Masalahnya, kebiasaan serba instan ini juga membuat sampah di kamar kos cepat menumpuk. Plastik makanan, botol minuman, kantong belanja, sampai kemasan berbagai produk akhirnya jadi limbah yang sulit terurai dan ikut berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan.
Dilansir dari laman Aliansi Zero Waste Indonesia pada Sabtu, 3 Oktober 2026, ramah lingkungan tidak harus langsung melakukan perubahan besar. Anak kos bisa mulai dari kebiasaan kecil yang gampang dilakukan setiap hari. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.
1. Bikin Zero Waste Kit dari Barang yang Sudah Ada
Langkah pertama yang paling gampang adalah menyiapkan zero waste kit, yaitu sekumpulan barang yang bisa digunakan berulang kali untuk mengurangi penggunaan produk sekali pakai, seperti tumbler, kotak makan, tas belanja, sapu tangan, sendok-garpu, atau sedotan reusable jika memang dibutuhkan.
Kebiasaan membawa barang-barang tersebut saat bepergian bisa mengurangi penggunaan botol plastik, kantong belanja, hingga kemasan makanan sekali pakai.
2. Pertimbangkan Produk Menstruasi yang Bisa Dipakai Ulang
Bagi perempuan, produk menstruasi juga bisa menjadi salah satu sumber sampah rumah tangga. Pembalut sekali pakai umumnya mengandung material yang membutuhkan waktu lama untuk terurai. Sebagai alternatif, ada menstrual pad atau pembalut kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali. Pilihan lainnya adalah menstrual cup berbahan silikon yang juga bisa digunakan berulang kali.
Namun, produk menstruasi bukan sesuatu yang harus dipaksakan. Pilih yang paling nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
3. Jangan Sampai Flash Sale Bikin Kalap
Jangan membeli barang hanya karena harganya sedang diskon atau harga yang murah, padahal tidak dibutuhkan. Semakin banyak barang yang dibeli, semakin banyak juga kemasan dan barang yang berpotensi menjadi sampah.
Mengurangi belanja impulsif bukan cuma bikin pengeluaran lebih aman, tetapi juga membantu mengurangi konsumsi barang yang sebenarnya nggak diperlukan.
4. Sesekali Masak Sendiri
Pesan makanan online memang penyelamat ketika lapar dan sedang malas keluar kamar. Tapi jika dilakukan hampir setiap hari, sampah kemasan bisa menumpuk. Karena itu, coba sisihkan waktu untuk memasak sendiri.
Selain mengurangi kemasan sekali pakai, memasak sendiri juga bisa membantu mengontrol bahan makanan dan pengeluaran.
5. Mulai Pilah Sampah
Kalau di lingkungan kos sudah tersedia tempat sampah terpilah, manfaatkan fasilitas tersebut untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya. Pemilahan dari sumber membuat sampah lebih mudah dikelola dan memungkinkan material tertentu untuk didaur ulang. (Wisa Irena Br Sitepu)