Kehadiran dompet digital asing diyakini tidak akan mematikan peran pemain lokal asalkan ada peraturan yang jelas (Foto:MI/Palce Amalo)
Kehadiran dompet digital asing diyakini tidak akan mematikan peran pemain lokal asalkan ada peraturan yang jelas (Foto:MI/Palce Amalo)

Kehadiran Dompet Digital Asing Diyakini Tak akan Gerus Pemain Lokal

Ekonomi Ipsos Indonesia
Gervin Nathaniel Purba • 16 Januari 2020 17:16
Jakarta: Persaingan bisnis dompet elektronik semakin berwarna. WeChat Pay, dompet elektronik terbesar di Tiongkok, telah mendapatkan izin untuk beroperasi di Indonesia mulai 1 Januari 2020.
 
Masuknya WeChat Pay ke Indonesia dipandang positif oleh Ipsos Indonesia. Perusahaan riset pemasaran asal Prancis itu yakin kehadiran WeChat Pay tidak akan mematikan peran pemain lokal.
 
"Kompetisi sehat tidak masalah selama ada aturan yang jelas," ujar Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan, ditemui di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Rabu, 15 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


WeChat Pay masuk ke Indonesia melalui kerja sama dengan Bank CIMB Niaga. Namun, WeChat Pay hanya tersedia bagi turis Tiongkok yang datang ke Indonesia.
 
"Pemain asing masuk dari market yang sudah terbentuk. Mereka yang sudah best practice mencoba masuk ke sini dan mencoba melihat (peluang)," ujar Soeprapto.
 
Selain WeChat Pay, dompet elektronik asal Tiongkok lainnya, AliPay, juga masuk ke Tanah Air. Namun, AliPay belum mendapatkan izin sejauh ini.
 
Melihat kehadiran dompet digital asing, Soeprapto menekankan pentingnya regulasi yang jelas agar tercipta kompetisi sehat. Dia optimistis para pemain lokal tidak akan kalah bersaing.
 
"Kompetensi lokal kita enggak kalah hebat selama ada aturan yang jelas,” ucapnya.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif