Ilustrasi mesin ATM. Foto: dok BTN.
Ilustrasi mesin ATM. Foto: dok BTN.

Mesin ATM, Riwayatmu Kini..

Ekonomi OJK Perbankan transaksi non tunai anjungan tunai mandiri (atm)
M Iqbal Al Machmudi • 14 Oktober 2020 09:58
Jakarta: Pandemi covid-19 kian mengukuhkan ketergantungan teknologi dalam industri perbankan akibat terus naiknya transaksi secara digital. Fasilitas mesin anjungan tunai mandiri (ATM) pun kian ditinggalkan nasabah.
 
"Pandemi telah mengubah perilaku masyarakat untuk lebih memanfaatkan channel-channel digital dalam bertransaksi keuangan melalui bank," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat dalam webinar bertajuk Leading in Transformation with Service Improvement, dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Lembaganya mencatat, pada Maret 2020, saat covid-19 mulai mewabah, terdapat peningkatan transaksi mobile banking sebesar 67,2 persen (yoy) atau 15 persen dari bulan sebelumnya menjadi 267 juta transaksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Transaksi internet banking juga mengalami peningkatan sebesar 48,4 persen (yoy) atau 11,9 persen dari bulan sebelumnya menjadi 121 juta transaksi," kata Teguh.
 
Baca: Penutupan Kantor Cabang Bank dan Gerai ATM Bakal Terus Berlanjut
 
Kemudian pada Agustus 2020 terdapat peningkatan pada transaksi mobile banking sebesar 54,3 persen (yoy) atau 5,7 persen dari bulan sebelumnya menjadi 302,6 juta transaksi.
 
"Peningkatan juga terjadi di layanan internet banking sebesar 49,3 persen atau empat persen dari bulan sebelumnya menjadi 135 juta transaksi," ujar Teguh.
 
Melesatnya transaksi secara digital itu, sambung Teguh, menuntut kecepatan bank bertransformasi, dari konvensional ke digital.
 
"Teknologi artificial intelligence (AI) harus diadopsi untuk menunjang kerja bank seperti ATM, profiling nasabah, deteksi pola nasabah yang terdeteksi fraud," ujarnya.
 
Di webinar itu Teguh juga mengingatkan majunya teknologi layanan digital perbankan saat ini ternyata juga diikuti makin canggihnya modus operandi kejahatan di dunia maya (cyber crime). Terlebih, Indonesia hingga saat ini masih lemah dalam perlindungan data pribadi nasabah.
 
"Permasalahan cyber crime dengan metode serangan terus berevolusi dan semakin canggih, seiring dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi yang sangat pesat," ujarnya.

 
Halaman Selanjutnya
  Jadi Primadona Di webinar…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif