Di balik keindahan alam Pulau Rinca yang dikenal sebagai habitat komodo, masih terdapat tantangan dalam akses pendidikan dan literasi bagi anak-anak yang tinggal di wilayah kepulauan tersebut.
Di balik keindahan alam Pulau Rinca yang dikenal sebagai habitat komodo, masih terdapat tantangan dalam akses pendidikan dan literasi bagi anak-anak yang tinggal di wilayah kepulauan tersebut.
Kondisi geografis yang terdiri atas pulau-pulau serta keterbatasan sarana pendukung pendidikan membuat akses terhadap bahan bacaan dan ruang belajar yang nyaman belum selalu mudah diperoleh. Di tengah situasi tersebut, semangat belajar anak-anak tetap tumbuh dan menjadi perhatian berbagai pihak.
Kondisi geografis yang terdiri atas pulau-pulau serta keterbatasan sarana pendukung pendidikan membuat akses terhadap bahan bacaan dan ruang belajar yang nyaman belum selalu mudah diperoleh. Di tengah situasi tersebut, semangat belajar anak-anak tetap tumbuh dan menjadi perhatian berbagai pihak.

Saat Buku dan Ruang Belajar Hadir di Tengah Keterbatasan Pulau Rinca

03 Juni 2026 17:54
NTT: Di balik keindahan alam Pulau Rinca yang dikenal sebagai habitat komodo, masih terdapat tantangan dalam akses pendidikan dan literasi bagi anak-anak yang tinggal di wilayah kepulauan tersebut.

Kondisi geografis yang terdiri atas pulau-pulau serta keterbatasan sarana pendukung pendidikan membuat akses terhadap bahan bacaan dan ruang belajar yang nyaman belum selalu mudah diperoleh. Di tengah situasi tersebut, semangat belajar anak-anak tetap tumbuh dan menjadi perhatian berbagai pihak.

Sebagai bagian dari upaya mendukung pendidikan dan literasi, PNM menghadirkan Ruang Pintar Pojok Baca Rinca. Program ini tidak hanya menyediakan fasilitas membaca, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman bagi anak-anak setempat.

Pengembangan ruang literasi tersebut dilakukan bersama Irka, seorang pemuda lokal yang aktif menggerakkan kegiatan literasi di wilayahnya. Keterlibatan penggerak lokal dinilai penting karena memahami kebutuhan dan
karakter masyarakat setempat.

Irka mengatakan kehadiran program tersebut memberikan perhatian terhadap aspek pendidikan yang selama ini belum banyak menjadi sorotan.

“Yang saya lihat, PNM datang bukan hanya untuk memberikan pembiayaan kepada ibu-ibu atau membantu usaha masyarakat di sini. Tapi mereka juga memikirkan anak-anaknya. Itu yang menurut saya berbeda, karena pendidikan dan literasi anak-anak di pulau seperti Rinca juga perlu diperhatikan,” ujarnya.

Menurut Irka, anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi ketika ruang baca mulai dilengkapi dengan berbagai buku dan sarana belajar yang lebih memadai.

“Anak-anak di sini sebenarnya punya rasa ingin tahu yang besar. Ketika ada tempat belajar yang dibuat nyaman dan menyenangkan, mereka senang sekali datang, membaca, bahkan sekadar berkumpul untuk belajar bersama. Bantuan dari PNM ini membuat mereka punya ruang baru untuk bermimpi,” katanya.

Ruang Pintar Pojok Baca Rinca dilengkapi dengan berbagai koleksi bacaan anak, buku pengetahuan umum, cerita bergambar, serta fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar bersama.
Selain menjadi tempat membaca, ruang tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana anak-anak untuk berdiskusi, bermain edukatif, dan mengenal berbagai pengetahuan baru.

Kehadiran ruang literasi seperti ini dinilai dapat melengkapi upaya peningkatan kualitas pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), khususnya dalam menumbuhkan minat baca dan memperluas wawasan anak-anak.

Melalui inisiatif tersebut, PNM berharap dapat turut mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendorong tumbuhnya semangat belajar generasi muda di berbagai daerah Indonesia. Dok. Istimewa


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Pendidikan