COMMUNITY
Anabul Makin Gendut? Ini Cara Tepat Jaga Berat Badannya agar Tak Obesitas
Fatha Annisa
Minggu 30 Agustus 2026 / 13:18
- Kelebihan berat badan pada kucing dan anjing dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
- Program penurunan berat badan juga tidak selalu berhasil jika hanya mengandalkan pengurangan porsi makan dan olahraga.
- Perilaku hewan serta interaksi dengan pemilik turut berperan dalam keberhasilan menjaga berat badan hewan peliharaan.
Jakarta: Kucing atau anjing yang bertubuh gemuk terkadang memang terlihat lucu. Namun, di balik penampilannya yang menggemaskan, berat badan berlebih pada hewan peliharaan justru dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi salah satu masalah yang cukup sering dialami hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing. Membantunya menurunkan berat badan pun tidak selalu semudah mengurangi porsi makan atau menambah waktu olahraga.
Bahkan, program penurunan berat badan pada hewan peliharaan kerap tidak berhasil karena kebutuhan dan perilaku hewan tidak menjadi satu-satunya faktor yang diperhatikan. Interaksi antara hewan dan pemilik juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan program tersebut.
Sama seperti manusia, kelebihan berat badan pada hewan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Kondisi tersebut dikaitkan dengan penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan kulit, dan kanker.
Berat badan berlebih juga dapat memperburuk osteoartritis serta meningkatkan risiko sengatan panas. Pada anjing dan kucing, obesitas bahkan dapat memperpendek harapan hidup.
Selain itu, berat badan berlebih pada hewan peliharaan dapat membuat mereka kesulitan melakukan aktivitas seperti bermain, berolahraga, serta berinteraksi dengan manusia maupun hewan lainnya.
Ketika porsi makan dikurangi, hewan dapat merasa lebih lapar dan mulai meningkatkan perilaku mencari makanan. Mereka bisa makan lebih cepat, meminta makanan, atau mencari kesempatan untuk mendapatkan camilan tambahan.
Masalah juga dapat muncul ketika hewan sudah terbiasa mendapatkan camilan atau sisa makanan dari meja makan. Ketika kebiasaan tersebut dihentikan, mereka mungkin menjadi lebih sering mencari perhatian pemilik untuk mendapatkan makanan.
Situasi ini dapat membuat pemilik merasa kasihan dan akhirnya kembali memberikan makanan. Padahal, memberikan makanan ketika hewan meminta justru dapat memperkuat kebiasaan tersebut.
Catat pula semua makanan yang dikonsumsi hewan, termasuk camilan dan makanan tambahan. Informasi tersebut dapat dibawa saat berkonsultasi dengan dokter hewan agar pola makan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan hewan.
Camilan juga tidak harus dihilangkan sepenuhnya. Pilihan camilan rendah kalori dapat dimasukkan ke dalam perhitungan asupan harian hewan.
Pemilik juga bisa membuat hewan “berburu” makanan dengan menggunakan puzzle feeder, menebarkan makanan di area tertentu, atau membuat permainan mencari makanan. Cara ini memungkinkan hewan melakukan perilaku alami seperti mencari dan mendapatkan makanan.
Sebagai gantinya, pemilik bisa mengalihkan perhatian dengan aktivitas lain saat sedang makan. Mainan interaktif, aktivitas menggali, area untuk memanjat, atau aktivitas sensorik dapat menjadi alternatif tanpa melibatkan makanan.
(PRI)
Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi salah satu masalah yang cukup sering dialami hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing. Membantunya menurunkan berat badan pun tidak selalu semudah mengurangi porsi makan atau menambah waktu olahraga.
Bahkan, program penurunan berat badan pada hewan peliharaan kerap tidak berhasil karena kebutuhan dan perilaku hewan tidak menjadi satu-satunya faktor yang diperhatikan. Interaksi antara hewan dan pemilik juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan program tersebut.
| Baca juga: Tim Pelihara Anjing vs Kucing? Ahli IPB Spill Pilihan Anabul Sesuai Karaktermu |
Kenapa Berat Badan Berlebih Perlu Diwaspadai?
Melansir Hindustan Lifestyle, secara global, sekitar setengah populasi anjing dan kucing peliharaan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada hewan berusia paruh baya.Sama seperti manusia, kelebihan berat badan pada hewan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Kondisi tersebut dikaitkan dengan penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan kulit, dan kanker.
Berat badan berlebih juga dapat memperburuk osteoartritis serta meningkatkan risiko sengatan panas. Pada anjing dan kucing, obesitas bahkan dapat memperpendek harapan hidup.
Selain itu, berat badan berlebih pada hewan peliharaan dapat membuat mereka kesulitan melakukan aktivitas seperti bermain, berolahraga, serta berinteraksi dengan manusia maupun hewan lainnya.
| Baca juga: Tips Membersihkan Pipis Kucing di Kasur agar Noda dan Bau Hilang |
Kenapa Diet Hewan Peliharaan Sering Gagal?
Cara umum untuk membantu hewan menurunkan berat badan biasanya dilakukan dengan mengurangi kalori, meningkatkan aktivitas fisik, dan menimbang berat badan secara rutin. Namun, penerapannya tidak selalu mudah.Ketika porsi makan dikurangi, hewan dapat merasa lebih lapar dan mulai meningkatkan perilaku mencari makanan. Mereka bisa makan lebih cepat, meminta makanan, atau mencari kesempatan untuk mendapatkan camilan tambahan.
Masalah juga dapat muncul ketika hewan sudah terbiasa mendapatkan camilan atau sisa makanan dari meja makan. Ketika kebiasaan tersebut dihentikan, mereka mungkin menjadi lebih sering mencari perhatian pemilik untuk mendapatkan makanan.
Situasi ini dapat membuat pemilik merasa kasihan dan akhirnya kembali memberikan makanan. Padahal, memberikan makanan ketika hewan meminta justru dapat memperkuat kebiasaan tersebut.
| Baca juga: Hari Kucing Sedunia 8 Agustus, Yuk Mengenal Kucing Asli Indonesia |
Cara Membantu Hewan Peliharaan Menurunkan Berat Badan
1. Ketahui Kondisi dan Pola Makannya
Langkah pertama adalah mengetahui berat badan dan kondisi tubuh hewan secara rutin. Pemilik juga dapat menggunakan panduan body condition scoring untuk melakukan pemeriksaan sederhana di rumah.Catat pula semua makanan yang dikonsumsi hewan, termasuk camilan dan makanan tambahan. Informasi tersebut dapat dibawa saat berkonsultasi dengan dokter hewan agar pola makan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan hewan.
2. Pilih Makanan Rendah Kalori tetapi Tetap Mengenyangkan
Makanan untuk menurunkan berat badan tetap harus memenuhi kebutuhan nutrisi hewan. Karena itu, bukan sekadar mengurangi jumlah makanan, tetapi memilih makanan yang lebih rendah kalori namun tetap memberikan rasa kenyang.Camilan juga tidak harus dihilangkan sepenuhnya. Pilihan camilan rendah kalori dapat dimasukkan ke dalam perhitungan asupan harian hewan.
| Baca juga: 4 Cara Menjinakkan Anjing yang Galak dengan Efektif |
3. Buat Waktu Makan Lebih Menarik
Daripada memberikan seluruh makanan dalam satu waktu, porsi harian dapat dibagi menjadi beberapa kali makan dalam porsi lebih kecil.Pemilik juga bisa membuat hewan “berburu” makanan dengan menggunakan puzzle feeder, menebarkan makanan di area tertentu, atau membuat permainan mencari makanan. Cara ini memungkinkan hewan melakukan perilaku alami seperti mencari dan mendapatkan makanan.
4. Jangan Selalu Menurut Saat Hewan Merengek
Hewan yang terbiasa mendapatkan makanan dari pemilik dapat menjadi lebih aktif meminta makanan ketika kebiasaan tersebut dihentikan. Meski sulit ditolak, memberikan makanan setiap kali hewan meminta justru dapat membuat perilaku tersebut semakin kuat.Sebagai gantinya, pemilik bisa mengalihkan perhatian dengan aktivitas lain saat sedang makan. Mainan interaktif, aktivitas menggali, area untuk memanjat, atau aktivitas sensorik dapat menjadi alternatif tanpa melibatkan makanan.
5. Konsultasikan dengan Dokter Hewan
Program penurunan berat badan sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing hewan. Pemeriksaan dan pemantauan dari dokter hewan dapat membantu menentukan pola makan, target berat badan, serta aktivitas yang sesuai.(PRI)