Gedung Asuransi Jiwasraya. Foto: dok MI/Ramdani.
Gedung Asuransi Jiwasraya. Foto: dok MI/Ramdani.

Jalan Keluar Restrukturisasi Jiwasraya Diumumkan 1 November

Ekonomi Kementerian BUMN Jiwasraya
Annisa ayu artanti • 01 Oktober 2020 21:48

 
Sementara jika pemegang polis menolak upaya restrukturisasi tersebut, Kartika menyebutkan, mereka akan mendapat hasil dari penjualan aset Jiwasraya.
 
"Tapi seandainya mereka tidak menyetujui, mereka akan tetap di Jiwasraya dan akan mendapatkan dari penjualan aset sisa di Jiwasraya," tukasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Praktik manipulasi laporan keuangan atau window dressing telah dilakukan Jiwasraya, pada 2008-2017. Akibatnya, Jiwasraya memiliki ekuitas negatif hingga Rp37,6 triliun per Juli 2020.
 
Selain itu, hancurnya kondisi keuangan Jiwasraya juga dilatarbelakangi oleh adanya produk-produk asuransi dengan bunga pasti yang tinggi, seperti produk JS Proteksi Plan yang diketahui memiliki bunga pasti mulai dari tujuh persen hingga 10 persen net per tahun.
 
Masalah pun semakin runyam ketika manajemen lama menempatkan portofolio investasi Jiwasraya pada saham-saham berkualitas rendah, baik secara langsung atau dibungkus dengan reksadana milik terdakwa lainnya yakni Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.
 
Akibatnya, pada saat nasabah ingin mencairkan dananya manajemen Jiwasraya sudah tidak memiliki aset yang likuid untuk menutup klaim yang mulai membesar sejak 2017.
 
Ketika mengetahui ada yang tidak beres dengan Jiwasraya jajaran Kementerian BUMN telah melakukan pergantian direksi sebanyak tiga kali. Mulai dari Muhammad Zamkhani pada Januari 2018. Disusul, Asmawi Syam pada Mei 2018 yang mulai berlaku efektif pada Agustus 2018. Terakhir, Hexana Tri Sasongko pada November 2018 yang baru efektif pada Januari 2019.
 
(AHL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif