Upaya Memanfaatkan Ekonomi Digital

Anggi Tondi Martaon 21 November 2018 18:54 WIB
bank indonesiaBI Goes to Campus
Upaya Memanfaatkan Ekonomi Digital
Berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai fokus mengembangkan sektor ekonomi digital (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Palembang: Berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai fokus mengembangkan sektor ekonomi digital.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan mengatakan, sadar atau tidak masyarakat sudah mulai masuk ke ekonomi digital. Namun, mayoritas penduduk baru sebatas sebagai konsumen.

"Kita ingin agar masyarakat tidak hanya sebagai pengguna. Kalau bisa sebagai pelaku pada sektor ekonomi digital," kata Junanto, pada acara BI Goes To Campus di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Sumatera Selatan, Kamis, 15 November 2018.

Ekonomi digital memiliki banyak potensi, di antaranya membantu menggerakkan perekonomian Indonesia.

"Menolong transaksi berjalan dari defisit. Jadi, kita bisa menolong produk-produk Indonesia sehingga bisa tumbuh," sebut dia.

Selain itu, masyarakat juga dituntut melek aturan ekonomi digital. Jangan sampai niat baik membantu pemerintah sebagai pelaku ekonomi digital justru menyalahi aturan. "Kita punya aturan-aturan. Tidak boleh sembarangan bermain ekonomi digital tanpa aturan," ucapnya.

Oleh karenanya, perlu dilakukan berbagai cara agar masyarakat Indonesia bisa menjadi pemain dalam ekonomi digital. Selain infrastruktur, dibutuhkan edukasi agar masyarakat bisa menjadi pelaku yang handal dan berkualitas.

Sementara itu, Manajer Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia Putu Paulus Adi P mengatakan, pemerintah memiliki tiga prinsip mengembangkan ekonomi digital Indonesia. 
Pertama, National Security. "Di sini bagaimana pengembangan digital ekonomi itu memberikan manfaat sebesar-besarnya dan memberikan perlindungan kepada produk dan konsumen kita," kata Putu.

Kedua, promoting group, financial inclusion, dan ability. Prinsip dibuat agar perkembangan ekonomi digital sejalan dengan pertumbuhan perekonomian. 

"Terakhir, national champion. Ini adalah upaya kita berbicara Indonesia agar bisa bersaing melahirkan champion-champion baru di Indonesia," katanya.

Khusus Bank Indonesia, Putu menyebutkan telah mengeluarkan beberapa kebijakan. BI fokus pada manajemen aspek risiko. 

"Jangan sampai inovasi yang kita dukung dengan tinggi, tapi kebablasan. Aspek risiko ini penting karena kita harus melindungi konsumen kita," ujar dia.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id