Warga Wanam, Papua Selatan, membantah narasi yang menyebut terjadi eksodus massal akibat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di wilayah tersebut.
Warga Wanam, Papua Selatan, membantah narasi yang menyebut terjadi eksodus massal akibat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di wilayah tersebut.
Masyarakat setempat justru berharap proyek tersebut terus dilanjutkan karena dinilai berpotensi meningkatkan infrastruktur, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian lokal.
Masyarakat setempat justru berharap proyek tersebut terus dilanjutkan karena dinilai berpotensi meningkatkan infrastruktur, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian lokal.
Warga Wanam, Merauke, Papua Selatan, Inosensio Sigipse.
Warga Wanam, Merauke, Papua Selatan, Inosensio Sigipse.

Masyarakat Wanam Dukung PSN, Sebut Infrastruktur dan Lapangan Kerja Mulai Terbuka

04 Juni 2026 18:16

Jakarta: Warga Wanam, Papua Selatan, membantah narasi yang menyebut terjadi eksodus massal akibat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di wilayah tersebut. Masyarakat setempat justru berharap proyek tersebut terus dilanjutkan karena dinilai berpotensi meningkatkan infrastruktur, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian lokal.

Sejumlah klaim yang beredar mengenai kondisi di Wanam dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembukaan lahan yang saat ini berlangsung masih terbatas sekitar 15 ribu hektare dan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, pelabuhan, panel surya, kilang minyak, serta fasilitas penyimpanan (cold storage).

Selain itu, luas kawasan PSN Wanam disebut tidak mencapai 2,5 juta hektare seperti yang dinarasikan sejumlah pihak. Luas kawasan yang direncanakan diperkirakan sekitar 1 juta hektare.

Masyarakat juga membantah isu yang menyebut adanya eksodus hingga 170 ribu warga akibat proyek tersebut. Warga memastikan tidak pernah terjadi perpindahan penduduk secara massal sebagaimana yang dituduhkan.

Terkait penggunaan alat berat, informasi mengenai pesanan hingga 2.000 unit ekskavator juga disebut tidak sesuai dengan kondisi aktual. Hingga saat ini, jumlah alat berat yang beroperasi di lapangan masih berkisar ratusan unit.

Salah seorang warga, Inosensio Sigipse atau yang akrab disapa Papa Ino, mengaku mendukung pembangunan PSN karena diyakini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Petani yang telah menetap selama 10 tahun di Wanam itu berharap proyek tersebut dapat memperbaiki akses transportasi dan mempermudah pemasaran hasil pertanian.

"Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan. Supaya kita jual hasil tani lebih gampang," kata pria yang akrab disapa Papa Ino, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia mengaku kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan. Karena itu, keberadaan proyek diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi warga setempat.

"Kalau ada pekerjaan di sana, kita yang nganggur bisa kerja juga," ujar dia.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Wanam, Kleopas Mause. Menurutnya, masyarakat sejak awal menerima kehadiran PSN karena dinilai membawa perubahan positif bagi daerah.

“Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat kerja. Memang belum 100 persen, tapi sudah ada perubahan,” ungkapnya.

Kleopas menilai pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Saat ini, sebagian warga masih harus berjalan kaki untuk membawa hasil pertanian ke perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

"Harapannya ada jalan yang layak sampai kampung, supaya hidup bisa lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Laurentius Gali Blagaise, menilai pembangunan mulai memberikan dampak positif bagi warga meskipun pada awalnya sempat menimbulkan kekhawatiran.

"Kalau saya lihat perubahan ini sudah bagus sekali. Masyarakat lokal juga sudah ada yang ikut kerja,” ungkap Papa Lau.

Laurentius mengakui masih banyak warga yang belum terserap sebagai tenaga kerja. Namun, ia optimistis peluang kerja akan terus terbuka seiring perkembangan proyek.

“Masih banyak anak muda yang mau kerja. Harapannya bisa mengurangi pengangguran,” tambahnya.

Menurut Laurentius, pembangunan di Wanam diharapkan mampu mendorong kemajuan daerah sehingga tidak tertinggal dari wilayah lain.

"Kita mau Wanam bisa maju ke depan, sedikit demi sedikit lebih baik,” tuturnya.

Berbagai keterangan warga tersebut menunjukkan bahwa kondisi di Wanam berbeda dengan narasi yang menyebut adanya eksodus maupun krisis sosial akibat pembangunan PSN. Sebaliknya, masyarakat menaruh harapan besar agar proyek tersebut dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah Papua Selatan. Dok. Istimewa



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Papua Selatan Proyek Strategis Nasional