Aksi pencurian uang nasabah terjadi di Riau. Pencurian itu dilakukan oleh pegawai bank berplat merah yang sudah diberhentikan dari jabatannya.
Aksi pencurian uang nasabah terjadi di Riau. Pencurian itu dilakukan oleh pegawai bank berplat merah yang sudah diberhentikan dari jabatannya.
Akibat aksi pencurian ini, nasabah dirugikan Rp1,39 miliar. Dalam kasus ini Polda Riau menyita buku tabungan dan transaksi kwitansi Bank Riau Kepri (BRK).
Akibat aksi pencurian ini, nasabah dirugikan Rp1,39 miliar. Dalam kasus ini Polda Riau menyita buku tabungan dan transaksi kwitansi Bank Riau Kepri (BRK).
"Tersangka yang diamankan adalah seorang wanita berinisial NH (37) yang merupakan teller bank plat merah tersebut. Kemudian AS (34) merupakan head teller," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto Selasa, 30 di Mapolda Riau.

Bobol Dana Nasabah Rp1,3 M, Dua Eks Pegawai Bank Riau Kepri Ditangkap

30 Maret 2021 19:00
Riau: Aksi pencurian uang nasabah terjadi di Riau. Pencurian itu dilakukan oleh pegawai bank berplat merah yang sudah diberhentikan dari jabatannya. 

Akibat aksi pencurian ini, nasabah dirugikan Rp1,39 miliar. Dalam kasus ini Polda Riau menyita buku tabungan dan transaksi kwitansi Bank Riau Kepri (BRK). 

"Tersangka yang diamankan adalah seorang wanita berinisial NH (37) yang merupakan teller bank plat merah tersebut. Kemudian AS (34) merupakan head teller," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto Selasa, 30 di Mapolda Riau. 

Kasus ini terungkap saat salah satu nasabah bank milik daerah bernama Rosmaniar terkejut melihat saldo awalnya Rp1.390.348.076 berkurang sifnifikan menjadi Rp9 juta. Diapun melaporkan hal ini ke pihak bank dan kepolisian. 

Selain Rosmaniar, ada dua korban lainnya yang dirugikan. Mereka adalah Hothasari Nasution dan Hasimah. Sehingga total kerugian dari tiga nasabah bank itu adalah Rp1,39 miliar. 

Modus yang dipakai untuk mencuri uang milik nasabah adalah memalsukan tanda tangan nasabah di slip penarikan. Total slip penarikan uang nasabah ratusan kali. Pencurian ini didominasi oleh teller. 

Sementara keterlibatan Head Teller adalah penarikan nasabah bank diatas Rp 50 juta dengan total 6 kali. Dimana AS memberikan user ID dan pasword nasabah ke bawahannya, NH. 

"Tersangka NH selaku teller menuliskan dan menirukan tanda tangan nasabah dalam form slip penarikan sehingga dapat melakukan penarikan uang tunai dari rekening nasabah. 

"Sasaran nasabahnya adalah rekening dormant (rekening diam). Artinya nasabah yang menabung untuk massa pensiun jadi jarang melihat saldo. Kedua tersangka kita tahan dengan pidana perbankkan," ucap Narto. MI/Rudi Kurniawansyah

(KHL)

News bank kasus pembobolan dana

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif