BEAUTY
Rambut Kamu Lagi Kurang Gizi? Kenali Tanda Rambut Rusak yang Sering Diabaikan!
Yatin Suleha
Kamis 16 Juli 2026 / 13:18
- Banyak orang baru menyadari kondisi rambut sudah rusak ketika kerusakannya semakin parah.
- Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan, yang lebih serius sekaligus mempercepat proses pemulihan rambut.
- Kerusakan rambut umumnya terjadi ketika lapisan kutikula, tidak lagi mampu melindungi batang rambut secara optimal.
Jakarta: Rambut yang sehat biasanya terasa lembut, mudah diatur, dan memiliki kilau alami.
Namun, penggunaan alat styling bersuhu panas, pewarnaan, bleaching, hingga paparan sinar matahari dan polusi secara terus-menerus dapat merusak lapisan pelindung rambut atau kutikula.
Akibatnya, rambut menjadi lebih rentan mengalami berbagai masalah, mulai dari kering, kusut, hingga mudah patah. Sayangnya, banyak orang baru menyadari kondisi rambut sudah rusak ketika kerusakannya semakin parah.
Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan, yang lebih serius sekaligus mempercepat proses pemulihan rambut.
Kerusakan rambut umumnya terjadi ketika lapisan kutikula, tidak lagi mampu melindungi batang rambut secara optimal. Berikut beberapa ciri rambut rusak yang perlu diperhatikan.
Ujung rambut tampak terbelah menjadi dua atau lebih. Kondisi ini menunjukkan bahwa rambut kehilangan kelembapan alaminya, sehingga bagian ujung menjadi lebih rapuh dan mudah rusak.
Batang rambut kehilangan elastisitas sehingga lebih mudah patah saat disisir, ditata, atau bahkan ketika ditarik secara perlahan.
Rambut terlihat kurang berkilau karena minyak alami, yang melapisi batang rambut mulai berkurang. Akibatnya, rambut tampak kering dan tidak memantulkan cahaya seperti rambut yang sehat.
Kutikula yang rusak membuat permukaan rambut menjadi tidak rata, sehingga helai rambut lebih mudah saling menempel dan kusut. Kondisi ini juga membuat rambut terasa lebih sulit disisir.

(Rambut mengembang terjadi karena kutikula terbuka, sehingga kelembapan rambut lebih mudah hilang, Foto: Dok. Pexels.com)
Rambut terlihat mengembang, kaku, dan sulit diatur meskipun sudah disisir berkali-kali. Hal ini sering terjadi karena kutikula terbuka, sehingga kelembapan rambut lebih mudah hilang.
Kerusakan yang terjadi pada batang maupun akar rambut, dapat menyebabkan rambut rontok lebih banyak dari biasanya. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat membuat rambut tampak semakin tipis, terutama di sekitar garis rambut.
Rambut yang rusak sering kali terasa lebih kasar saat disentuh. Pada beberapa kasus, terutama setelah proses kimia, rambut justru terasa sangat lembek dan elastis seperti karet, ketika basah akibat berkurangnya protein keratin.
Jika rambut mulai menunjukkan tanda-tanda di atas, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu proses pemulihan.
1. Potong ujung rambut secara rutin
Lakukan trimming untuk menghilangkan bagian rambut yang bercabang, sehingga kerusakan tidak terus menjalar ke bagian batang rambut yang masih sehat.
2. Gunakan kondisioner dan vitamin rambut
Biasakan menggunakan kondisioner setiap selesai keramas untuk menjaga kelembapan rambut. Tambahkan vitamin rambut agar batang rambut tetap terlindungi dan terasa lebih lembut.
3. Kurangi penggunaan alat panas dan proses kimia
Batasi penggunaan catokan, hair dryer, maupun alat styling bersuhu tinggi. Selain itu, sebaiknya tunda sementara proses bleaching atau pewarnaan, agar rambut memiliki waktu untuk memperbaiki diri dan kembali lebih sehat.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Namun, penggunaan alat styling bersuhu panas, pewarnaan, bleaching, hingga paparan sinar matahari dan polusi secara terus-menerus dapat merusak lapisan pelindung rambut atau kutikula.
Akibatnya, rambut menjadi lebih rentan mengalami berbagai masalah, mulai dari kering, kusut, hingga mudah patah. Sayangnya, banyak orang baru menyadari kondisi rambut sudah rusak ketika kerusakannya semakin parah.
Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan, yang lebih serius sekaligus mempercepat proses pemulihan rambut.
Kerusakan rambut umumnya terjadi ketika lapisan kutikula, tidak lagi mampu melindungi batang rambut secara optimal. Berikut beberapa ciri rambut rusak yang perlu diperhatikan.
1. Ujung rambut bercabang
Ujung rambut tampak terbelah menjadi dua atau lebih. Kondisi ini menunjukkan bahwa rambut kehilangan kelembapan alaminya, sehingga bagian ujung menjadi lebih rapuh dan mudah rusak.
2. Mudah patah dan rapuh
Batang rambut kehilangan elastisitas sehingga lebih mudah patah saat disisir, ditata, atau bahkan ketika ditarik secara perlahan.
3. Kering dan kusam
Rambut terlihat kurang berkilau karena minyak alami, yang melapisi batang rambut mulai berkurang. Akibatnya, rambut tampak kering dan tidak memantulkan cahaya seperti rambut yang sehat.
4. Rambut mudah kusut
Kutikula yang rusak membuat permukaan rambut menjadi tidak rata, sehingga helai rambut lebih mudah saling menempel dan kusut. Kondisi ini juga membuat rambut terasa lebih sulit disisir.
5. Mengembang atau frizzy

(Rambut mengembang terjadi karena kutikula terbuka, sehingga kelembapan rambut lebih mudah hilang, Foto: Dok. Pexels.com)
Rambut terlihat mengembang, kaku, dan sulit diatur meskipun sudah disisir berkali-kali. Hal ini sering terjadi karena kutikula terbuka, sehingga kelembapan rambut lebih mudah hilang.
6. Rambut rontok lebih banyak
Kerusakan yang terjadi pada batang maupun akar rambut, dapat menyebabkan rambut rontok lebih banyak dari biasanya. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat membuat rambut tampak semakin tipis, terutama di sekitar garis rambut.
7. Tekstur rambut berubah
Rambut yang rusak sering kali terasa lebih kasar saat disentuh. Pada beberapa kasus, terutama setelah proses kimia, rambut justru terasa sangat lembek dan elastis seperti karet, ketika basah akibat berkurangnya protein keratin.
Cara memulai pemulihan rambut rusak
Jika rambut mulai menunjukkan tanda-tanda di atas, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu proses pemulihan.
1. Potong ujung rambut secara rutin
Lakukan trimming untuk menghilangkan bagian rambut yang bercabang, sehingga kerusakan tidak terus menjalar ke bagian batang rambut yang masih sehat.
2. Gunakan kondisioner dan vitamin rambut
Biasakan menggunakan kondisioner setiap selesai keramas untuk menjaga kelembapan rambut. Tambahkan vitamin rambut agar batang rambut tetap terlindungi dan terasa lebih lembut.
3. Kurangi penggunaan alat panas dan proses kimia
Batasi penggunaan catokan, hair dryer, maupun alat styling bersuhu tinggi. Selain itu, sebaiknya tunda sementara proses bleaching atau pewarnaan, agar rambut memiliki waktu untuk memperbaiki diri dan kembali lebih sehat.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)