Ilustrasi. Foto: Antara/Maha Eka Swasta
Ilustrasi. Foto: Antara/Maha Eka Swasta

Harga Komoditas Terpapar Korona, PT Timah Rem Ekspor

Ekonomi Virus Korona pt timah
Suci Sedya Utami • 10 Februari 2020 22:49
Jakarta: PT Timah Tbk menyatakan penyebaran wabah virus korona membuat bisnis perusahaan terkoreksi dan memilih untuk mengerem penjualan ke luar negeri.
 
Direktur Utama PT Timah M Riza Pahlevi Tabrani mengatakan virus tersebut memengaruhi harga jual komoditas yang mereka tambang. Dia bilang, perusahaan memilih wait and see untuk ekspor.
 
"Harga sempat USD17.800 per ton ya, kita tetap wait and see, kalau harga bagus kita tetap meningkatkan penjualan, tapi kalau harga enggak optimal kita akan lihat benefit dari setiap kegiatan ekspor kita," kata Riza di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan pihaknya akan membicarakan lebih jauh dengan para mitra di dunia usaha terkait antisipasi volatilitas harga timah.
 
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan PT Timah Abdullah Umar Baswedan mengatakan dampak dari virus Korona memang tidak langsung menggangu peruahaan. Namun dampaknya lebih pada pasokan dan permintaan (supply and demand) sehingga mempengaruhi harga.
 
Selain itu, ia bilang peningkatan produksi juga menunggu pergerakan harga yang meningkat. Ia bilang ada kemungkinan untuk meningkatkan produksi sebesar lima persen dari estimasi realisasi produksi di tahun lalu yang sebesar 65 ribu-70 ribu ton.
 
"Tahun ini kita lihat, target sih kemungkinan meningkat sedikit lima persen dari realisasi. Tapi tetap kita menunggu, melihat kondisi harga bagus. Harga kita enggak bisa kontrol, kontrolnya kita maintain jumlah yang kita ekspor. Kita market share di dunia 23 persen, kalau exclude (tidak termasuk) Tiongkok di atas 40 persen," jelas Abdullah.
 
Pada tahun lalu, harga timah terkoreksi cukup dalam seiring permintaan akibat sentimen perang dagang AS dan Tiongkok. Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang tahun lalu harga timah di bursa London terdepresiasi sekitar 12 persen.
 
Koreksi harga tersebut membuat PT Timah dan pelaku usaha lainnya di dunia memangkas volume produksi dan ekspor demi menstabilkan harga. PT Timah memangkas volume ekspor mulai Juni 2019 sebesar 1.000-1.500 ton.
 
Pada perdagangan Jumat lalu, harga timah di bursa London melemah 3,14 persen menjadi USD16.175 per ton. Secara year to date (ytd) di tahun ini, harga timah masih terdepresiasi 5,82 persen. Padahal, pertengahan Januari harga sempat membaik ke level USD17.842 per ton.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif