BoJ menyatakan pada Rabu lalu bahwa bank sentral memiliki tujuan untuk memandu Japanese Goverment Bond (JGB) bertenor 10 tahun dengan imbal hasil mendekati sekitar nol persen. Hal itu dilakukan guna meningkatkan kepemilikan obligasi sebesar 80 triliun yen per tahun.
Meski BoJ mengatakan akan menjaga pembelian bond saat ini, namun banyak investor percaya kerangka kebijakan baru yang diusung bank sentral adalah meningkatkan kepemimpinan dalam pembelian besar-besaran obligasi sampai bank sentral kehabisan kesempatan untuk terus menerus membeli obligasi.
"Mempertimbangkan bahwa hal itu menggeser target imbal hasil, dan BoJ diharapkan dapat mengurangi pembelian obligasi pada laju yang cukup cepat," kata Mantan Anggota Dewan Gubernur BoJ Atsushi Mizuno, seperti dikutip dari Reuters, Senin (26/9/2016).
Pembelian besar-besaran obligasi oleh BoJ telah membantu penurunan imbal hasil obligasi dalam tiga tahun terakhir. Dalam hal ini, pelaku pasar berpikir bahwa imbal hasil JGB dengan tenor 10 tahun akan cenderung turun jauh di bawah target BoJ jika bank sentral tetap mempertahankan kecepatan untuk membeli obligasi itu.
Setelah BoJ mengumumkan sebuah kebijakan, imbal hasil JGB dengan tenor 10 tahun mengalami kenaikan ke level tertinggi secara singkat dalam enam bulan ke 0,005 persen. Namun demikian, kondisi itu tidak bertahan lama karena imbal hasil JGB harus kembali turun ke minus 0,055 persen pada Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News