COMMUNITY

Kemenekraf Dorong Anak Muda Manfaatkan AI untuk Kembangkan Kreativitas

Elang Riki Yanuar
Jumat 07 Agustus 2026 / 13:00
Ringkasnya gini..
  • Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong anak muda memanfaatkan AI untuk mengasah kreativitas dan memperluas jangkauan karya ke pasar global.
  • AI dinilai dapat membantu pelaku kreatif memahami audiens, mengembangkan karya, dan membangun komunikasi lebih relevan tanpa menggantikan kreativitas manusia.
  • Kementerian Ekonomi Kreatif menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab untuk memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia.
Jakarta: Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka ruang baru bagi anak muda Indonesia untuk mengembangkan kreativitas. Teknologi tersebut dinilai tidak hanya dapat digunakan untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga membantu menciptakan karya dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melihat pemanfaatan AI secara bertanggung jawab sebagai salah satu peluang untuk memperkuat daya saing industri kreatif nasional. Anak muda sebagai kelompok yang dekat dengan teknologi diharapkan dapat memanfaatkan perkembangan tersebut tanpa mengesampingkan kreativitas manusia.

Pandangan tersebut disampaikan Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dalam acara Grow with Braze Jakarta 2026 yang berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Neil menekankan bahwa perkembangan teknologi seharusnya berjalan beriringan dengan kemampuan manusia dalam membangun hubungan dan menghasilkan ide. Menurutnya, AI dapat menjadi alat pendukung untuk memahami kebutuhan audiens sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih relevan.

“Pemasaran kini tidak lagi sekadar mempromosikan produk. Pemasaran adalah tentang memahami manusia, membangun kepercayaan, dan menciptakan hubungan yang bermakna. AI perlu melengkapi dan memperkuat kreativitas manusia dengan membantu pelaku usaha memahami pelanggan secara lebih baik serta menghadirkan pengalaman yang lebih relevan dan bermakna,” ujar Neil.

Bagi ekosistem ekonomi kreatif, kemampuan memahami audiens menjadi semakin penting di tengah perubahan pola konsumsi digital. AI dapat membantu pelaku kreatif membaca data dan menemukan pola yang sebelumnya sulit dilakukan secara manual.
Namun, Neil mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut tetap membutuhkan pendekatan yang bertanggung jawab. Kreativitas manusia tetap menjadi bagian utama agar teknologi tidak sekadar menghasilkan sesuatu secara cepat, tetapi mampu menghadirkan karya yang memiliki karakter dan nilai.

Neil juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan perusahaan teknologi. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membantu pelaku ekonomi kreatif Indonesia memanfaatkan perkembangan AI sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat global.

“Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus mendorong penerapan AI secara bertanggung jawab dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, serta mitra teknologi. Upaya ini penting untuk membantu pelaku industri kreatif Indonesia memperluas jangkauan ke pasar global, meningkatkan daya saing, dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar,” lanjut Neil.

Neil menilai konsistensi dalam membangun cerita merek dan menjaga hubungan dengan pelanggan dapat membantu produk lokal tumbuh menjadi merek yang dipercaya.

Pemanfaatan teknologi kemudian dapat menjadi bagian dari proses tersebut. Platform berbasis AI memungkinkan pelaku usaha dan industri kreatif memahami audiens dengan lebih baik, menyusun komunikasi yang lebih relevan, serta membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih personal.

Pembahasan mengenai AI dan kreativitas tersebut berlangsung dalam Grow with Braze Jakarta 2026. Konferensi ini mempertemukan lebih dari 300 pemimpin senior dari bidang pemasaran, produk, dan pengalaman pelanggan untuk membahas perkembangan customer engagement di era AI.

Dalam acara yang sama, Braze mengumumkan bahwa Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga telah mengintegrasikan kapabilitas teknologinya ke dalam ekosistem digital masing-masing. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu menghadirkan komunikasi yang lebih personal dan relevan kepada pelanggan.

"Dengan mendukung pengalaman di dalam aplikasi yang lebih sederhana, kontekstual, aman, dan tepercaya, dengan eksperimen real-time serta tata kelola konten berbasis AI, integrasi ini akan membantu kami terus memahami kebutuhan pelanggan dan menyempurnakan layanan," kata Dedi Suherman, VP Digital Experience Telkomsel.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengembangkan komunikasi yang lebih personal dengan pelanggan. Pemanfaatannya mencakup sejumlah kanal digital, mulai dari aplikasi seluler, email hingga WhatsApp.

Perkembangan ekonomi digital Indonesia turut menjadi latar penting dalam pembahasan tersebut. Pertumbuhan penggunaan teknologi dan AI membuat kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting, termasuk bagi generasi muda yang ingin masuk dan berkembang di industri kreatif.

Bagi anak muda, perkembangan AI dapat menjadi kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai ide, mengembangkan karya, hingga menemukan cara baru dalam berkomunikasi dengan audiens. Namun, teknologi tetap perlu ditempatkan sebagai alat yang membantu proses kreatif, bukan menggantikan gagasan dan karakter pembuatnya.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

MOST SEARCH