BEAUTY
Bye Strawberry Skin! Begini Cara Cukur Kaki Supaya Mulus dan Bebas Iritasi
Yatin Suleha
Kamis 16 Juli 2026 / 13:29
- Tidak sedikit orang yang justru mengalami bruntusan, kemerahan, rasa perih, hingga strawberry skin setelah bercukur.
- Hal ini terjadi karena teknik yang kurang tepat, seperti mencukur saat kulit masih kering atau menggunakan pisau cukur yang sudah tumpul.
- Padahal, dengan persiapan yang benar dan teknik mencukur yang tepat, kulit kaki dapat tetap terasa lembut, halus, dan minim iritasi.
Jakarta: Mencukur bulu kaki, memang menjadi salah satu cara paling praktis untuk mendapatkan kulit yang halus.
Namun, tidak sedikit orang yang justru mengalami bruntusan, kemerahan, rasa perih, hingga strawberry skin setelah bercukur.
Kondisi ini umumnya bukan disebabkan oleh proses mencukur itu sendiri, melainkan karena teknik yang kurang tepat, seperti mencukur saat kulit masih kering atau menggunakan pisau cukur yang sudah tumpul.
Padahal, dengan persiapan yang benar, teknik mencukur yang tepat, serta perawatan setelahnya, kulit kaki dapat tetap terasa lembut, halus, dan minim iritasi.
Berikut adalah tiga langkah yang dapat dilakukan, agar hasil cukur lebih maksimal.
Persiapan sebelum mencukur sama pentingnya dengan proses mencukur itu sendiri. Langkah ini membantu mengurangi risiko iritasi, sekaligus membuat hasil cukur lebih rapi.
Lakukan eksfoliasi
Gunakan body scrub atau lulur, yang lembut sebanyak 2-3 kali seminggu untuk mengangkat sel kulit mati.
Eksfoliasi juga membantu mencegah ingrown hair atau rambut, yang tumbuh ke dalam serta membersihkan pori-pori yang tersumbat.
Mandi dengan air hangat
Basahi kulit kaki menggunakan air hangat selama 3-5 menit sebelum mulai mencukur. Air hangat membantu melembutkan folikel rambut, sekaligus membuat pori-pori kulit lebih siap untuk proses pencukuran.

(Mencukur bulu kaki, memang menjadi salah satu cara paling praktis untuk mendapatkan kulit yang halus, Foto: Dok. Pexels.com)
Cara mencukur yang benar dapat membantu mengurangi risiko luka, iritasi, maupun bruntusan setelah selesai bercukur.
Gunakan krim cukur
Hindari mencukur saat kulit masih kering. Gunakan shaving gel, krim cukur, atau sabun mandi yang memiliki tekstur licin sebagai pelindung, agar pisau cukur dapat meluncur lebih halus di atas kulit.
Perhatikan arah cukuran
Mulailah mencukur mengikuti arah pertumbuhan rambut, untuk membantu meminimalkan risiko iritasi.
Jika menginginkan hasil yang lebih bersih, pencukuran berlawanan arah rambut dapat dilakukan secara perlahan dan hati-hati.
Rutin mengganti pisau cukur
Pisau cukur sebaiknya diganti maksimal setelah 5 kali penggunaan. Pisau yang mulai tumpul dapat menarik permukaan kulit, meningkatkan gesekan, dan mempermudah bakteri berkembang, sehingga risiko bruntusan menjadi lebih besar.
Perawatan setelah mencukur berperan penting untuk menjaga kulit tetap tenang, dan mempertahankan kelembapannya.
Bilas dengan air dingin
Setelah selesai mencukur, bilas kaki menggunakan air dingin untuk membantu menutup kembali pori-pori kulit. Langkah ini dapat membantu meredakan iritasi ringan setelah proses pencukuran.
Gunakan pelembap tanpa alkohol
Keringkan kulit dengan handuk menggunakan gerakan menepuk secara perlahan, kemudian segera aplikasikan pelembap.
Pilih produk yang mengandung bahan penenang seperti aloe vera, minyak kelapa, atau pelembap bebas alkohol, agar kelembapan kulit tetap terjaga dan risiko iritasi berkurang.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Namun, tidak sedikit orang yang justru mengalami bruntusan, kemerahan, rasa perih, hingga strawberry skin setelah bercukur.
Kondisi ini umumnya bukan disebabkan oleh proses mencukur itu sendiri, melainkan karena teknik yang kurang tepat, seperti mencukur saat kulit masih kering atau menggunakan pisau cukur yang sudah tumpul.
Padahal, dengan persiapan yang benar, teknik mencukur yang tepat, serta perawatan setelahnya, kulit kaki dapat tetap terasa lembut, halus, dan minim iritasi.
Berikut adalah tiga langkah yang dapat dilakukan, agar hasil cukur lebih maksimal.
1. Persiapan sebelum mencukur
Persiapan sebelum mencukur sama pentingnya dengan proses mencukur itu sendiri. Langkah ini membantu mengurangi risiko iritasi, sekaligus membuat hasil cukur lebih rapi.
Lakukan eksfoliasi
Gunakan body scrub atau lulur, yang lembut sebanyak 2-3 kali seminggu untuk mengangkat sel kulit mati.
Eksfoliasi juga membantu mencegah ingrown hair atau rambut, yang tumbuh ke dalam serta membersihkan pori-pori yang tersumbat.
Mandi dengan air hangat
Basahi kulit kaki menggunakan air hangat selama 3-5 menit sebelum mulai mencukur. Air hangat membantu melembutkan folikel rambut, sekaligus membuat pori-pori kulit lebih siap untuk proses pencukuran.
2. Teknik saat mencukur

(Mencukur bulu kaki, memang menjadi salah satu cara paling praktis untuk mendapatkan kulit yang halus, Foto: Dok. Pexels.com)
Cara mencukur yang benar dapat membantu mengurangi risiko luka, iritasi, maupun bruntusan setelah selesai bercukur.
Gunakan krim cukur
Hindari mencukur saat kulit masih kering. Gunakan shaving gel, krim cukur, atau sabun mandi yang memiliki tekstur licin sebagai pelindung, agar pisau cukur dapat meluncur lebih halus di atas kulit.
Perhatikan arah cukuran
Mulailah mencukur mengikuti arah pertumbuhan rambut, untuk membantu meminimalkan risiko iritasi.
Jika menginginkan hasil yang lebih bersih, pencukuran berlawanan arah rambut dapat dilakukan secara perlahan dan hati-hati.
Rutin mengganti pisau cukur
Pisau cukur sebaiknya diganti maksimal setelah 5 kali penggunaan. Pisau yang mulai tumpul dapat menarik permukaan kulit, meningkatkan gesekan, dan mempermudah bakteri berkembang, sehingga risiko bruntusan menjadi lebih besar.
3. Perawatan setelah mencukur
Perawatan setelah mencukur berperan penting untuk menjaga kulit tetap tenang, dan mempertahankan kelembapannya.
Bilas dengan air dingin
Setelah selesai mencukur, bilas kaki menggunakan air dingin untuk membantu menutup kembali pori-pori kulit. Langkah ini dapat membantu meredakan iritasi ringan setelah proses pencukuran.
Gunakan pelembap tanpa alkohol
Keringkan kulit dengan handuk menggunakan gerakan menepuk secara perlahan, kemudian segera aplikasikan pelembap.
Pilih produk yang mengandung bahan penenang seperti aloe vera, minyak kelapa, atau pelembap bebas alkohol, agar kelembapan kulit tetap terjaga dan risiko iritasi berkurang.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)