Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis, 5 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan rangkaian peninjauan pembangunan KNMP di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis, 5 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan rangkaian peninjauan pembangunan KNMP di berbagai wilayah Indonesia.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur nelayan siap digunakan dan berjalan sesuai rencana sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Trenggono menargetkan pembangunan 1.000 titik KNMP di berbagai wilayah Tanah Air pada 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur nelayan siap digunakan dan berjalan sesuai rencana sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Trenggono menargetkan pembangunan 1.000 titik KNMP di berbagai wilayah Tanah Air pada 2026.

KKP Genjot 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026

06 Maret 2026 17:32
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis, 5 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan rangkaian peninjauan pembangunan KNMP di berbagai wilayah Indonesia.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur nelayan siap digunakan dan berjalan sesuai rencana sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Trenggono menargetkan pembangunan 1.000 titik KNMP di berbagai wilayah Tanah Air pada 2026.

"Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan pembangunan tahun 2025 yang mencapai 100 titik kampung nelayan. Dari 100 titik yang sudah dibangun satu di antaranya ada di sini,” kata Trenggono saat meninjau pembangunan KNMP di Kabupaten Purworejo.

Dia menjelaskan dari 100 titik yang dibangun pada 2025, saat ini sudah hampir selesai. 

"Masih ada sekitar 35 titik yang sedang dalam proses pembangunan,” ujar Trenggono.

Untuk 2026, lanjut dia, pemerintah akan meningkatkan skala pembangunan secara signifikan dengan menargetkan 1.000 titik kampung nelayan yang dibangun secara serentak.

"Pembangunan terutama difokuskan di wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi kelautan besar, tetapi masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan fasilitas untuk meningkatkan produktivitas nelayan," tutur Trenggono.

Diinisiasi Presiden Prabowo

Kehadiran fasilitas modern di program KNMP yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dimulai dari sektor paling bawah, yaitu masyarakat desa dan nelayan. 

“Ini sesuai dengan program Pak Presiden Prabowo bahwa sektor bawah yang dibangun. Ujungnya nanti akan terjadi pertumbuhan atau penguatan ekonomi. Kalau produktivitas meningkat, pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat,” ujar Trenggono.

Trenggono menekankan pentingnya penyempurnaan fasilitas pendukung. Di antaranya tempat distribusi es untuk pembekuan ikan hingga tempat pendaratan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), sehingga dapat memudahkan aktivitas para nelayan.

”Pembangunannya cukup baik, ada beberapa yang perlu diperbaiki, sehingga nantinya semakin memudahkan para nelayan melakukan aktifitas sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat pesisir," ungkap Trenggono.

Adapun para nelayan menyambut antusias sejumlah fasilitas seperti cold storage, pabrik es, kios kuliner hingga kantor pengelola yang semakin memudahkan para nelayan untuk beraktivitas. Program KNMP ini menjadi angin segar bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Para nelayan mengaku senang dengan kondisi bangunan yang sudah tertata rapi.

”Sangat senang sekali ada bangunan ini semakin tertata dan rapi tidak seperti dahulu yang berserakan. Meski sudah bagus namun  ada kekurangannya yang perlu di tambahkan yakni tempat parkir motor milik nelayan, gudang mesin kapal dan alur keluar masuknya kapal para nelayan” ungkap Sodikin, nelayan setempat. Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Kementerian Kelautan dan Perikanan Nelayan