BEAUTY

Wajib Tahu, 3 Tanda Kulit Sensitif dan Cara Mengatasinya

Yuni Yuli Yanti
Jumat 22 Juli 2022 / 07:00
Jakarta: Berdasarkan data Frontier in Medicine (2019), saat ini 60-70 persen wanita dan 50-60 persen pria di dunia mengalami kondisi kulit sensitif dengan berbagai derajat dan penyakit yang menyertainya.

Faktor ketidakpahaman masyarakat terhadap tanda kulit sensitif menjadi salah satu penyebab sering terabaikannya perawatan untuk kondisi kulit seperti ini. 

Perlu diketahui, kulit sensitif merupakan kondisi kulit yang mudah mengalami peradangan akibat reaksi dari berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jabodetabek, faktor cuaca ekstrem seperti polutan, radikal bebas, paparan sinar matahari, stres, kurang tidur, hingga kebiasaan merokok, juga sangat berperan bagi kondisi kulit bahkan berpotensi memperburuk keadaan.

Dalam acara webinar kampanye 'Sensitive Skin Awareness' Cetaphil dan Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI), dr. Margaretha Indah Maharani, Sp.KK, FINSDV, FAADV menuturkan tubuh memiliki alarm tersendiri untuk menunjukkan kondisi tubuh seseorang, tidak terkecuali untuk kasus kulit sensitif yang pada umumnya menunjukkan tanda-tandanya pada tubuh. 


(Munculnya ruam kemerahan bisa menjadi salah satu tanda kulit sensitif. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Akan tetapi, ada pula kondisi di mana tanda tersebut tidak tampak dan terlihat normal. Setidaknya, terdapat tiga tanda yang menunjukkan kondisi kulit sensitif:
 

Tekstur kulit kasar dan kering

Secara umum tekstur kulit terasa kasar dan kering, yang kerap muncul karena berkurangnya
kandungan air pada kulit. Hal ini memengaruhi kinerja dari sawar kulit (skin barrier) yang jika dibiarkan dapat memicu peradangan pada kulit. Dalam hal ini, penggunaan pelembap diperlukan agar kondisi kulit tetap terjaga kelembapannya.
 

Kulit mudah bereaksi

Orang dengan kulit sensitif seringkali mengeluhkan rasa gatal, panas, sensasi terbakar dan menyengat akibat terpapar produk berbahan kimia, termasuk skincare. Tapi bisa juga karena pengaruh lingkungan seperti cuaca dingin atau panas, perubahan iklim, angin, sinar matahari, polusi, dan stres.
 

Muncul ruam

Adanya ruam pada kulit yang pada umumnya berwarna kemerahan dan dapat muncul secara
tiba-tiba atau bertahap. Secara umum, kondisi ini terjadi akibat peradangan pada kulit sehingga kulit yang ruam akan terasa gatal, mengelupas, bahkan sampai membentuk benjolan. Beragam faktor mampu memengaruhi munculnya ruam, di antaranya adalah dermatitis kontak atau peradangan kulit karena adanya kontak dengan unsur asing, penyakit, hingga sengatan/gigitan binatang.


(Pelembap adalah produk yang dianjurkan untuk memperbaiki skin barrier. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

Cara mengatasinya

Dalam kesempatan yang sama, dr. Indah Maharani mengungkapkan pentingnya memilih produk perawatan yang tepat untuk membantu meringankan gejala kulit sensitif dan mencegah kekambuhan dermatitis atopik.

Pelembap (moisturizer) dan pembersih (cleanser) merupakan produk yang dianjurkan untuk memperbaiki sawar kulit (skin barrier) dan mengurangi kondisi kulit kering dan inflamasi yang ditemukan pada keadaan kulit sensitif
dan penyakit dermatitis atopik. 

"Sangat penting untuk memilih produk yang diformulasikan khusus untuk memulihkan dan mempertahankan sawar kulit (skin barrier). Kandungan yang dianjurkan di antaranya
yang mengandung ceramide, derivate filaggrin yang dapat mengikat air di dalam kulit, minyak nabati seperti minyak biji bunga matahari, niacinamide, dan zat aktif lain yang mampu membantu mengatasi dan mengembalikan kesehatan kulit pasien dengan kulit sensitif dan dermatitis atopik," pungkas dr. Indah.
(yyy)

MOST SEARCH