Kucing peliharaan. Foto: Medcom
Kucing peliharaan. Foto: Medcom

Tim Pelihara Anjing vs Kucing? Ahli IPB Spill Pilihan Anabul Sesuai Karaktermu

Citra Larasati • 26 Agustus 2026 18:26
Ringkasnya gini..
  • Pakar IPB sebut karakter anjing pas untuk orang aktif, sedangkan kucing cocok bagi si sibuk atau introvert.
  • Tren adopsi kucing di perkotaan meroket tajam, diprediksi bakal menyalip jumlah pemilik anjing di Indonesia.
  • Peringati International Dog Day, ketahui dulu sifat alami anabul agar gaya hidup dan perawatannya sejalan.
Jakarta: Perdebatan antara Tim Anjing dan Tim Kucing seolah tak pernah ada habisnya. Sebagian orang merasa anjing adalah sobat setia yang selalu standby diajak berpetualang, sementara yang lain merasa kucing adalah support system terbaik yang tak banyak menuntut eksistensi.
 
Namun, di balik kelucuan dua hewan kesayangan paling populer ini, anjing dan kucing ternyata memiliki perbedaan karakter yang sangat jomplang. Bertepatan dengan momen International Dog Day pada 26 Agustus, Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor, menyoroti pentingnya mengenali "kepribadian" asli anabul (anak bulu) sebelum kamu memutuskan untuk mengadopsinya.
 
Jangan sampai ekspektasi gaya hidupmu bertabrakan dengan kebutuhan alami mereka. “Anjing dikenal loyal, ekspresif, dan lebih sosial, sementara kucing cenderung mandiri dan lebih selektif. Dalam berkomunikasi, kucing biasanya menunjukkan halus dibandingkan anjing,” ujar Ronny dalam siaran pers IPB, Rabu, 26 Agustus 2026.

Tren Pet-Parenting di Indonesia Makin Masif

Dalam satu dekade terakhir, tren memelihara hewan di Indonesia melonjak drastis. Berdasarkan proyeksi tahun 2026, jumlah pemilik anjing di Tanah Air menyentuh angka 12 juta orang, disusul oleh pemilik kucing sebanyak 9 juta orang.

Menariknya, tren dog-parenting cenderung stabil dan mendominasi kawasan perdesaan hingga sub-urban, biasanya dengan tujuan keamanan dan persahabatan. Di sisi lain, tren cat-parenting justru meroket tajam di kota-kota besar. Tingkat kepedulian anak muda, khususnya Gen Z dan Milenial, dalam mengadopsi kucing jalanan bahkan mencapai 38 persen.
 
Fenomena ini rupanya ikut menggerakkan roda ekonomi, mencetak perputaran uang di industri pakan hewan hingga lebih dari Rp3,2 triliun. Menyesuaikan gaya hidup serba digital, 80 persen transaksi pakan kini dilakukan secara online.
 
Melihat lonjakan tren adopsi di perkotaan, Ronny memprediksi populasi pawrents kucing akan mengalahkan pemilik anjing dalam 10 tahun ke depan.

Beda Karakter, Beda Gaya Treatment

Mengapa karakter keduanya sangat bertolak belakang? Secara genetik dan sejarah, anjing telah didomestikasi sejak 40.000 tahun lalu untuk keperluan berburu dan menjaga aset. Tak heran jika anjing sangat berjiwa sosial, super ekspresif, dan suka mencari validasi dari manusia lewat bahasa tubuh, raut wajah, hingga gonggongan.
 
“Pemilik anjing perlu sering mengajak anjingnya berjalan, bermain, serta melakukan stimulasi fisik dan mental. Karena itu, anjing sangat bergantung pada pemiliknya untuk perhatian, makanan, dan aktivitas,” jelas Ronny.
 
Berkebalikan dengan itu, sejarah kucing "baru" didomestikasi sekitar 12.000 tahun lalu, utamanya sebagai pengontrol hama di area lumbung pertanian. Sebagai karnivora obligat yang butuh asupan tinggi protein, kucing punya insting pemburu mandiri.
 
“Karakternya cenderung lebih soliter dan mandiri. Cara komunikasi mereka lebih halus dibandingkan anjing, melalui aroma, gerakan ekor, serta suara lembut seperti meong dan dengkuran,” ujarnya.

Ekstrover Pilih Anjing, Introvert Pilih Kucing?

Perbedaan DNA dan sejarah panjang ini akhirnya bermuara pada kesimpulan, pilihan anabul harus disesuaikan dengan kapasitas ruang dan waktu sang pemilik.
 
Anjing adalah partner sempurna bagi kamu si ekstrover yang gemar berolahraga, traveling, atau punya banyak waktu luang di luar ruang. Sementara itu, kucing adalah soulmate terbaik bagi anak kos, kaum introvert, atau pekerja kantoran yang super sibuk dan tinggal di hunian minimalis karena perawatannya jauh lebih minim distraksi.
 
Pada akhirnya, Ronny mengingatkan bahwa menjadi pet owner adalah komitmen jangka panjang. “Jika kita suka kegiatan di luar ruangan, anjing lebih sesuai sebagai hewan peliharaan. Sebaliknya, jika kita sibuk dan membutuhkan hewan peliharaan yang mandiri, kucing adalah pilihan yang tepat,” pesannya.
 
Dengan mencocokkan gaya hidup dan sifat bawaan si anabul, niscaya hubungan antara manusia dan hewan kesayangannya bisa berjalan harmonis, no drama, dan sama-sama bahagia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan