WISATA
Dari Ujung Utara Indonesia, Nilam Onasis Bawa Budaya Kaltara ke Panggung Dunia
Yatin Suleha
Rabu 03 Juni 2026 / 13:47
- Putri Indonesia Kebudayaan 2026, Nilam Onasis Sahputri, membawa misi memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Utara ke panggung dunia.
- Nilam mendorong kolaborasi pelestarian budaya, pengembangan seni daerah, dan promosi pariwisata berbasis kearifan lokal.
- Dalam kunjungannya, Nilam bertemu Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal.
Jakarta: Dari beranda terdepan Indonesia, Putri Indonesia Kebudayaan 2026, Nilam Onasis Sahputri, membawa misi memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Utara ke panggung dunia.
Melalui rangkaian pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Nilam mendorong kolaborasi pelestarian budaya, pengembangan seni daerah, dan promosi pariwisata berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Indonesia di mata internasional.
Dalam kunjungannya, Nilam bertemu Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal.
Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang sinergi untuk memperkuat ekosistem budaya daerah sekaligus memperluas eksposur Kalimantan Utara di tingkat nasional maupun global.
Bagi Nilam, Kalimantan Utara tidak hanya memiliki kekayaan budaya yang beragam, tetapi juga memegang posisi strategis sebagai wajah Indonesia di kawasan perbatasan.
Karena itu, budaya harus ditempatkan sebagai kekuatan yang mampu memperkenalkan karakter dan identitas bangsa kepada masyarakat dunia.
"Kalimantan Utara bukan sekadar wilayah perbatasan. Daerah ini adalah beranda terdepan Indonesia yang menyimpan kekayaan budaya luar biasa. Saya ingin dunia mengenal Kaltara bukan hanya karena letak geografisnya, tetapi karena budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakatnya," ujar Nilam.
Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain, Kalimantan Utara memiliki peluang besar untuk menjadi etalase budaya Indonesia.
Menurut Nilam, kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia yang beragam kepada dunia internasional.
Sebagai Putri Indonesia Kebudayaan 2026, Nilam meyakini budaya bukan sekadar warisan masa lalu yang harus dijaga, tetapi juga aset strategis yang mampu membangun masa depan.
Ketika dikelola dan dipromosikan secara berkelanjutan, budaya dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, dan memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.
(Putri Indonesia Kebudayaan 2026, Nilam Onasis Sahputri. Foto: Dok. Instagram Nilam Onasis/@nilamonasis)
"Budaya adalah identitas sekaligus kekuatan daerah. Ketika diperkenalkan secara luas, budaya dapat menjadi jembatan yang menghubungkan daerah dengan dunia serta membuka peluang bagi kemajuan masyarakat," katanya.
Dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Nilam juga memperkenalkan gagasan promosi budaya yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk melalui pendekatan komunikasi lintas bahasa dan pemanfaatan platform digital untuk menjangkau generasi muda serta wisatawan mancanegara.
Menurutnya, budaya yang mampu bertahan bukan hanya budaya yang dilestarikan, tetapi juga budaya yang terus diperkenalkan, diceritakan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan figur nasional seperti Nilam dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata Kalimantan Utara kepada khalayak yang lebih luas.
Menurut Ingkong Ala, kehadiran Nilam sebagai Putri Indonesia Kebudayaan sekaligus putri daerah Kalimantan Utara merupakan modal penting untuk memperkenalkan wajah Kaltara kepada publik nasional maupun internasional.
Selain bertemu dengan Wakil Gubernur, Nilam juga melakukan audiensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah arus modernisasi.
"Peran keluarga, khususnya melalui PKK, sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini. Dari keluarga lahir generasi yang mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budayanya sendiri," ujar Nilam.
Ketua TP PKK Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal, menyampaikan apresiasinya atas capaian Nilam yang berhasil masuk jajaran Top 5 Putri Indonesia 2026 dan menyandang gelar Putri Indonesia Kebudayaan. Menurutnya, kehadiran Nilam menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi generasi muda Kalimantan Utara.
"Kehadiran Nilam di sini untuk melihat langsung akar budayanya. Sebagai putri daerah yang kini berkiprah di tingkat nasional, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan masyarakat. Nilam merupakan duta yang tepat untuk mempromosikan potensi Kalimantan Utara," ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, organisasi perempuan, generasi muda, dan masyarakat luas, Nilam berharap Kalimantan Utara dapat semakin dikenal sebagai beranda budaya Indonesia di kawasan perbatasan. Bukan hanya menjadi penjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi jendela yang memperkenalkan wajah Indonesia kepada dunia.
Bagi Nilam, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Budaya adalah bahasa yang mampu memperkenalkan identitas bangsa, mempererat hubungan antarmasyarakat, dan membawa cerita Indonesia melampaui batas-batas geografis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Melalui rangkaian pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Nilam mendorong kolaborasi pelestarian budaya, pengembangan seni daerah, dan promosi pariwisata berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Indonesia di mata internasional.
Dalam kunjungannya, Nilam bertemu Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal.
Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang sinergi untuk memperkuat ekosistem budaya daerah sekaligus memperluas eksposur Kalimantan Utara di tingkat nasional maupun global.
Bagi Nilam, Kalimantan Utara tidak hanya memiliki kekayaan budaya yang beragam, tetapi juga memegang posisi strategis sebagai wajah Indonesia di kawasan perbatasan.
Karena itu, budaya harus ditempatkan sebagai kekuatan yang mampu memperkenalkan karakter dan identitas bangsa kepada masyarakat dunia.
"Kalimantan Utara bukan sekadar wilayah perbatasan. Daerah ini adalah beranda terdepan Indonesia yang menyimpan kekayaan budaya luar biasa. Saya ingin dunia mengenal Kaltara bukan hanya karena letak geografisnya, tetapi karena budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakatnya," ujar Nilam.
Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain, Kalimantan Utara memiliki peluang besar untuk menjadi etalase budaya Indonesia.
Menurut Nilam, kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia yang beragam kepada dunia internasional.
Sebagai Putri Indonesia Kebudayaan 2026, Nilam meyakini budaya bukan sekadar warisan masa lalu yang harus dijaga, tetapi juga aset strategis yang mampu membangun masa depan.
Ketika dikelola dan dipromosikan secara berkelanjutan, budaya dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, dan memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.
(Putri Indonesia Kebudayaan 2026, Nilam Onasis Sahputri. Foto: Dok. Instagram Nilam Onasis/@nilamonasis)
"Budaya adalah identitas sekaligus kekuatan daerah. Ketika diperkenalkan secara luas, budaya dapat menjadi jembatan yang menghubungkan daerah dengan dunia serta membuka peluang bagi kemajuan masyarakat," katanya.
Dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Nilam juga memperkenalkan gagasan promosi budaya yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk melalui pendekatan komunikasi lintas bahasa dan pemanfaatan platform digital untuk menjangkau generasi muda serta wisatawan mancanegara.
Menurutnya, budaya yang mampu bertahan bukan hanya budaya yang dilestarikan, tetapi juga budaya yang terus diperkenalkan, diceritakan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan figur nasional seperti Nilam dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata Kalimantan Utara kepada khalayak yang lebih luas.
Menurut Ingkong Ala, kehadiran Nilam sebagai Putri Indonesia Kebudayaan sekaligus putri daerah Kalimantan Utara merupakan modal penting untuk memperkenalkan wajah Kaltara kepada publik nasional maupun internasional.
Selain bertemu dengan Wakil Gubernur, Nilam juga melakukan audiensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah arus modernisasi.
"Peran keluarga, khususnya melalui PKK, sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini. Dari keluarga lahir generasi yang mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budayanya sendiri," ujar Nilam.
Ketua TP PKK Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal, menyampaikan apresiasinya atas capaian Nilam yang berhasil masuk jajaran Top 5 Putri Indonesia 2026 dan menyandang gelar Putri Indonesia Kebudayaan. Menurutnya, kehadiran Nilam menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi generasi muda Kalimantan Utara.
"Kehadiran Nilam di sini untuk melihat langsung akar budayanya. Sebagai putri daerah yang kini berkiprah di tingkat nasional, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan masyarakat. Nilam merupakan duta yang tepat untuk mempromosikan potensi Kalimantan Utara," ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, organisasi perempuan, generasi muda, dan masyarakat luas, Nilam berharap Kalimantan Utara dapat semakin dikenal sebagai beranda budaya Indonesia di kawasan perbatasan. Bukan hanya menjadi penjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi jendela yang memperkenalkan wajah Indonesia kepada dunia.
Bagi Nilam, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Budaya adalah bahasa yang mampu memperkenalkan identitas bangsa, mempererat hubungan antarmasyarakat, dan membawa cerita Indonesia melampaui batas-batas geografis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)