalan Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja), serta konektivitas ke tol Jakarta–Serpong dan Jakarta–Merak.Sejumlah proyek di BSD City menjadi pilihan konsumen dengan beragam segmen, mulai dari hunian tapak hingga kawasan mixed-use.
Pengembangan hunian di kawasan ini umumnya mengusung konsep rumah modern dengan integrasi teknologi seperti sistem rumah pintar (smart home) serta pendekatan desain yang menekankan efisiensi ruang dan keberlanjutan.
Didukung stabilitas ekonomi
Optimisme pasar juga didukung kondisi makroekonomi yang relatif stabil. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen guna menjaga daya beli masyarakat.Perwakilan Rumah123 menyebut tingginya permintaan di kawasan Tangerang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kawasan hunian terpadu sebagai pusat pertumbuhan baru.
Dengan kombinasi permintaan yang tinggi, suplai terbatas, serta dukungan infrastruktur, kawasan barat Jakarta diperkirakan akan tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pasar properti nasional dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News