Namun, dia menekankan bahwa penilaian yang komprehensif terhadap sebuah kebijakan pada akhir bulan ini tidak akan menyebabkan adanya kelonggaran. Hanya saja Kuroda mengakui tingkat kebijakan suku bunga negatif BoJ akan menganggu fungsi intermediasi perbankan dan menyakiti kepercayaan publik di sistem perbankan Jepang.
"Bahkan, dalam kerangka saat ini ada banyak ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut. Dan berbagai macam ide yang ada tidak harus berhenti di meja saja," kata Kuroda, seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/9/2016).
Dalam kerangka yang ada sekarang ini memberikan kombinasi negatif dengan pembelian obligasi pemerintah dan beberapa aset berisiko lainnya. Dalam hal ini, BoJ telah menyerap sepertiga obligasi dari pasar obligasi Jepang dan mendapat kritikan dari perbankan untuk menekan marjin keuntungan yang sudah tipis sekarang ini.
Untuk pertama kalinya, Kuroda secara terbuka mengakui bahwa suku bunga negatif bisa meredam sentimen publik dengan menekan tingkat keuntungan bank dan tingkat imbal hasil investasi di instrumen dana pensiun. Namun, ia menegaskan, kebijakan moneter ini belum mencapai batas dalam artian BoJ memiliki ruang untuk memperdalam kebijakan suku bunga negatif.
"Tidak ada makan siang gratis bagi kebijakan apapun. Yang mengatakan bahwa kita tidak harus pergi ke depan (tambahan pelonggaran kebijakan) selama diperlukan bagi perekonomian Jepang secara keseluruhan," kata Kuroda.
BoJ telah melonggarkan kebijakan pada Juli kemarin dan berjanji untuk melakukan penilaian secara komprehensif terhadap efek program stimulus tersebut pada ulasan penentuan tingkat suku bunga pada bulan ini. Sebagian besar analis memperkirakan BoJ akan memberikan pelonggaran di bulan ini namun pertumbuhan ekonomi harus terhenti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News