Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung Pinangki Sirna Malasari menghadiri sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 23 September 2020.
Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung Pinangki Sirna Malasari menghadiri sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 23 September 2020.
Pinangki mengenakan gamis corak kotak-kotak dengan warna merah muda (pink) dan hijau dipadu dengan kerudung merah muda warna senada. Alas kaki, Pinangki mengenakan 'high heels' warna hitam mengkilat.
Pinangki mengenakan gamis corak kotak-kotak dengan warna merah muda (pink) dan hijau dipadu dengan kerudung merah muda warna senada. Alas kaki, Pinangki mengenakan 'high heels' warna hitam mengkilat.
Pinangki juga mengenakan masker ditambah 'face shield' dan sarung tangan warna hitam.
Pinangki juga mengenakan masker ditambah 'face shield' dan sarung tangan warna hitam.
Dalam perkara ini, Pinangki bersama-sama dengan advokat Anita Kolopaking dan pengusaha Andi Irfan Jaya disangkakan membantu buronan terpidana korupsi Cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra untuk pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung agar pidana terhadap Djoko berdasarkan putusan PK 11 Juni 2009 tidak dieksekusi. Pinangki didakwa menerima suap sebesar USD500 ribu (sekitar Rp7,4 miliar) dari USD1 juta yang telah dijanjikan oleh Djoko Tjandra.
Dalam perkara ini, Pinangki bersama-sama dengan advokat Anita Kolopaking dan pengusaha Andi Irfan Jaya disangkakan membantu buronan terpidana korupsi Cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra untuk pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung agar pidana terhadap Djoko berdasarkan putusan PK 11 Juni 2009 tidak dieksekusi. Pinangki didakwa menerima suap sebesar USD500 ribu (sekitar Rp7,4 miliar) dari USD1 juta yang telah dijanjikan oleh Djoko Tjandra.
Atas perbuatannya, Pinangki disangkakan melanggar pasal berlapis, yaitu Pasal 5 Ayat (2) juncto Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001. Selain itu, Pasal 3 UU No. 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pasal 15 jo. Pasal 13 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 jo. Pasal 88 KUHP.
Atas perbuatannya, Pinangki disangkakan melanggar pasal berlapis, yaitu Pasal 5 Ayat (2) juncto Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001. Selain itu, Pasal 3 UU No. 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pasal 15 jo. Pasal 13 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 jo. Pasal 88 KUHP.

Jalani Sidang Perdana, Jaksa Pinangki Kenakan Gamis dan Kerudung Pink

News Djoko Tjandra
23 September 2020 12:31
Jakarta: Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung Pinangki Sirna Malasari menghadiri sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 23 September 2020.  

Pinangki mengenakan gamis corak kotak-kotak dengan warna merah muda (ping) dan hijau dipadu dengan kerudung merah muda warna senada. Pinangki juga mengenakan masker ditambah 'face shield' dan sarung tangan warna hitam. Alas kakinya, Pinangki mengenakan 'high heels' warna hitam mengkilat.
  
Dalam perkara ini, Pinangki bersama-sama dengan advokat Anita Kolopaking dan pengusaha Andi Irfan Jaya disangkakan membantu buronan terpidana korupsi Cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra untuk pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung agar pidana terhadap Djoko berdasarkan putusan PK 11 Juni 2009 tidak dieksekusi.

Pinangki didakwa menerima suap sebesar USD500 ribu (sekitar Rp7,4 miliar) dari USD1 juta yang telah dijanjikan oleh Djoko Tjandra.

Atas perbuatannya, Pinangki disangkakan melanggar pasal berlapis, yaitu Pasal 5 Ayat (2) juncto Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001.

Selain itu, Pasal 3 UU No. 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pasal 15 jo. Pasal 13 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 jo. Pasal 88 KUHP. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif