Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Goes to School di Pondok Pesantren Darul Falah, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membentuk Generasi Emas 2045 sekaligus menekan angka stunting di Jawa Barat.
Program ini juga dimanfaatkan untuk mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi pertumbuhan. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum pengenalan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang diluncurkan pada hari yang sama oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Bayu Rakhmana mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Goes to School di Kabupaten Bandung Barat.
“Program ini bertujuan mulia untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kita semua tentang betapa pentingnya pemenuhan hak anak atas gizi yang seimbang," jelasnya.
Mewujudkan Generasi Emas tidak hanya dalam aspek fisik melalui gizi yang cukup. Pemerintah juga berkomitmen menjaga kesehatan mental anak melalui pembatasan media sosial bagi anak. Satu tahun pasca ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PSE) Dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), Kemkomdigi mengambil satu langkah penting untuk masa depan anak-anak Indonesia.
Plt. Direktur Komunikasi Publik Marroli Jeni Indarto menerangkan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 bahwa pemerintah menetapkan anak di bawah 16 tahun tidak lagi dapat memiliki akun pada platform digital berisiko tinggi.
“Kami memahami langkah ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan di awal. Namun pemerintah tidak bisa tinggal diam ketika masa depan anak-anak dipertaruhkan. Pemerintah harus memastikan tanggung jawab perlindungan anak berada pada platform yang mengelola ruang digital, sehingga orang tua tidak harus menghadapi tantangan ini sendirian," ujarnya pada ratusan anak santri Darul Falah yang hadir dalam giat tersebut.
Program MBG telah menjangkau Bandung Barat sejak tahun lalu. Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala menyampaikan langkah-langkah yang telah ditempuh BGN untuk memberikan akses MBG kepada anak di seluruh Indonesia, termasuk Bandung Barat.
“MBG bertujuan untuk memastikan setiap anak sekolah mendapatkan asupan protein dan vitamin yang memadai untuk menunjang pertumbuhan fisik serta kecerdasan kognitif mereka. Menu yang disajikan telah melalui standarisasi ahli gizi dengan memanfaatkan komoditas keanekaragaman hayati,” tukasnya.
Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Rita Kartika, menjelaskan komposisi makanan sehat.
“Dua pertiga MBG harus mengandung makanan pokok dan sayur, sepertiganya lauk-pauk. Bila tidak sesuai itu, kita dapat protes," ujar Rita sambil meminta anak-anak tetap kritis dengan MBG yang diterimanya.
Acara MBG Goes to School diramaikan dengan lomba memasak yang diikuti oleh santri Darul Falah. Melalui lomba ini, para santri ditantang untuk berkreasi memasak makanan bergizi dengan bahan sederhana. Kecukupan nilai gizi dalam konsumsi sehari-hari menjadi nilai yang ditanamkan melalui kegiatan ini. Dok. Kemkomdigi Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News