Jamaah suluk menutupi kepalanya dengan selendang dan surban saat mengikuti zikir di Dayah (Pesantren) Darul Aman, Desa Lampuuk Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
Jamaah suluk menutupi kepalanya dengan selendang dan surban saat mengikuti zikir di Dayah (Pesantren) Darul Aman, Desa Lampuuk Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
Ramadan di Bumi Serambi Mekkah memiliki sejuta tradisi, salah satunya yang kerap dilakukan sebagian umat muslim di Aceh yaitu ibadah suluk. Ibadah berzikir dengan menggunakan penutup kepala ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, terlebih di 10 malam terakhir bulan Ramadan.
Ramadan di Bumi Serambi Mekkah memiliki sejuta tradisi, salah satunya yang kerap dilakukan sebagian umat muslim di Aceh yaitu ibadah suluk. Ibadah berzikir dengan menggunakan penutup kepala ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, terlebih di 10 malam terakhir bulan Ramadan.
Seperti pelaksaan suluk di salah satu Dayah (Pesantren) Darul Aman, Desa Lampuuk Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Kegiatan suluk di dayah tersebut menjadi rutinitas tahunan yang telah dilakukan lebih dari 8 tahun.
Seperti pelaksaan suluk di salah satu Dayah (Pesantren) Darul Aman, Desa Lampuuk Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Kegiatan suluk di dayah tersebut menjadi rutinitas tahunan yang telah dilakukan lebih dari 8 tahun.
Tradisi ini merupakan tradisi turun temurun yang biasanya dilakukan dengan berzikir terus menerus tanpa henti dengan menggunakan penutup kepala untuk menghindari nafsu duniawi. Diibaratkan menutup kepala ini seperti sedang berada di alam kubur, sehingga jemaah benar-benar hanya mengingat Allah.
Tradisi ini merupakan tradisi turun temurun yang biasanya dilakukan dengan berzikir terus menerus tanpa henti dengan menggunakan penutup kepala untuk menghindari nafsu duniawi. Diibaratkan menutup kepala ini seperti sedang berada di alam kubur, sehingga jemaah benar-benar hanya mengingat Allah.
Puluhan jemaah yang mengikuti ibadah suluk ini datang dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Ada yang melaksanakan ibadah suluk hanya 10 hari hingga sebulan penuh Ramadan. Dan kebanyakan jemaah wanita.
Puluhan jemaah yang mengikuti ibadah suluk ini datang dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Ada yang melaksanakan ibadah suluk hanya 10 hari hingga sebulan penuh Ramadan. Dan kebanyakan jemaah wanita.

Foto: Suluk, Tradisi Zikir Memohon Ampunan saat Ramadan

News ramadan aceh Lebaran 2022 Ramadan 2022
28 April 2022 13:19
Aceh Besar: Ramadan di Bumi Serambi Mekkah memiliki sejuta tradisi, salah satunya yang kerap dilakukan sebagian umat muslim di Aceh yaitu ibadah suluk. Ibadah berzikir dengan menggunakan penutup kepala ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, terlebih di 10 malam terakhir bulan Ramadan.

Suluk adalah sebuah ritual keagamaan yang dilaksanakan oleh sebagian umat muslim di Provinsi Aceh di setiap momen tertentu menggunakan perhitungan jadwal bulan arab yakni, Ramadan, Rabiul Awal, dan Zulhijjah.

Seperti pelaksaan suluk di salah satu Dayah (Pesantren) Darul Aman, Desa Lampuuk Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Kegiatan suluk di dayah tersebut menjadi rutinitas tahunan yang telah dilakukan lebih dari 8 tahun. 

Tradisi ini merupakan tradisi turun temurun yang biasanya dilakukan dengan berzikir terus menerus tanpa henti dengan menggunakan penutup kepala untuk menghindari nafsu duniawi. Diibaratkan menutup kepala ini seperti sedang berada di alam kubur, sehingga jemaah benar-benar hanya mengingat Allah.

Sebelum memasuki ibadah suluk, semua jemaah diwajibkan untuk mandi taubat dan wajib masuk tarekat (jalan menuju kebenaran) khususnya Tarekat Naqsyabandiyah atau disebut dengan menerima ijazah tarekat dari guru. Sehingga benar-benar dapat membersihkan jiwa raga ketika akan beribadah. 

Puluhan jemaah yang mengikuti ibadah suluk ini datang dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Ada yang melaksanakan ibadah suluk hanya 10 hari hingga sebulan penuh Ramadan. Dan kebanyakan jemaah wanita.

Selain itu, jemaah suluk dilarang makan makanan berdarah seperti daging atau yang mengandung lemak seperti susu, telur, atau udang. Tujuannya agar terhindar dari nafsu duniawi dan syahwat serta agar tidak tertidur akibat pengaruh makanan sehingga sepenuhnya waktu digunakan untuk beribadah.

Selain salat malam dan membaca Alquran, jemaah juga harus mengamalkan zikir ismu zat (menyebut Allah dalam hati) minimal 50 ribu kali sampai 100 kali dalam semalam. Medcom.id/Fajri Fatmawati

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif