Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta. Antara Foto/Nova Wahyudi
Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta. Antara Foto/Nova Wahyudi
Firli merupakan capim urutan ke-4 yang diuji hari ini. Fit and proper test dipimpin oleh Ketua Komisi III Azis Syamsuddin. Antara Foto/Nova Wahyudi
Firli merupakan capim urutan ke-4 yang diuji hari ini. Fit and proper test dipimpin oleh Ketua Komisi III Azis Syamsuddin. Antara Foto/Nova Wahyudi
Namun Ia menjadi perbincangan setelah pada Rabu, 11 September 2019 kemarin, KPK menggelar konferensi pers menyampaikan bahwa Firli melakukan pelanggaran etik berat semasa menjabat Deputi Penindakan KPK karena diduga telah melakukan pertemuan sebanyak dua kali dengan Gubernur NTB periode 2008-2018 Tuan Guru Bajang Zainul Majdi terkait penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara pada tahun 2009-2016. Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Namun Ia menjadi perbincangan setelah pada Rabu, 11 September 2019 kemarin, KPK menggelar konferensi pers menyampaikan bahwa Firli melakukan pelanggaran etik berat semasa menjabat Deputi Penindakan KPK karena diduga telah melakukan pertemuan sebanyak dua kali dengan Gubernur NTB periode 2008-2018 Tuan Guru Bajang Zainul Majdi terkait penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara pada tahun 2009-2016. Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Dalam konferensi pers itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan Firli diberhentikan dengan hormat dan dikembalikan ke institusi asalnya Polri. Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Dalam konferensi pers itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan Firli diberhentikan dengan hormat dan dikembalikan ke institusi asalnya Polri. Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Namun, Capim KPK petahana Alexander Marwata mengatakan langkah Saut Situmorang mengumumkan dugaan pelanggaran etik berat yang dilakukan Firli Bahuri adalah tidak sah. Antara Foto/Nova Wahyudi
Namun, Capim KPK petahana Alexander Marwata mengatakan langkah Saut Situmorang mengumumkan dugaan pelanggaran etik berat yang dilakukan Firli Bahuri adalah tidak sah. Antara Foto/Nova Wahyudi
Menanggapi pernyataan Alexander Marwata, Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif (kiri) dan Saut Situmorang (kanan) memberi keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Menanggapi pernyataan Alexander Marwata, Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif (kiri) dan Saut Situmorang (kanan) memberi keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Tiga Pimpinan KPK itu membantah pernyataan Alexander Marwata yang mengaku tidak tahu akan pelaksanaan konferensi pers terkait pelanggaran etik berat mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Firli Bahuri yang berlangsung di Gedung KPK pada Rabu (11/9) lalu, karena hal tersebut atas persetujuan mayoritas pimpinan. Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Tiga Pimpinan KPK itu membantah pernyataan Alexander Marwata yang mengaku tidak tahu akan pelaksanaan konferensi pers terkait pelanggaran etik berat mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Firli Bahuri yang berlangsung di Gedung KPK pada Rabu (11/9) lalu, karena hal tersebut atas persetujuan mayoritas pimpinan. Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso

Firli Bahuri Jalani Uji Kelayakan Capim KPK

News capim kpk
12 September 2019 22:20
Jakarta: Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 September 2019. Nama Firli disebut oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sebagai capim KPK bermasalah. Antara Foto
(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif