Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Thomas Peter)
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Thomas Peter)

BoJ Diperkirakan Tunda Keberlanjutan Pelonggaran Kebijakan

Angga Bratadharma • 11 Oktober 2016 17:06
medcom.id, New York: Bank of Japan (BoJ) diperkirakan tengah menunggu sampai tahun depan sebelum meneruskan pelonggaran kebijakan lebih lanjut, kecuali ada lonjakan tajam dalam mata uang yen yang melemahkan perekonomian secara signifikan.
 
Bulan lalu, bank sentral Jepang telah mengalihkan fokusnya dari program stimulus untuk menargetkan tingkat bunga pasar setelah bertahun-tahun melakukan pembelian aset secara besar-besaran dan gagal mendongkrak target inflasi sebesar dua persen.
 
Sekitar 70 persen analis yang disurvei menjawab bahwa BoJ akan menambah atau meneruskan stimulus pada pertemuan di Januari 2017. Sementara beberapa analis lainnya memperkirakan bank sentral Jepang akan mengurangi pelonggaran kebijakan lebih lanjutnya pada 30 Oktober sampai 1 November.

"Skenario utama kami adalah bahwa BoJ akan berdiri di arus jika yen berada pada level seperti sekarang ini," kata Ekonom Senior di Mizuho Research Institute Hidenobu Tokuda, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/10/2016).
 
Namun, lanjutnya, tetap ada kemungkinan Gubernur BoJ mengambil sikap lain dan mengarahkan kebijakan moneternya yang tidak sesuai perkiraan para ekonom. Hal ini bisa saja terjadi seiring dengan keputusan Federal Reserve atau the Fed yang tidak mengubah tingkat suku bunga acuannya.
 
"Tapi ada kemungkinan bahwa BoJ akan menurunkan suku bunga lebih lanjut jika yen naik menjadi sekitar ¥95 per USD dalam kasus Federal Reserve memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga tahun ini," ungkapnya.
 
Beberapa responden lainnya memperkirakan bahwa BoJ akan menerapkan pelonggaran kebijakan pada pertemuan berikutnya. "Ada kemungkinan BoJ akan menurunkan proyeksi harga untuk tahun fiskal berikutnya dan bank diharapkan memudahkan dengan memotong suku bunga jangka pendek," kata Kepala Ekonom Norinchukin Research Institute Takeshi Minami.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan