TIPS
Tips Membersihkan Pipis Kucing di Kasur agar Noda dan Bau Hilang
Adri Prima
Minggu 09 Agustus 2026 / 21:00
- Pipis kucing di kasur bisa meninggalkan noda dan bau, sehingga perlu segera dibersihkan dengan cara tepat.
- Gunakan air, soda kue, dan cuka putih secara bertahap untuk membantu membersihkan noda urine kucing.
- Pembersih enzim dapat digunakan untuk membantu mengatasi bau pipis kucing yang masih tertinggal di kasur.
Jakarta: Kucing memiliki kebiasaan buang air menggunakan kotak pasir. Namun, hewan ini dapat buang air kecil di lokasi lain, termasuk kasur. Kondisi ini dapat meninggalkan noda dan bau yang dapat dibersihkan dengan mudah agar kotoran tidak menyebar.
Kucing yang buang air di kasur atau di tempat lain umumnya dipengaruhi oleh kondisi kucing yang sedang mengalami stres, kotak pasir yang kotor, perubahan lingkungan, atau kondisi kucing yang sedang birahi. Buang air kecil di luar kotak pasir juga dapat menjadi tanda adanya masalah medis pada kucing.
Selain memerhatikan kondisi kucing, pipis kucing yang sudah mengenai kasur perlu dibersihkan secara bertahap agar kotoran tidak menyebar dan bau dapat berkurang dengan cepat.
Dilansir dari berbagai sumber, kasur yang terkena pipis kucing sebaiknya tidak langsung dibersihkan menggunakan bahan yang keras seperti pemutih dan desinfektan. Proses pembersihan dapat dilakukan secara perlahan, seperti:
1. Serap bagian yang terkena urine menggunakan air secara perlahan
Hindari menuangkan cairan secara langsung dalam jumlah banyak ke bagian yang terkena urine, agar urine tidak menyebar lebih luas sehingga noda menjadi semakin sulit ditangani.
2. Bersihkan permukaan menggunakan air
Air dapat dicampurkan dengan sedikit sabun sebelum digunakan untuk membersihkan bagian kasur yang terkena urine.
3. Taburkan soda kue setelah bagian tersebut dibersihkan
Soda kue digunakan pada area yang terkena noda untuk membantu menyerap kelembapan.
4. Disinfeksi menggunakan cuka putih
Setelah kelembapan pada bagian kasur terserap, semprotkan cuka putih pada area yang terkena urine, kemudian digosok kembali menggunakan air.
5. Ulangi pembersihan jika masih terdapat sisa urine
Proses menggunakan cuka putih dan air dapat dilakukan beberapa kali untuk menghilangkan sisa urine sekaligus bau yang tertinggal pada kasur. Lalu biarkan kasur hingga benar-benar kering.
Setelah mengatasi kotorannya, urine kucing kerap menyisakan bau yang dapat dihilangkan melalui beberapa tahapan berikut:
1. Serap bagian kasur yang terkena urine menggunakan handuk. Lakukan hingga sebanyak mungkin cairan urine terserap oleh handuk.
2. Tuangkan atau semprotkan pembersih enzim pada area yang terkena urine secara merata.
3. Biarkan pembersih enzim selama 15 menit, lalu cairan dapat diserap menggunakan tisu.
4. Keringkan kasur dengan maksimal.
5. Ganti handuk secara rutin untuk menyerap bau urine kucing lebih banyak lagi.
6. Ulangi proses pembersihan hingga bau urine dapat hilang secara maksimal.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu menghilangkan kotoran noda dan sisa bau pipis kucing yang ada di dalam kasur. (Syarifah Komalasari)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)
Kucing yang buang air di kasur atau di tempat lain umumnya dipengaruhi oleh kondisi kucing yang sedang mengalami stres, kotak pasir yang kotor, perubahan lingkungan, atau kondisi kucing yang sedang birahi. Buang air kecil di luar kotak pasir juga dapat menjadi tanda adanya masalah medis pada kucing.
Selain memerhatikan kondisi kucing, pipis kucing yang sudah mengenai kasur perlu dibersihkan secara bertahap agar kotoran tidak menyebar dan bau dapat berkurang dengan cepat.
Baca Juga :
Cara Ampuh Hilangkan Bau Pesing dan Noda Ompol
Cara membersihkan pipis kucing di kasur
Dilansir dari berbagai sumber, kasur yang terkena pipis kucing sebaiknya tidak langsung dibersihkan menggunakan bahan yang keras seperti pemutih dan desinfektan. Proses pembersihan dapat dilakukan secara perlahan, seperti: 1. Serap bagian yang terkena urine menggunakan air secara perlahan
Hindari menuangkan cairan secara langsung dalam jumlah banyak ke bagian yang terkena urine, agar urine tidak menyebar lebih luas sehingga noda menjadi semakin sulit ditangani.
2. Bersihkan permukaan menggunakan air
Air dapat dicampurkan dengan sedikit sabun sebelum digunakan untuk membersihkan bagian kasur yang terkena urine.
3. Taburkan soda kue setelah bagian tersebut dibersihkan
Soda kue digunakan pada area yang terkena noda untuk membantu menyerap kelembapan.
4. Disinfeksi menggunakan cuka putih
Setelah kelembapan pada bagian kasur terserap, semprotkan cuka putih pada area yang terkena urine, kemudian digosok kembali menggunakan air.
5. Ulangi pembersihan jika masih terdapat sisa urine
Proses menggunakan cuka putih dan air dapat dilakukan beberapa kali untuk menghilangkan sisa urine sekaligus bau yang tertinggal pada kasur. Lalu biarkan kasur hingga benar-benar kering.
Cara menghilangkan bau pipis kucing di kasur
Setelah mengatasi kotorannya, urine kucing kerap menyisakan bau yang dapat dihilangkan melalui beberapa tahapan berikut:
1. Serap bagian kasur yang terkena urine menggunakan handuk. Lakukan hingga sebanyak mungkin cairan urine terserap oleh handuk.
2. Tuangkan atau semprotkan pembersih enzim pada area yang terkena urine secara merata.
3. Biarkan pembersih enzim selama 15 menit, lalu cairan dapat diserap menggunakan tisu.
4. Keringkan kasur dengan maksimal.
5. Ganti handuk secara rutin untuk menyerap bau urine kucing lebih banyak lagi.
6. Ulangi proses pembersihan hingga bau urine dapat hilang secara maksimal.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu menghilangkan kotoran noda dan sisa bau pipis kucing yang ada di dalam kasur. (Syarifah Komalasari)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)