TIPS
Pipis Kucing Bau Menyengat? Ini 5 Bahan untuk Membersihkannya
Rizkie Fauzian
Sabtu 15 Agustus 2026 / 22:00
- Pipis kucing sebaiknya segera dibersihkan agar tidak meninggalkan noda dan bau yang sulit dihilangkan dari permukaan rumah.
- Air, sabun, cuka putih, dan baking soda dapat digunakan sebagai bahan pembersih rumahan, dengan memperhatikan jenis permukaan yang dibersihkan.
- Pembersih enzim dapat menjadi pilihan untuk bau yang membandel, sedangkan mencampur pemutih dengan cuka atau bahan pembersih lain perlu dihindari karena dapat menghasilkan reaksi berbahaya.
Jakarta: Pipis kucing yang tidak segera dibersihkan dapat meninggalkan noda dan bau menyengat di dalam rumah. Aroma tersebut juga dapat membuat kucing kembali buang air di area yang sama.
Membersihkan bekas pipis kucing sebaiknya tidak hanya menghilangkan cairan yang terlihat, tetapi juga membantu mengurangi bau yang tertinggal pada permukaan. Sejumlah bahan yang mudah ditemukan di rumah dapat digunakan untuk membersihkan bekas pipis kucing.
Baking soda bisa membersihkan pipis kucing di rumah. Foto: Freepik
Berikut beberapa bahan yang dapat digunakan untuk membersihkan pipis kucing.
Setelah itu, bilas permukaan dengan kain yang telah dibasahi air bersih dan keringkan. Hindari menggunakan terlalu banyak air pada material yang mudah menyerap cairan, seperti karpet atau sofa, karena kelembapan yang tertinggal dapat memicu bau.
Semprotkan secukupnya pada area yang sudah dibersihkan, kemudian lap menggunakan kain bersih. Pastikan permukaan yang dibersihkan sesuai untuk penggunaan larutan cuka dan lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu.
Diamkan selama beberapa jam, kemudian bersihkan menggunakan penyedot debu atau lap sesuai jenis permukaan.
Baking soda sebaiknya tidak dibiarkan berada di area yang mudah dijangkau kucing agar tidak terjilat atau tertelan.
Hindari menggosok terlalu keras karena dapat membuat cairan semakin menyebar atau masuk lebih dalam ke serat karpet dan kain.
Setelah sebagian besar cairan terserap, bersihkan area dengan air secukupnya dan keringkan hingga benar-benar tidak lembap.
Gunakan sesuai petunjuk pada label dan pastikan produk aman untuk material yang akan dibersihkan. Pembersih enzim juga dapat dipertimbangkan untuk permukaan seperti karpet, sofa, atau kain yang menyerap urine.
Pembersih yang mengandung amonia juga sebaiknya dihindari untuk bekas urine kucing. Selain berpotensi menghasilkan bau yang menyengat, aroma yang menyerupai urine dapat membuat area tersebut tetap menarik bagi kucing.
Membersihkan pipis kucing sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Serap cairan, bersihkan permukaan, kemudian keringkan hingga tuntas. Jika bau tetap muncul atau kucing terus buang air di tempat yang sama, periksa kembali sumber bau dan kebersihan kotak pasir serta pertimbangkan konsultasi dengan dokter hewan jika perilaku tersebut berlangsung terus-menerus.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Membersihkan bekas pipis kucing sebaiknya tidak hanya menghilangkan cairan yang terlihat, tetapi juga membantu mengurangi bau yang tertinggal pada permukaan. Sejumlah bahan yang mudah ditemukan di rumah dapat digunakan untuk membersihkan bekas pipis kucing.
Bahan untuk membersihkan pipis kucing

Baking soda bisa membersihkan pipis kucing di rumah. Foto: Freepik
Berikut beberapa bahan yang dapat digunakan untuk membersihkan pipis kucing.
1. Air dan Sabun Cuci
Air dan sabun cuci dapat digunakan untuk membersihkan bekas pipis kucing pada permukaan yang tidak mudah rusak. Campurkan sedikit sabun dengan air, kemudian gunakan kain atau spons untuk membersihkan area yang terkena.Setelah itu, bilas permukaan dengan kain yang telah dibasahi air bersih dan keringkan. Hindari menggunakan terlalu banyak air pada material yang mudah menyerap cairan, seperti karpet atau sofa, karena kelembapan yang tertinggal dapat memicu bau.
2. Cuka Putih
Cuka putih dapat menjadi salah satu bahan rumah tangga untuk membantu mengurangi bau pada area yang terkena pipis kucing. Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, lalu masukkan ke dalam botol semprot.Semprotkan secukupnya pada area yang sudah dibersihkan, kemudian lap menggunakan kain bersih. Pastikan permukaan yang dibersihkan sesuai untuk penggunaan larutan cuka dan lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu.
3. Baking Soda
Baking soda dapat digunakan untuk membantu menyerap kelembapan dan mengurangi bau. Setelah area pipis dibersihkan dan dikeringkan, taburkan baking soda secukupnya pada permukaan yang terkena.Diamkan selama beberapa jam, kemudian bersihkan menggunakan penyedot debu atau lap sesuai jenis permukaan.
Baking soda sebaiknya tidak dibiarkan berada di area yang mudah dijangkau kucing agar tidak terjilat atau tertelan.
4. Air Bersih
Air bersih tetap menjadi bagian penting dalam proses membersihkan pipis kucing. Jika pipis masih baru, segera serap cairan menggunakan tisu atau kain sebelum membersihkan permukaannya.Hindari menggosok terlalu keras karena dapat membuat cairan semakin menyebar atau masuk lebih dalam ke serat karpet dan kain.
Setelah sebagian besar cairan terserap, bersihkan area dengan air secukupnya dan keringkan hingga benar-benar tidak lembap.
5. Pembersih Enzim
Pembersih enzim dapat menjadi pilihan ketika bau pipis kucing sulit dihilangkan. Produk jenis ini dirancang untuk membantu memecah senyawa organik yang terdapat dalam urine sehingga tidak hanya menutupi bau dengan pewangi.Gunakan sesuai petunjuk pada label dan pastikan produk aman untuk material yang akan dibersihkan. Pembersih enzim juga dapat dipertimbangkan untuk permukaan seperti karpet, sofa, atau kain yang menyerap urine.
Hindari pemutih dan pembersih berbasis amonia
Saat membersihkan pipis kucing, hindari mencampur berbagai bahan pembersih. Pemutih juga sebaiknya tidak dicampur dengan cuka atau bahan pembersih lainnya karena dapat menghasilkan reaksi kimia berbahaya.Pembersih yang mengandung amonia juga sebaiknya dihindari untuk bekas urine kucing. Selain berpotensi menghasilkan bau yang menyengat, aroma yang menyerupai urine dapat membuat area tersebut tetap menarik bagi kucing.
Membersihkan pipis kucing sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Serap cairan, bersihkan permukaan, kemudian keringkan hingga tuntas. Jika bau tetap muncul atau kucing terus buang air di tempat yang sama, periksa kembali sumber bau dan kebersihan kotak pasir serta pertimbangkan konsultasi dengan dokter hewan jika perilaku tersebut berlangsung terus-menerus.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)