Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Industri Bakal Dapat Diskon Listrik

Ekonomi kementerian perindustrian tarif listrik
Suci Sedya Utami • 13 Februari 2020 21:15
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan tengah membahas mengenai besaran diskon atau potongan tarif listrik untuk industri. Pembahasan dilakukan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
 
Pemberian diskon tarif listrik diharapkan bisa mengurangi beban biaya produksi sehingga mendorong industri makin kompetitif. Sebab Agus mengatakan listrik merupakan salah satu komponen ongkos produksi.
 
"Sudah intensif (pembahasan) antara kami, ESDM dan BUMN. Mudah-mudahan bisa diumumkan, sudah ada skemanya. Salah satu yang bisa membantu industri ya harga listrik kompetitif," kata Agus ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan diskon tidak diberikan selama 24 jam penuh saat industri beroperasi. Namun penyesuaian tarif diberikan pada waktu-waktu tertentu.
 
Lebih lanjut, Agus mengatakan Presiden Joko Widodo telah mengarahkan diskon diberikan pada pukul 22.00 hingga 06.00.
 
"Industri yang proses produksinya 24 jam itu tidak perlu 24 jam (diberi diskon). Pada jam-jam tertentu saja kita arahkan dapat diskon," tutur dia.
 
Sebenarnya diskon tarif listrik ini sudah lebih dulu dilakukan oleh PLN Distribusi Jakarta Raya. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya M. Ikhsan Asaad menjelaskan diskon tersebut diberikan PLN untuk tarif industri khususnya I3 dan I4 yang sedang mengejar target produksi.
 
"Diskon ini diberikan saat pemakaian listrik di luar waktu beban puncak (LWBP) yakni pada pukul 23.00-08.00 dan berlaku bagi pelanggan yang memiliki daya di atas 200 Kilo Volt Ampere (kVA)," ujar Ikhsan.
 
Selain itu, kata dia, pelanggan tarif bisnis dan industri bisa melakukan penambahan daya sementara tanpa membayar biaya penyambungannya. Pelanggan cukup membayar biaya pemakaiannya saja.
 
“Kami memberikan keleluasaan untuk tambah daya sementara agar pelanggan bisa memenuhi kebutuhan listrik untuk kejar produksi. Pelanggan fokus pada bisnisnya, kami siapkan listriknya," tambah Ikhsan.
 

 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif