Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) bersama anak-anak mengikuti gerakan delapan langkah mencuci tangan pakai sabun saat peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia Tahun 2020 di Taman Eskpresi, Kota Bogor, Jawa Barat.
Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) bersama anak-anak mengikuti gerakan delapan langkah mencuci tangan pakai sabun saat peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia Tahun 2020 di Taman Eskpresi, Kota Bogor, Jawa Barat.
Peringatan HCTPS Sedunia dengan tema
Peringatan HCTPS Sedunia dengan tema "Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun Tangan Bersih untuk Semua" tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu mencuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari berbagai penyakit termasuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Bima Arya Sebut Baru 30% Warga Bogor yang Disiplin Cuci Tangan

News Virus Korona
15 Oktober 2020 17:08
Bogor: Wali Kota Bogor Bima Arya menghadiri peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia Tahun 2020 di Taman Eskpresi, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 15 Oktober 2020.

Peringatan HCTPS Sedunia dengan tema "Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun Tangan Bersih untuk Semua" tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu mencuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari berbagai penyakit termasuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Bima Arya menyebut hanya 30 persen masyarakat Kota Bogor yang mengaku sudah rutin mencuci tangan sebagai bagian dari protokol kesehatan Covid-19. Ia menyampaikan bahwa hasil suvei Pemkot Bogor bekerja sama dengan komunitas LaporCovid-19 terkait persepsi masyarakat terhadap pandemi Covid-19 menunjukkan hal yang menarik.

“Hasilnya menarik, ternyata warga itu paling susah jaga jarak, paling mengaku sering adalah pakai masker, di tengah-tengahnya baru cuci tangan," ujarnya dalam acara Kampanye Nasional & Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia.

Oleh Sebab itu, kata Bima, saat ini lebih banyak warga Bogor yang mengaku sering pakai masker dibanding cuci tangan.

Lebih lanjut, dia menyebut hasil survei tersebut adalah sekitar 30 persen warga Bogor mengaku selalu cuci tangan. Kemudian, ada 50 persen warga yang mengaku sering, dan sekitar 8 persen yang mengaku jarang cuci tangan.

Kendati hasil tersebut tidak buruk, tetapi Bima mengaku tidak puas dan berupaya agar warga yang selalu mencuci tangan mencapai angka 80 persen.

Dia pun menegaskan bahwa Pemkot Bogor akan terus menggencarkan kampanye 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun. ANTARA Foto/Arif Firmansyah

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif