Baca: BoJ Terbuka untuk Longgarkan Kebijakan Moneter
Dengan kebijakan yang ditahan maka sembilan anggota Dewan Gubernur BoJ juga bisa berdebat mengenai rincian operasional mengenai kerangka kebijakan baru yang telah diadopsi pada bulan lalu, seperti sejauh mana bank sentral bisa memperlambat pembelian obligasi jika imbal hasilnya jatuh di bawah target.
Baca: Kerangka Kebijakan Baru BoJ Dihadapkan pada Ujian Pertama
Mengutip Reuters, Rabu 26 Oktober, dalam evaluasi kuartalan perkiraan di pertemuan tingkat suku bunga, bank sentral akan memangkas prediksi inflasi di tahun depan di tahun fiskal. Hal itu dilakukan karena kondisi tersebut mencerminkan konsumsi yang melemah, dan jatuhnya biaya impor dari penguatan mata uang yen.
.jpg)
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Toru Hanai)
Kajian ulang ini juga dapat memperpanjang jangka waktu untuk memukul target inflasi yang ambisius melampaui jangka lima tahun jabatan Kuroda yang berakhir pada April 2018. Saat ini, BoJ memproyeksikan inflasi mencapai dua persen selama tahun fiskal yang berakhir Maret 2018.
Pada pertemuan dua hari, BoJ diperkirakan akan mempertahankan target inflasi 0,1 persen yang dikurangi oleh suku bunga jangka pendek dan janji untuk membimbing 10-tahun imbal hasil obligasi pemerintah sekitar nol persen, setelah ada modifikasi terhadap kerangka kebijakan baru yang lebih cocok untuk digunakan dalam jangka panjang guna melawan deflasi.
Baca: BoJ Diperkirakan Tunda Keberlanjutan Pelonggaran Kebijakan
Sementara itu, ketidakpastian global seperti hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) membuat BoJ melihat kondisi itu seperti risiko yang bisa menggagalkan pemulihan ekonomi Jepang yang moderat. Dalam hal ini, BoJ tetap berharap ekonomi Jepang bisa segera pulih dan target inflasi bisa segera tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News