COMMUNITY
Umrah Presisi Jadi Kado Istimewa untuk Lansia Pejuang Keluarga
Elang Riki Yanuar
Sabtu 29 Agustus 2026 / 12:00
- Bi Heni, lansia asal Bogor, mendapat hadiah umrah gratis melalui Program Umroh Presisi setelah puluhan tahun berjuang menghidupi keluarga.
- Perjuangan Bi Heni sejak usia 9 tahun berbuah manis setelah ia mendapat kesempatan umrah gratis sebagai tamu Allah pada September 2026.
- Kapolres Bogor memberikan tali asih kepada Bi Heni menjelang umrah, melengkapi apresiasi atas perjuangannya menyekolahkan empat anak hingga SMA.
Jakarta: Kisah perjuangan seorang lansia asal Kampung Pisang, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian melalui sebuah kado istimewa. Heni Yawati, atau akrab disapa Bi Heni, menerima kesempatan menunaikan ibadah umrah secara gratis melalui Program Umroh Presisi.
Program tersebut digagas Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia dan memberikan kesempatan kepada Bi Heni untuk menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Hadiah umrah itu diberikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap perjuangan Bi Heni selama menjalani kehidupannya.
Menjelang keberangkatannya, Bi Heni mengikuti acara Walimatus Safar atau tasyakuran umrah di Musholah Nur Hikmah, Kampung Pisang, RT 03 RW 07, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Acara tersebut turut dirangkai dengan pengajian rutin jamaah arisan mingguan warga.
Suasana semakin hangat dengan kehadiran Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si. yang datang bersama Kasat Binmas Polres Bogor AKP Nimrod. Kedatangan keduanya disambut antusias oleh masyarakat yang turut mendoakan kelancaran perjalanan Bi Heni ke Tanah Suci.
Tidak sekadar menghadiri tasyakuran, AKBP Wikha juga memberikan tali asih berupa uang saku kepada Bi Heni. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan Bi Heni selama menjalankan rangkaian ibadah di Mekkah dan Madinah.
"Ini ada sedikit rezeki untuk Bi Heni, semoga bermanfaat untuk keperluan selama Umroh di Mekkah dan Madinah," ujar AKBP Wikha.
Kapolres Bogor kemudian mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah umrah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan secara materi. Menurutnya, ketika seseorang mendapat kesempatan menjadi tamu Allah, selalu ada jalan yang diberikan untuk mewujudkannya.
"Secara nalar dan logika, orang mampu itu banyak. Namun ketika siapapun yang sudah ditakdirkan menjadi tamu Allah untuk ke Tanah Suci Mekkah, tidak ada yang mustahil. Salah satu contohnya adalah Bi Heni ini," imbuhnya.
Bagi Bi Heni, kesempatan tersebut terasa semakin bermakna karena perjalanan hidupnya penuh perjuangan. Perempuan kelahiran 17 Agustus 1968 itu diketahui tidak dapat melanjutkan pendidikan setelah duduk di kelas 2 SD. Sejak usia 9 tahun, Bi Heni telah bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.
Meski harus bekerja sejak usia sangat muda, Bi Heni tetap berusaha memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Dari hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun sebagai ART, ia berhasil menyekolahkan keempat anaknya hingga menyelesaikan pendidikan tingkat SMA.
Di usia ke-58 tahun, perjuangan panjang tersebut mendapatkan hadiah yang tidak pernah disangka sebelumnya. Kesempatan menjalankan ibadah umrah melalui Program Umroh Presisi menjadi kado istimewa bagi Bi Heni, sekaligus bentuk apresiasi atas ketekunannya dalam bekerja dan menafkahi keluarga.
Dengan mata berkaca-kaca, Bi Heni menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepadanya. Ia mengaku tidak mampu membalas kebaikan yang telah diterimanya dan menyerahkan balasan tersebut kepada Allah.
"Terima kasih banyak Pak Kapolres. Saya tidak bisa membalas. Biar Allah yang membalas kebaikan dan perhatian Bapak kepada saya," tutur Bi Heni.
Bi Heni dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada Rabu, 2 September 2026. Warga Kampung Pisang pun turut memberikan doa agar perjalanan umrah tersebut berjalan lancar dan Bi Heni dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk.
Tasyakuran kemudian ditutup dengan pengajian dan makan bersama nasi liwet di atas daun pisang. Tradisi Sunda Ngeliwet tersebut menjadi penutup sederhana sekaligus hangat untuk melepas Bi Heni menuju perjalanan spiritualnya.
Hadir dalam acara tersebut Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Kasat Binmas AKP Nimrod, Ketua DKM Mushola Nur Hikmah H. Abdul Rozaq, penceramah KH. Burhanudin, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Kampung Pisang.
Kisah Bi Heni menjadi gambaran bahwa kebaikan dapat hadir melalui berbagai cara dan diberikan kepada siapa saja. Perjalanan hidupnya dari bekerja sejak usia 9 tahun hingga berhasil menyekolahkan keempat anaknya menjadi kisah keteguhan yang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berbagi dan peduli kepada para lansia yang telah berjuang untuk keluarganya.
(ELG)
Program tersebut digagas Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia dan memberikan kesempatan kepada Bi Heni untuk menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Hadiah umrah itu diberikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap perjuangan Bi Heni selama menjalani kehidupannya.
Menjelang keberangkatannya, Bi Heni mengikuti acara Walimatus Safar atau tasyakuran umrah di Musholah Nur Hikmah, Kampung Pisang, RT 03 RW 07, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Acara tersebut turut dirangkai dengan pengajian rutin jamaah arisan mingguan warga.
Suasana semakin hangat dengan kehadiran Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si. yang datang bersama Kasat Binmas Polres Bogor AKP Nimrod. Kedatangan keduanya disambut antusias oleh masyarakat yang turut mendoakan kelancaran perjalanan Bi Heni ke Tanah Suci.
Tidak sekadar menghadiri tasyakuran, AKBP Wikha juga memberikan tali asih berupa uang saku kepada Bi Heni. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan Bi Heni selama menjalankan rangkaian ibadah di Mekkah dan Madinah.
"Ini ada sedikit rezeki untuk Bi Heni, semoga bermanfaat untuk keperluan selama Umroh di Mekkah dan Madinah," ujar AKBP Wikha.
Kapolres Bogor kemudian mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah umrah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan secara materi. Menurutnya, ketika seseorang mendapat kesempatan menjadi tamu Allah, selalu ada jalan yang diberikan untuk mewujudkannya.
"Secara nalar dan logika, orang mampu itu banyak. Namun ketika siapapun yang sudah ditakdirkan menjadi tamu Allah untuk ke Tanah Suci Mekkah, tidak ada yang mustahil. Salah satu contohnya adalah Bi Heni ini," imbuhnya.
Bagi Bi Heni, kesempatan tersebut terasa semakin bermakna karena perjalanan hidupnya penuh perjuangan. Perempuan kelahiran 17 Agustus 1968 itu diketahui tidak dapat melanjutkan pendidikan setelah duduk di kelas 2 SD. Sejak usia 9 tahun, Bi Heni telah bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.
Meski harus bekerja sejak usia sangat muda, Bi Heni tetap berusaha memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Dari hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun sebagai ART, ia berhasil menyekolahkan keempat anaknya hingga menyelesaikan pendidikan tingkat SMA.
Di usia ke-58 tahun, perjuangan panjang tersebut mendapatkan hadiah yang tidak pernah disangka sebelumnya. Kesempatan menjalankan ibadah umrah melalui Program Umroh Presisi menjadi kado istimewa bagi Bi Heni, sekaligus bentuk apresiasi atas ketekunannya dalam bekerja dan menafkahi keluarga.
Dengan mata berkaca-kaca, Bi Heni menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepadanya. Ia mengaku tidak mampu membalas kebaikan yang telah diterimanya dan menyerahkan balasan tersebut kepada Allah.
"Terima kasih banyak Pak Kapolres. Saya tidak bisa membalas. Biar Allah yang membalas kebaikan dan perhatian Bapak kepada saya," tutur Bi Heni.
Bi Heni dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada Rabu, 2 September 2026. Warga Kampung Pisang pun turut memberikan doa agar perjalanan umrah tersebut berjalan lancar dan Bi Heni dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk.
Tasyakuran kemudian ditutup dengan pengajian dan makan bersama nasi liwet di atas daun pisang. Tradisi Sunda Ngeliwet tersebut menjadi penutup sederhana sekaligus hangat untuk melepas Bi Heni menuju perjalanan spiritualnya.
Hadir dalam acara tersebut Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Kasat Binmas AKP Nimrod, Ketua DKM Mushola Nur Hikmah H. Abdul Rozaq, penceramah KH. Burhanudin, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Kampung Pisang.
Kisah Bi Heni menjadi gambaran bahwa kebaikan dapat hadir melalui berbagai cara dan diberikan kepada siapa saja. Perjalanan hidupnya dari bekerja sejak usia 9 tahun hingga berhasil menyekolahkan keempat anaknya menjadi kisah keteguhan yang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berbagi dan peduli kepada para lansia yang telah berjuang untuk keluarganya.
(ELG)