COMMUNITY

PAWFORIA 2026, Saat Pencinta Kucing Berkumpul dan Belajar Jadi Pawrents yang Lebih Bertanggung Jawab

A. Firdaus
Selasa 07 Juli 2026 / 17:13
Ringkasnya gini..
  • PAWFORIA 2026 menjadi ruang bertemunya komunitas, tenaga medis, serta para pemilik hewan peliharaan
  • Kegiatan seperti PAWFORIA menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai kesehatan hewan.
  • PDHI Jawa Barat V akan menggelar Fun International Cat Show pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Bogor: Dunia pencinta kucing atau cat lovers di Indonesia terus berkembang. Hal itu terlihat dari antusiasme ratusan pawrents yang memadati gelaran PAWFORIA 2026 di Living World Kota Wisata, Kabupaten Bogor, Minggu, 5 Juli 2026.

Sejak siang hingga sore, para pengunjung datang bersama anabul kesayangan mereka untuk mengikuti berbagai aktivitas. Mulai dari kompetisi, konsultasi kesehatan bersama dokter hewan, hingga berbagi pengalaman dengan sesama anggota komunitas pencinta kucing.

Mengusung konsep edukasi dan hiburan, PAWFORIA 2026 menjadi ruang bertemunya komunitas, tenaga medis, serta para pemilik hewan peliharaan dalam membangun budaya memelihara kucing yang lebih bertanggung jawab.
 

Kegiatan ini melibatkan Komunitas Djaboers dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V. Hadir sebagai narasumber antara lain drh. Adenan Abdillah, drh. Maryori Firdaus, dan drh. Vina Suprapto Putri.
 

Tren memelihara anabul terus meningkat


Humas PDHI Jawa Barat V, drh. Adenan Abdillah, menilai perkembangan komunitas pencinta hewan di Indonesia semakin pesat. Menurutnya, fenomena membawa kucing menggunakan stroller ke pusat perbelanjaan kini sudah menjadi pemandangan yang lumrah.

"Kalau dulu kita jarang melihat orang membawa stroller berisi kucing ke pusat perbelanjaan, sekarang hal itu sudah menjadi pemandangan yang biasa. Ini menunjukkan ekosistem pecinta hewan terus berkembang," ujarnya.

Drh. Adenan mengatakan, kegiatan seperti PAWFORIA menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai kesehatan hewan. Pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan dokter hewan, mengikuti sesi edukasi singkat, hingga berdiskusi mengenai pola perawatan yang tepat.

Menurutnya, edukasi penting agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi mengenai kesehatan hewan yang beredar di media sosial tanpa dasar ilmiah.
 

Memelihara kucing adalah komitmen


Dalam sesi edukasi, drh. Adenan mengingatkan bahwa memelihara kucing bukan sekadar mengikuti tren, tetapi membutuhkan komitmen jangka panjang. Pemilik perlu memahami karakter setiap ras, kebutuhan nutrisi, biaya perawatan, hingga kesiapan memberikan perhatian sepanjang hidup hewan peliharaan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya memilih makanan berdasarkan harga atau promosi, tetapi memperhatikan kandungan gizinya.


Humas PDHI Jawa Barat V, drh. Adenan Abdillah. Dok. A. Firdaus/Medcom

"Kucing membutuhkan protein yang tinggi. Karena itu pemilik perlu memperhatikan bahan utama makanan, apakah menggunakan protein berkualitas atau hanya by-product yang nilai gizinya lebih rendah," jelas drh. Adenan.

Selain itu, ia menyarankan setiap pawrents memiliki lebih dari satu dokter hewan sebagai rujukan apabila menghadapi kondisi darurat maupun membutuhkan pendapat medis tambahan.
 

Komunitas jadi tempat saling belajar


Perwakilan Komunitas Djaboers, Shania Hafsah, mengatakan PAWFORIA menjadi wadah bagi para pencinta kucing untuk saling bertukar pengalaman mengenai kesehatan, pola perawatan, hingga karakter masing-masing jenis kucing.

Menurutnya, kehadiran dokter hewan dalam acara seperti ini juga memudahkan pemilik memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi anabul mereka.
 

Lomba seru curi perhatian pengunjung


Selain menghadirkan edukasi, PAWFORIA 2026 juga dimeriahkan berbagai kompetisi yang menghibur. Mulai dari Paw Fashion Week (Best Cat Costume), Cat Eating Challenge, Most Photogenic Duo, hingga Pawforia Cat Photo Contest 2026.

Salah seorang peserta, Caca, membawa kucing Persia bernama Cirin untuk mengikuti Cat Eating Challenge. Ia mengatakan, merawat kucing berbulu panjang membutuhkan perhatian khusus agar bulunya tetap sehat.


Caca dan kucingnya, Cirin peserta eat challenge. Dok. A. Firdaus/Medcom 

"Perawatannya sebenarnya rutin saja. Disisir setiap hari dan menggunakan sampo khusus untuk kucing berbulu panjang," ujarnya.

Menurut Caca, Cirin juga sudah terbiasa mengikuti berbagai kegiatan komunitas sehingga tidak kesulitan beradaptasi saat mengikuti lomba.
 

Cat show internasional siap digelar


Dalam kesempatan yang sama, drh. Adenan juga mengumumkan PDHI Jawa Barat V akan menggelar Fun International Cat Show pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Ajang tersebut akan menghadirkan juri internasional dari Amerika Serikat, seminar ilmiah bagi dokter hewan, pameran produk hewan peliharaan, hingga kompetisi yang terbuka bagi peserta dari dalam maupun luar negeri.

Melalui kegiatan seperti PAWFORIA, penyelenggara berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa memelihara hewan bukan sekadar hobi, melainkan bentuk tanggung jawab yang membutuhkan pengetahuan, komitmen, dan kepedulian terhadap kesejahteraan satwa.

"Kalau memelihara anabul dilakukan dengan pengetahuan yang benar, maka kita bisa hidup berdampingan dengan lebih sehat, nyaman, dan memberikan kualitas hidup terbaik bagi mereka," tutup drh. Adenan Abdillah.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH