Inovasi Siswa untuk mengatasi masalah lingkungan. Foto: Istimewa.
Inovasi Siswa untuk mengatasi masalah lingkungan. Foto: Istimewa.

Anak Muda Mulai Berinovasi untuk Atasi Persoalan Lingkungan

Arif Wicaksono • 02 Oktober 2026 20:04
Ringkasnya gini..
  • Persoalan lingkungan hidup, mulai dari sampah hingga keterbatasan akses air bersih, mendorong generasi muda untuk mencari solusi melalui inovasi.
  • Puluhan siswa tersebut merupakan finalis program Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition, hasil kolaborasi BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI).
Jakarta: Persoalan lingkungan hidup, mulai dari sampah hingga keterbatasan akses air bersih, mendorong generasi muda untuk mencari solusi melalui inovasi. Sebanyak 50 siswa SMA dari Jabodetabek mengembangkan berbagai gagasan untuk menjawab tantangan lingkungan dan sosial melalui ajang National Innovation Challenge yang digelar di kantor BASF Indonesia, Jakarta.

Puluhan siswa tersebut merupakan finalis program Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition, hasil kolaborasi BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI). Sejak April 2026, program ini telah melibatkan 100 siswa yang terbagi dalam 20 tim dari 16 SMA di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Melalui program tersebut, para siswa diajak mengenali persoalan di lingkungan sekolah dan masyarakat, kemudian mengembangkan ide yang berpotensi menjadi solusi. Isu yang mereka angkat beragam, mulai dari limbah makanan, sampah tekstil dan organik, pencemaran lingkungan, keterbatasan air bersih, hingga kebutuhan energi alternatif.
 
Alih-alih hanya mempelajari persoalan lingkungan secara teori, peserta didorong untuk merancang inovasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ide yang dikembangkan mencakup produk berbahan material sisa, perangkat berbasis teknologi, hingga platform digital untuk mendukung perilaku yang lebih ramah lingkungan. Dalam prosesnya, para siswa menggunakan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) untuk menghubungkan pengetahuan sains, teknologi, dan kreativitas dengan persoalan nyata di sekitar mereka.

National Innovation Challenge menjadi tahap akhir bagi para peserta untuk mempresentasikan solusi yang telah mereka kembangkan. Di hadapan dewan juri dari kalangan dunia usaha, pendidikan, dan praktisi keberlanjutan, setiap tim menjelaskan persoalan yang ingin diatasi, manfaat inovasi, target pengguna, serta rencana pengembangan prototipe.

Para peserta juga memperoleh masukan dari dewan juri untuk menyempurnakan gagasan mereka dan meningkatkan peluang penerapannya di masyarakat. Inovasi yang dipresentasikan mencakup enam tema, yakni aksi iklim, air dan sanitasi, konsumsi bertanggung jawab, ekonomi sirkular dan pengurangan limbah, energi berkelanjutan, serta solusi digital untuk keberlanjutan.

Sejumlah tim memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), sensor, aplikasi digital, dan analisis data untuk mengembangkan solusi. Ada pula gagasan yang berfokus pada pemanfaatan kembali material sisa agar memiliki nilai tambah sekaligus mengurangi limbah.

Kasubtim Peserta Didik, Direktorat SMA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Rurry Fatchurrachman, mengatakan kegiatan semacam ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran guna menjawab persoalan di masyarakat.

"Program ini memberi ruang bagi siswa untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi nyata yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Melalui proses mengenali persoalan dan mengembangkan solusi, siswa mengasah penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi," ungkap Rurry.

Menurut dia, pengalaman tersebut sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mewujudkan delapan dimensi profil lulusan.

Dari Gagasan Menjadi Solusi Lingkungan

Presiden Direktur BASF Indonesia, Dr. Christofer Arisandy, menilai keterlibatan generasi muda diperlukan untuk mendukung peralihan menuju perekonomian yang lebih berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya membutuhkan kemajuan teknologi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengenali masalah dan menciptakan solusi yang bermanfaat.

Melalui program Young Voices for a Sustainable Future, siswa didorong untuk melihat persoalan sehari-hari sebagai peluang untuk berinovasi. Riset, kreativitas, dan kolaborasi menjadi bagian dari proses untuk mengembangkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Transisi menuju perekonomian yang lebih berkelanjutan memerlukan lebih dari sekadar kemajuan teknologi. Diperlukan pula generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memahami berbagai tantangan di sekitarnya, mengidentifikasi peluang dan menciptakan nilai tambah, serta menghadirkan solusi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Christofer.

Program ini menggunakan pendekatan design thinking, yakni metode pengembangan solusi yang dimulai dengan mengamati kondisi di sekitar, memahami kebutuhan pihak yang terdampak, dan menentukan persoalan yang perlu diselesaikan.

Setelah merumuskan masalah, peserta melakukan riset, menyusun konsep inovasi, dan mengembangkan proposal secara berkelompok. Mentor dari BASF turut mendampingi proses tersebut, termasuk membantu siswa mempertajam perumusan masalah, mengenali calon pengguna, serta merencanakan pengembangan prototipe.

Selain menghasilkan gagasan inovatif, proses ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi mereka dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, mengatakan generasi muda perlu mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses mencari solusi atas persoalan lingkungan.

"Generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar informasi tentang masalah lingkungan. Mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu penyebab masalah, mencoba berbagai gagasan, bekerja sama, menerima masukan, dan memperbaiki solusi yang mereka kembangkan," ujar Utami.

Menurut dia, pengalaman tersebut membantu siswa memahami bahwa pengetahuan yang dipelajari di sekolah dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Proses itu sekaligus membangun keterampilan dan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi tantangan pada masa depan.

Siswa Jakarta Kembangkan Teknologi Penghasil Air dari Udara

Salah satu inovasi yang muncul dalam kompetisi ini adalah O2H: Atmospheric Water Harvesting System, karya Tim Gen V dari SMAN 21 Jakarta yang terpilih sebagai pemenang National Innovation Challenge.

Tim tersebut mengangkat persoalan keterbatasan akses air bersih yang dihadapi sebagian rumah tangga dan komunitas, terutama ketika musim kemarau. Sebagai respons, mereka merancang perangkat ringkas yang ditujukan untuk menghasilkan air dari kelembapan udara melalui proses penyaringan dan sterilisasi.

Perwakilan Tim Gen V, Muhammad Rizqi Sugianto, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari kepedulian tim terhadap kebutuhan air bersih di masyarakat. "O2H: Atmospheric Water Harvesting System berawal dari kepedulian kami terhadap keterbatasan akses air bersih yang dialami sejumlah rumah tangga dan komunitas, terutama saat musim kemarau. Karena itu, kami merancang perangkat ringkas yang dapat mengubah kelembapan udara menjadi air bersih melalui proses penyaringan dan sterilisasi," kata Rizqi.

Dia mengatakan pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk terus belajar dan menyempurnakan inovasi agar berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui program ini, BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia berupaya membuka ruang bagi siswa untuk terlibat dalam upaya mengatasi persoalan lingkungan dan sosial. Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana proses belajar, ketika dihubungkan dengan masalah nyata, dapat menjadi titik awal bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi yang berkelanjutan. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan