COMMUNITY
Dokter Hewan Bagikan 5 Cara Sederhana Cek Kesehatan Kucing di Rumah
Fatha Annisa
Rabu 26 Agustus 2026 / 17:04
- Kucing sering menyembunyikan penyakit sehingga perubahan kecil pada perilaku dan kondisi fisiknya perlu diperhatikan pemilik.
- Dokter hewan membagikan lima cara sederhana untuk memantau kesehatan kucing di rumah, mulai dari napas hingga kondisi kotak pasir.
- Pemeriksaan rutin dapat membantu mengenali perubahan lebih awal, tetapi gejala yang mengkhawatirkan tetap perlu diperiksakan ke dokter hewan.
Jakarta: Bagi sebagian orang, kucing bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan teman bahkan keluarga. Namun, merawat kucing memiliki tantangan tersendiri karena hewan ini sering kali pandai menyembunyikan penyakit.
Masalah kesehatan serius pada kucing bisa saja diawali oleh perubahan kecil yang kerap terlewatkan oleh pemilik. Oleh karenanya, seorang dokter hewan, Dr. Hersh Garhwal, membagikan beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk memantau kesehatan kucing.
Untuk membantu pemilik mendeteksi masalah sejak dini, berikut lima pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan dalam waktu kurang dari lima:
“Hitung frekuensi napasnya saat tidur. Normalnya 15 hingga 30 kali per menit. Jika lebih dari 30 kali, perlu diperhatikan,” jelasnya, dikutip Hindustan Times, Rabu, 26 Agustus 2026.
“Timbang berat badannya setiap bulan. Bahkan perubahan 200 gram cukup signifikan,” jelas dokter yang sudah praktik selama lebih dari 20 tahun tersebut.
Pemilik dapat mengangkat bibir kucing secara perlahan untuk melihat kondisi dan warna gusinya. Berikut penjelasan terkait kondisi kucing jika dilihat dari warna gusinya:
- Merah muda dan lembap: sehat
- Pucat: kemungkinan anemia
- Merah: penyakit gigi atau infeksi
- Kering atau lengket: dehidrasi
Hersh menyebut kucing yang minum lebih banyak dari biasanya, perlu diperiksa ke dokter hewan. Namun jika kucing Sobat Medcom mengonsumsi air dalam jumlah lebih sedikit, bisa berarti mereka mengalami mual atau dehidrasi.
Perubahan jumlah, frekuensi, atau kondisi urine dan feses dapat menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan. Hersh menyarankan pemilik memperhatikan ukuran gumpalan urine, konsistensi feses, frekuensi buang air, serta pakah kucing mengejan saat buang air.
Dengan melakukan pemeriksaan sederhana secara rutin, pemilik dapat lebih mudah mengenali kondisi normal kucing sekaligus menyadari perubahan yang tidak biasa. Meski begitu, pemeriksaan di rumah bukan pengganti pemeriksaan oleh dokter hewan.
Jika Sobat Medcom menemukan perubahan yang menetap atau gejala yang mengkhawatirkan pada kucing peliharaan, segera konsultasikan kondisinya kepada dokter hewan, ya!
(PRI)
Masalah kesehatan serius pada kucing bisa saja diawali oleh perubahan kecil yang kerap terlewatkan oleh pemilik. Oleh karenanya, seorang dokter hewan, Dr. Hersh Garhwal, membagikan beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk memantau kesehatan kucing.
Cara Cek Kesehatan Kucing di Rumah
Menurut Hersh, masalah kesehatan pada kucing cenderung lebih sering muncul melalui perubahan kecil pada perilaku, penampilan, atau kebiasaan sehari-hari yang mudah luput dari perhatian.Untuk membantu pemilik mendeteksi masalah sejak dini, berikut lima pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan dalam waktu kurang dari lima:
| Baca juga: Pipis Kucing Bau Menyengat? Ini 5 Bahan untuk Membersihkannya |
1. Frekuensi Pernapasan
Hersh menyarankan pemilik memantau frekuensi napas kucing ketika sedang tidur. Jika frekuensi napas secara konsisten lebih dari 30 kali per menit, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperiksakan ke dokter hewan.“Hitung frekuensi napasnya saat tidur. Normalnya 15 hingga 30 kali per menit. Jika lebih dari 30 kali, perlu diperhatikan,” jelasnya, dikutip Hindustan Times, Rabu, 26 Agustus 2026.
2. Berat Badan
Berat badan kucing sebaiknya ditimbang setidaknya sebulan sekali. Pasalnya, bahkan perubahan berat badan yang kecil sudah cukup menjadi mengindikasikan kondisi medis tertentu.“Timbang berat badannya setiap bulan. Bahkan perubahan 200 gram cukup signifikan,” jelas dokter yang sudah praktik selama lebih dari 20 tahun tersebut.
| Baca juga: Hari Kucing Sedunia 8 Agustus, Yuk Mengenal Kucing Asli Indonesia |
3. Kondisi Gusi
Gusi kucing juga dapat memberikan banyak informasi mengenai kondisi kesehatannya. Menurut Hersh, perubahan warna gusi dapat menjadi tanda awal masalah seperti anemia, infeksi, atau penyakit gigi.Pemilik dapat mengangkat bibir kucing secara perlahan untuk melihat kondisi dan warna gusinya. Berikut penjelasan terkait kondisi kucing jika dilihat dari warna gusinya:
- Merah muda dan lembap: sehat
- Pucat: kemungkinan anemia
- Merah: penyakit gigi atau infeksi
- Kering atau lengket: dehidrasi
4. Konsumsi Air
Dokter hewan tersebut menyarankan pemilik mencatat konsumsi air setiap hari dengan menandai ketinggian air di mangkuk pada pagi hari, kemudian memantau jumlah yang berkurang sepanjang hari.Hersh menyebut kucing yang minum lebih banyak dari biasanya, perlu diperiksa ke dokter hewan. Namun jika kucing Sobat Medcom mengonsumsi air dalam jumlah lebih sedikit, bisa berarti mereka mengalami mual atau dehidrasi.
| Baca juga: Tanda-Tanda Kucing Alami Gangguan Ginjal, Ini Tips Pencegahan dan Penanganannya dari Ahli IPB |
5. Kondisi di Kotak Pasir
Pemilik dianjurkan memperhatikan kebiasaan kucing ketika menggunakan kotak pasir. Perubahan kondisi kesehatan terkadang lebih dulu terlihat dari kebiasaan buang air sebelum gejala lainnya muncul.Perubahan jumlah, frekuensi, atau kondisi urine dan feses dapat menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan. Hersh menyarankan pemilik memperhatikan ukuran gumpalan urine, konsistensi feses, frekuensi buang air, serta pakah kucing mengejan saat buang air.
Dengan melakukan pemeriksaan sederhana secara rutin, pemilik dapat lebih mudah mengenali kondisi normal kucing sekaligus menyadari perubahan yang tidak biasa. Meski begitu, pemeriksaan di rumah bukan pengganti pemeriksaan oleh dokter hewan.
Jika Sobat Medcom menemukan perubahan yang menetap atau gejala yang mengkhawatirkan pada kucing peliharaan, segera konsultasikan kondisinya kepada dokter hewan, ya!
(PRI)