NEWSTICKER
Freeport Indonesia. Foto : AFP.
Freeport Indonesia. Foto : AFP.

Lima Berita Ekonomi Terpopuler, Korona hingga Freeport

Ekonomi Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Nia Deviyana • 16 Februari 2020 15:00
Jakarta: Berita seputar dampak virus korona terhadap perekonomian masih menjadi salah satu yang terpopuler pada pekan ini. Virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu dikhawatirkan berdampak kepada harga komoditas tambang.
 
Berita ekonomi populer lainnya masih dari sektor energi. PT Freeport Indonesia optimistis produksinya kembali normal tahun depan setelah sebelumnya terjadi penurunan kegiatan ekonomi. Selanjutnya, berita industri yang bakal mendapatkan diskon tarif listrik tak luput dari perhatian.
 
Kasus Jiwasraya dan ASABRI juga masih menjadi isu yang menarik perhatian pekan ini. Dilanjutkan dengan kebijakan pemerintah seputar beleid angkutan ekspor yang dikhawatirkan berdampak negatif bagi ekonomi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Medcom.id merangkum lima berita terpopuler berdasarkan dari berita terbanyak pembaca dari Senin hingga Jumat, beserta link artikel resmi untuk memudahkan pembaca membaca artikel tersebut.
 
1. PT Timah Rem Ekspor
 
PT Timah Tbk menyatakan penyebaran wabah virus korona membuat bisnis perusahaan terkoreksi dan memilih untuk mengerem penjualan ke luar negeri.
 
Direktur Utama PT Timah M Riza Pahlevi Tabrani mengatakan virus tersebut memengaruhi harga jual komoditas yang mereka tambang. Dia bilang, perusahaan memilih wait and see untuk ekspor.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 
2. Produksi Freeport Diramal Kembali Normal
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui terjadi penurunan kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh peralihan ladang tambang Grasberg ke lahan bawah tanah dalam operasional PT Freeport Indonesia.
 
Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan peralihan tersebut membuat produksi bijih emas dan tembaga Freeport tidak maksimal sehingga serapan tenaga kerja di Papua ikut menurun. Akibatnya laju pertumbuhan ekonomi di Bumi Cenderawasih itu terhempas dan minus.
 
Namun demikian, lanjut Bambang diharapkan produksi tersebut akan kembali mencapai 100 persen atau full capacity pada 2021. Sehingga akan berdampak baik pada perekonomian Papua.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 
3. BP Tapera Tak Ikuti Jiwasraya dan ASABRI
 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) hati-hati dalam mengelola investasinya.
 
Sri Mulyani tak ingin BP Tapera bernasib sama seperti PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 
4. Industri Bakal Dapat Diskon Listrik
 
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan tengah membahas mengenai besaran diskon atau potongan tarif listrik untuk industri. Pembahasan dilakukan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
 
Pemberian diskon tarif listrik diharapkan bisa mengurangi beban biaya produksi sehingga mendorong industri makin kompetitif. Sebab Agus mengatakan listrik merupakan salah satu komponen ongkos produksi.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 
5. Beleid Angkutan Ekspor Bisa Berdampak Negatif
 
Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu telah diubah beberapa kali. Terakhir Permendag 80/2018 tentang Perubahan Kedua atas Permendag 82/2017 dan peraturan pelaksanaannya dicabut serta tidak berlaku.
 
Saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mengebut aturan anyar beleid tersebut. Dalam draf Permendag baru disebutkan eksportir wajib mengekspor batu bara dan/atau CPO (Crude Palm Oil) dengan menggunakan angkutan laut dan asuransi nasional (Pasal 2 ayat (1).
 
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengkhawatirkan aturan baru tersebut berdampak negatif bagi upaya peningkatan ekspor.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif