COMMUNITY

Perkuat Ekosistem Wisata Medis Global, JEC di Bali Usung Konsep ‘Blue Hospital’

Yuni Yuli Yanti
Senin 16 Februari 2026 / 07:00
Ringkasnya gini..
  • JEC Eye Hospitals and Clinics hadir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.
  • Konsep ‘Blue Hospital’ berstandar global akan menjadi pionir layanan medis khusus mata di kawasan tersebut.
  • JEC Bali @Sanur ditargetkan rampung pada 2027, dan akan melayani 30.000 kunjungan pada tahun pertama operasionalnya.
Jakarta: Kehadiran JEC Eye Hospitals and Clinics di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, menguatkan peran Bali dan Indonesia sebagai destinasi utama dalam ranah wisata kesehatan dunia.

Mengusung konsep ‘Blue Hospital’ berstandar global, JEC BALI @Sanur disiapkan menjadi sentra kesehatan rujukan yang berdiri di atas lahan berukuran 6.200 meter persegi dengan infrastruktur bangunan berluas keseluruhan 12.000 meter persegi.

JEC Bali @Sanur ditargetkan rampung pada 2027, dan akan melayani 30.000 kunjungan pada tahun pertama operasionalnya.

Selain pasar lokal Bali, JEC BALI @Sanur juga menyasar pasar domestik Indonesia, menengah ke atas dan komunitas ekspatriat, serta pasien dari mancanegara.

"Melalui konsep ‘Blue Hospital’ yang akan diimplementasikan, kami berharap pasien di JEC BALI @Sanur tidak hanya mendapatkan kesembuhan medis, tetapi juga pengalaman 'healing' yang menyeluruh berkat dukungan sistem bangunan cerdas dan lingkungan yang ramah," ujar DR. Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K), Presiden Direktur JEC Group sekaligus Presiden Direktur PT Nitra Sanata Bali (NSB) yang menaungi JEC BALI @Sanur.


(Seremoni peletakan batu pertama pembangunan JEC BALI @ Sanur turut dihadiri Presiden Direktur JEC Group dan Presiden Direktur PT NSB, DR. Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K); Gubernur Bali, Dr. Ir. I wayan Koster, M.M.; dan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat. Foto: Dok. Istimewa)
 

Blue Hospital: Perpaduan ekosistem pintar dan keberlanjutan

JEC BALI @ Sanur hadir dengan konsep 'Blue Hospital', sebuah pendekatan desain dan operasional rumah sakit masa depan yang menyatukan prinsip ‘smart’ (pintar) dan ‘green’ (hijau) secara utuh.

Konsep ini dikembangkan oleh Deerns, konsultan engineering dan perancang fasilitas kesehatan global, yang menitikberatkan pada enam aspek inti yakni sentralitas pasien, hasil kesehatan yang optimal, efisiensi biaya, kesejahteraan manusia (baik pasien maupun tenaga medis), keberlanjutan lingkungan, serta kecerdasan bangunan/building smartness.

"Tujuan menciptakan ekosistem penyembuhan (healing environment) yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga humanis," jelas Dr. Johan.

Secara operasional, JEC BALI @Sanur akan bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, manusia - mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan pasien serta staf medis untuk menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas layanan.

Kedua, keberlanjutan - mengintegrasikan sistem hemat energi dan penggunaan material ramah lingkungan guna menekan jejak karbon. Ketiga, efisiensi - menggunakan data real-time untuk meningkatkan reliabilitas layanan.

Adapun dari segi fasilitas, JEC BALI @Sanur akan menyediakan layanan komprehensif, antara lain: FLACS (Semi-robotic Cataract Surgery), SMILE PRO, LASIK & Implantable Collamer Lens (ICL), Glaucoma,  Vitreo-retina, Myopia Control Center, dan Dry Eye Center(perawatan mata kering).

"Hadirnya JEC BALI @Sanur bukan sekadar penambahan satu sarana kesehatan semata, tetapi tentang membangun ekosistem kesehatan mata yang berkelanjutan dan inklusif. Kami berharap berdirinya JEC BALI @Sanur di KEK Sanur dapat mengurangi tren medical outbound di kalangan masyarakat, sekaligus menarik wisatawan mancanegara, sehingga Indonesia semakin dipercaya sebagai sentra kesehatan mata dunia yang mumpuni," tutup Dr. Johan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(yyy)

MOST SEARCH