COMMUNITY

Bukan Sekadar Melukis, Cara Puteri Indonesia Kebudayaan Bangun Percaya Diri Anak Yatim

A. Firdaus
Jumat 03 Juli 2026 / 07:18
Ringkasnya gini..
  • Di tengah mereka, Nilam Onasis Sahputri, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026, tidak datang hanya sebagai tamu kehormatan.
  • Bagi Nilam, kegiatan tersebut bukan sekadar belajar melukis.
  • Nilam meyakini bahwa pelestarian budaya tidak selalu dimulai dari panggung besar atau pertunjukan megah.
Jakarta: Tangan-tangan kecil itu menggenggam kuas dengan penuh kehati-hatian. Sebagian masih ragu memilih warna, sebagian lain mulai memenuhi kanvas dengan langit biru, bunga, hingga siluet pepohonan. Di ruang itu, setiap sapuan warna bukan sekadar menghasilkan lukisan, tetapi juga menjadi ruang bagi lahirnya keberanian, harapan, dan rasa percaya diri.

Suasana hangat itu terlihat di sebuah sanggar lukis yang dipenuhi puluhan anak dari panti asuhan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Mereka mendapat kesempatan belajar melukis, mengenal dunia seni, sekaligus menikmati pengalaman baru di luar lingkungan panti asuhan.

Di tengah mereka, Nilam Onasis Sahputri, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026, tidak datang hanya sebagai tamu kehormatan. Ia memilih duduk bersama anak-anak, membantu mencampurkan warna, mengajarkan cara menggunakan kuas, mendengarkan cerita di balik setiap gambar, hingga memberikan apresiasi atas setiap karya yang lahir dari imajinasi mereka.
Bagi Nilam, kegiatan tersebut bukan sekadar belajar melukis. Seni merupakan ruang untuk membangun karakter, menumbuhkan kreativitas, sekaligus menghadirkan rasa percaya diri agar anak-anak berani mengenali potensi yang mereka miliki.

Berbagai penelitian di bidang pendidikan dan psikologi menunjukkan bahwa aktivitas seni dapat membantu meningkatkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, pengelolaan emosi, hingga membangun rasa percaya diri anak. Karena itu, menurut Nilam, memberikan ruang berekspresi kepada anak sama pentingnya dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar dan berkembang.

"Tidak semua anak membutuhkan hadiah. Sebagian hanya membutuhkan seseorang yang percaya bahwa mereka mampu. Ketika mereka berani melukis, sesungguhnya mereka sedang belajar berani bermimpi dan percaya pada dirinya sendiri," ujar Nilam.

Selama kegiatan berlangsung, suasana dipenuhi tawa dan antusiasme. Beragam karya berhasil diselesaikan, mulai dari pemandangan alam, bunga, langit senja, hingga lukisan abstrak yang menggambarkan imajinasi masing-masing. Tidak ada karya yang dianggap lebih baik dari yang lain, karena setiap lukisan menyimpan cerita dan harapan yang berbeda.

Sebagai Puteri Indonesia Kebudayaan 2026, Nilam meyakini bahwa pelestarian budaya tidak selalu dimulai dari panggung besar atau pertunjukan megah. Budaya juga tumbuh melalui ruang-ruang sederhana yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berkarya, berimajinasi, dan mencintai seni sejak usia dini.

"Saya percaya setiap anak dilahirkan dengan potensi yang luar biasa. Tugas kita adalah menghadirkan ruang agar potensi itu tumbuh, bukan membatasi mereka dengan keadaan yang dimiliki hari ini. Ketika anak merasa dihargai, mereka akan lebih berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Nilam berharap semakin banyak ruang kreatif yang dapat dihadirkan bagi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang tumbuh dalam keterbatasan. Menurutnya, seni bukan hanya melahirkan karya, tetapi juga menumbuhkan keberanian, membangun karakter, dan membuka harapan bagi masa depan.

"Saya berharap, yang mereka bawa pulang hari ini bukan hanya sebuah lukisan, tetapi juga keberanian untuk percaya pada diri sendiri. Karena saya percaya, ketika seorang anak berani berkarya, di situlah masa depan mulai dilukis," tutup Nilam Onasis Sahputri.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH