BEAUTY

Cara Memilih Masker agar Terhindar dari Maskne

Raka Lestari
Kamis 18 November 2021 / 13:38
Jakarta: Penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan di masa pandemi seperti saat ini. Bagi sebagian orang, penggunaan masker ternyata menimbulkan kekhawatiran akan masalah kulit.

Salah satunya maskne atau jerawat yang muncul akibat penggunaan masker. Terlebih lagi saat ini kita dianjurkan untuk menggunakan double mask.

“Maskne dapat terjadi akibat menumpuknya minyak, kotoran, dan keringat pada area kulit yang tertutup masker. Maskne juga dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti kebiasan tidak membersihkan wajah sebelum dan sesudah menggunakan masker," ujar dr Arini Widodo, SpKK, dokter spesialis kulit, dalam acara Peluncuran NIVEA Oil & Acne Care MicellAir.

Dalam memilih masker tentunya kita bukan cuma memikirkan kulit, melainkan juga efektivitasnya. Menurut dr. Arini, beberapa bahan masker ada yang breathable, dan ada yang tight seperti linen.

"Biasanya kalau yang linen lebih kasar untuk kulit. Sehingga ketika bergesekan dengan kulit, bisa meningkatkan potensi untuk membuat skin barrier rusak," ujar dr. Arini.

Untuk itu, perhatikan bahan masker yang lembut untuk kulit. Perhatikan juga pewarnaan yang digunakan untuk masker.

"Ada masker yang batik misalnya, untuk pewarnaan batiknya itu pakai apa dan bagaimana apakah bisa menimbulkan gangguan pada kulit atau tidak karena kondisi setiap kulit berbeda-beda tentunya," saran dr. Arini.

Ketika menggunakan masker sekali pakai, menurut dr. Arini, sebaiknya langsung dibuang. Terkadang ada yang karena masih bagus, dipakai lagi.

"Jangan seperti itu, langsung buang kalau masker sekali pakai. Untuk masker kain, pikirkan juga kalau kita membersihkannya dengan deterjen. Pastikan ketika kita mencucinya itu sampai bersih, jangan ada sisa-sisa deterjen yang tertinggal," kata dr. Arini.

"Sebisa mungkin hindari mencucinya pakai pelembut, pewangi, atau pelicin pakaian. Biasanya kan kita suka menggunakan pelicin pakaian sebelum disetrika, nah sebaiknya hal itu harus dihindari.

Sementar untuk masker sekali pakai, terkadang ada penggunaan aseton ataupun alkohol. Kandungan ini memang digunakan untuk sterilitas masker. Tapi kata dr. Arini, terkadang bahan-bahan kimia tersebut bisa mengiritasi kulit.

Meskipun demikian, menurut dr. Arini bukan berarti ketika menggunakan masker sekali pakai bisa menyebabkan iritasi. Belum tentu semua orang akan mengalaminya, biasanya terjadi pada mereka yang memiliki kulit sensitif.

"Potensi juga akan meningkat jika skin barrier seseorang rusak," tutup dr. Arini.
(FIR)

MOST SEARCH