Dokter hewan memasang cairan infus dan mengobati luka bagian tubuh bayi gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Pidie, Aceh, Senin, 15 Februari2021.
Dokter hewan memasang cairan infus dan mengobati luka bagian tubuh bayi gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Pidie, Aceh, Senin, 15 Februari2021.
Bayi gajah betina berumur sekitar tiga minggu dengan berat badan mencapai 85 kilogram tersebut berhasil dievakuasi Tim BKSDA Aceh bersama warga dari kubangan lumpur di salah kawasan hutan kabupaten Pidie itu.
Bayi gajah betina berumur sekitar tiga minggu dengan berat badan mencapai 85 kilogram tersebut berhasil dievakuasi Tim BKSDA Aceh bersama warga dari kubangan lumpur di salah kawasan hutan kabupaten Pidie itu.
Kondisinya saat ini mulai berangsur membaik setelah mendapat perawatan intensif.
Kondisinya saat ini mulai berangsur membaik setelah mendapat perawatan intensif.
Menurut petugas, kaki depan bayi gajah tersebut mengalami dislokasi, sedangkan kaki belakang mengalami kelumpuhan. Begitu juga dengan mata, mengalami trauma akibat terkena lumpur.
Menurut petugas, kaki depan bayi gajah tersebut mengalami dislokasi, sedangkan kaki belakang mengalami kelumpuhan. Begitu juga dengan mata, mengalami trauma akibat terkena lumpur.

Sempat Terjebak Lumpur, Bayi Gajah Jalani Perawatan Intensif

News gajah gajah sumatra gajah liar
16 Februari 2021 07:13
Banda Aceh: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan gajah yang dievakuasi setelah terjebak dalam kubangan lumpur di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, masih dalam perawatan intensif tim medis.

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto di Banda Aceh, Senin, 15 Februari 2021 mengatakan bayi gajah tersebut dirawat intensif di Pusat Konservasi Gajah (PKG) di Saree, Kabupaten Aceh Besar.

"Bayi gajah masih dirawat intensif. Bayi gajah sebelumnya dalam kondisi kritis dan lemah, kini perlahan mulai bertenaga. Walau belum bisa dikatakan pulih benar, namun kondisi kesehatannya perlahan membaik," kata Agus Arianto.

Ia menyebutkan kaki depan bayi gajah tersebut mengalami dislokasi, sedangkan kaki belakang mengalami kelumpuhan. Begitu juga dengan mata, mengalami trauma akibat terkena lumpur.

"Bayi gajah tersebut membutuhkan terapi penyembuhan kaki depan serta kelumpuhan kaki belakang, termasuk mata yang memar karena lumpur. Dokter juga belum bisa memastikan apakah mata bayi gajah tersebut mengalami kerusakan sementara atau permanen," tambahnya.  

Sebelumnya, BKSDA Aceh bekerja sama dengan mitra mengevakuasi satu individu bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang terjebak di kubangan lumpur di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Agus Arianto mengatakan evakuasi dilakukan setelah masyarakat mengeluarkan bayi gajah tersebut dari kubangan lumpur di Desa Panton Bunot.

"Bayi gajah tersebut diperkirakan terjebak di kubangan lumpur sudah berhari-hari. Kemudian, masyarakat berhasil mengeluarkannya di kubangan dan selanjutnya menginformasikannya kepada kami," ujarnya.

Dari informasi tersebut, kata Agus Arianto, BKSDA menurunkan tim terdiri dari dokter hewan, Pusat Kajian Satwa Liar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree, Aceh Besar.

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Camat Tiro dan masyarakat Panton Bunot serta para pihak terkait lainnya yang telah menyelamatkan bayi gajah sumatra tersebut," kata Agus. AFP PHOTO/Chaidder Mahyuddin

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif