Dirjen PPKL KLHK, Sigit Reliantoro (kanan), selaku Co-Chair G20 EDM-CSWG. Foto: KLHK
Dirjen PPKL KLHK, Sigit Reliantoro (kanan), selaku Co-Chair G20 EDM-CSWG. Foto: KLHK

7 Isu Prioritas Lingkungan Didukung G20 dan Organisasi Internasional

Media Indonesia.com • 24 Maret 2022 15:18
Yogyakarta: Sebanyak tujuh isu prioritas lingkungan mendapat dukungan penuh dari negara-negara anggota G20. Selain itu, organisasi internasional juga turut mencermati isu-isu tersebut.
 
Ketujuh isu itu adalah land degradation (kerusakan lahan), biodiversity loss (kehilangan keanekaragaman hayati), marine litter (sampah di laut), water (pengelolaan air), sustainable consumption and resources efficiency (konsumsi berkelanjutan dan efisiensi sumber daya), sustainable finance (keuangan berkelanjutan), dan marine protection (perlindungan laut).
 
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sigit Reliantoro, mengonfirmasi hal itu. Sigit adalah Co-Chair G20 Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdulillah, isu prioritas dan subprioritas yang kita sampaikan mendapat dukungan dari negara-negara anggota. Termasuk negara yang diundang dan organisasi internasional yang hadir di pertemuan ini, baik secara langsung maupun virtual," ujar Sigit saat menutup pertemuan pertama EDM-CSWG, di Yogyakarta, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Untuk enam isu sudah diselesaikan dengan mencari masukan dari negara anggota G20 EDM. Sedangkan untuk satu isu lagi, yakni konsumsi berkelanjutan dan efisiensi sumber daya, dilaksanakan pada Juni di pertemuan kedua EDM-CSWG.
 
Baca: Mendorong Akses Air Bersih bagi Masyarakat
 
Untuk isu pertama, yakni kerusakan lahan, para delegasi meminta mempertahankan framework yang sudah ada. Termasuk mendukung upaya-upaya nyata Indonesia merehabilitasi mangrove dan lahan gambut secara besar-besaran saat ini.
 
Untuk isu kehilangan keanekaragaman hayati, kata Sigit, secara prinsip para delegasi mendukung implementasi dari kerangka keanekaragaman hayati global 2020. Selanjutnya, terkait penangan sampah di laut, para delegasi sepakat mendukung. Dan salah satu yang difokuskan adalah pada bagaimana mendorong sesedikit mungkin plastik terbuang ke laut dengan memasukan ke dalam siklus sirkular ekonomi.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif