COMMUNITY
Bersih-Bersih Pantai Ancol dan Edukasi Daur Ulang Sampah
A. Firdaus
Kamis 29 Oktober 2026 / 14:16
- Aksi bersih-bersih Pantai Ancol mengajak generasi muda memilah sampah dan mengenal proses daur ulang agar lingkungan lebih terjaga.
- Kawasan wisata pantai ini merupakan ruang publik yang dikunjungi masyarakat dari berbagai generasi.
- Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan kembali material hasil daur ulang.
Jakarta: Menjaga kebersihan pantai bukan sekadar memungut sampah yang berserakan. Lebih dari itu, masyarakat juga perlu memahami bagaimana sampah dipilah, dikelola, hingga dapat dimanfaatkan kembali. Semangat tersebut mewarnai kegiatan bersih-bersih pantai atau Beach Clean Up di Ancol, Jakarta, pada 28 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar PT Sinar Sosro Gunung Slamat melalui Kampanye Generasi Prima 2026 ini melibatkan generasi muda untuk ikut menjaga lingkungan sekaligus mengenal pentingnya pengelolaan sampah. Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, aksi tersebut menjadi ajakan untuk memulai kepedulian dari lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan ini, sampah yang terkumpul akan dikelola oleh Ancol dan Sosro DAURI (Daur Untuk Negeri). Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemilahan kemasan bekas pakai sejak dari sumber, termasuk botol plastik, kotak karton minuman, dan alat makan sekali pakai.
Head of Marcomm dan PR Sinar Sosro Gunung Slamat, Devyana Tarigan, mengatakan kegiatan bersih-bersih pantai tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai proses pengelolaannya.
Menurut dia, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan kembali material hasil daur ulang. Salah satu contohnya adalah sampah karton yang dapat diolah menjadi material PolyAl, kemudian dimanfaatkan untuk membuat produk bernilai guna seperti meja sekolah dan kotak pengumpul sampah atau dropbox.
"Dengan demikian, Beach Clean Up tidak berhenti pada mengumpulkan sampah, tetapi juga mengenalkan kepada generasi muda bagaimana sampah dapat dipilah, dikelola, dan dimanfaatkan kembali," ujar Devyana.
Pemilihan Ancol sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Kawasan wisata pantai ini merupakan ruang publik yang dikunjungi masyarakat dari berbagai generasi sehingga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama.
Direktur Komersial PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Rahmaniar, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik agar tetap nyaman dinikmati masyarakat.
"Ancol adalah ruang publik yang dinikmati lintas generasi. Generasi muda memiliki peran penting untuk ikut menjaganya. Karena itu, kami menyambut baik kegiatan yang mengajak pemuda memulai aksi positif menjaga lingkungan dari sampah," kata Rahmaniar.
Kegiatan ini sekaligus melanjutkan hubungan kerja sama antara Ancol dan Sosro yang telah terjalin selama lebih dari 30 tahun.
Devyana berharap, kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, memilah kemasan bekas pakai, hingga memahami bahwa sejumlah material masih dapat didaur ulang.
Melalui kegiatan tersebut, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti setelah aksi bersih-bersih selesai, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
(FIR)
Kegiatan yang digelar PT Sinar Sosro Gunung Slamat melalui Kampanye Generasi Prima 2026 ini melibatkan generasi muda untuk ikut menjaga lingkungan sekaligus mengenal pentingnya pengelolaan sampah. Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, aksi tersebut menjadi ajakan untuk memulai kepedulian dari lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan ini, sampah yang terkumpul akan dikelola oleh Ancol dan Sosro DAURI (Daur Untuk Negeri). Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemilahan kemasan bekas pakai sejak dari sumber, termasuk botol plastik, kotak karton minuman, dan alat makan sekali pakai.
Head of Marcomm dan PR Sinar Sosro Gunung Slamat, Devyana Tarigan, mengatakan kegiatan bersih-bersih pantai tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai proses pengelolaannya.
Menurut dia, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan kembali material hasil daur ulang. Salah satu contohnya adalah sampah karton yang dapat diolah menjadi material PolyAl, kemudian dimanfaatkan untuk membuat produk bernilai guna seperti meja sekolah dan kotak pengumpul sampah atau dropbox.
"Dengan demikian, Beach Clean Up tidak berhenti pada mengumpulkan sampah, tetapi juga mengenalkan kepada generasi muda bagaimana sampah dapat dipilah, dikelola, dan dimanfaatkan kembali," ujar Devyana.
Menjaga Pantai Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Pemilihan Ancol sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Kawasan wisata pantai ini merupakan ruang publik yang dikunjungi masyarakat dari berbagai generasi sehingga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama.
Direktur Komersial PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Rahmaniar, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik agar tetap nyaman dinikmati masyarakat.
"Ancol adalah ruang publik yang dinikmati lintas generasi. Generasi muda memiliki peran penting untuk ikut menjaganya. Karena itu, kami menyambut baik kegiatan yang mengajak pemuda memulai aksi positif menjaga lingkungan dari sampah," kata Rahmaniar.
Kegiatan ini sekaligus melanjutkan hubungan kerja sama antara Ancol dan Sosro yang telah terjalin selama lebih dari 30 tahun.
Devyana berharap, kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, memilah kemasan bekas pakai, hingga memahami bahwa sejumlah material masih dapat didaur ulang.
Melalui kegiatan tersebut, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti setelah aksi bersih-bersih selesai, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
(FIR)