Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar konferensi pers terkait pengungkapan tindak pidana siber melanggar kesusialaan pelaku pornografi online eksibhisionisme di Mapolda DIY, Selasa, 7 Desember 2021.
Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar konferensi pers terkait pengungkapan tindak pidana siber melanggar kesusialaan pelaku pornografi online eksibhisionisme di Mapolda DIY, Selasa, 7 Desember 2021.
Polda DIY menyebut perempuan berinisial FCN, 23, atau yang dikenal sebagai Siskaee, pelaku video pornografi atau ekshbisionisme, di bandara Yogyakarta International Airport (YIA) tersebut untuk memenuhi kepuasan seksual dan juga mencari keuntungan secara ekonomi dalam melakukan aksinya.
Polda DIY menyebut perempuan berinisial FCN, 23, atau yang dikenal sebagai Siskaee, pelaku video pornografi atau ekshbisionisme, di bandara Yogyakarta International Airport (YIA) tersebut untuk memenuhi kepuasan seksual dan juga mencari keuntungan secara ekonomi dalam melakukan aksinya.
Direktur Kriminal Khusus Polda DIY AKBP Roberto GM Pasaribu menyatakan pelaku bisa mendapatkan keuntungan miliaran rupiah sejak awal menjual konten yang diunggah pakai akun media sosial Siskaeee.
Direktur Kriminal Khusus Polda DIY AKBP Roberto GM Pasaribu menyatakan pelaku bisa mendapatkan keuntungan miliaran rupiah sejak awal menjual konten yang diunggah pakai akun media sosial Siskaeee. "Pelaku pendapatan kotornya sekitar Rp2 miliar, terhitung sejak 2017 sampai 2021," ujar Roberto.

Ini Motif Siskaeee Buat Video tak Senonoh di YIA

News video porno Yogyakarta asusila Bandara Yogyakarta International Airport Siskaeee
07 Desember 2021 17:06
Yogyakarta: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menetapkan perempuan berinisial FCN, 23, atau yang dikenal sebagai Siskaee sebagai tersangka atas kasus tindak pidana pornografi dan pelanggaran UU ITE.

Polda DIY menyebut pelaku video pornografi atau ekshbisionisme, di bandara Yogyakarta International Airport (YIA) tersebut untuk memenuhi kepuasan seksual dan juga mencari keuntungan secara ekonomi dalam melakukan aksinya.

Direktur Kriminal Khusus Polda DIY, AKBP Roberto GM Pasaribu menyatakan, FCN sudah melakukan tindakan asusila sejak 2017. Konten pornografi tersebut kemudian diunggah ke tujuh situs di internet.

"Pelaku selama 2017-2021, melakukan (ekshibisionisme dengan) motif ekonomi dengan mengunggah (video ke) situs berbayar, salah satunya onlyfans.com," kata AKBP Roberto GM Pasaribu di Mapolda DIY, Selasa, 7 Desember 2021.

Ia mengatakan, konten video yang dibuat Siskaeee masuk kategori melanggar kesusilaan. Namun, kata dia, pelaku bisa mendapatkan keuntungan miliaran rupiah sejak awal menjual konten yang diunggah pakai akun media sosial Siskaeee.

"Pelaku pendapatan kotornya sekitar Rp2 miliar, terhitung sejak 2017 sampai 2021," ujar Roberto.

Polisi menjerat Siskaeee dengan Pasal 27 ayat 1 UU ITE, melanggar konten atau dokumen elektronik soal kesusilaan dan UU Nomor 44 Tahun 2008 mengenai pornografi. Pelaku saat ini masih ditahan di Mapolda DIY. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif