Bendera Jepang (REUTERS/Toru Hanai)
Bendera Jepang (REUTERS/Toru Hanai)

Harga Grosir Jepang Turun 2,2% di November

Angga Bratadharma • 13 Desember 2016 08:47
medcom.id, Tokyo: Harga grosir Jepang mengalami penurunan sebanyak 2,2 persen secara tahunan hingga November, data dari Bank of Japan (BoJ) menunjukkan. Adapun penurunan ini perlu diwaspadai dan secepat mungkin harus ada upaya untuk dilakukan perbaikan agar kondisi itu berbalik menguat di masa-masa yan akan datang.
 
Turunnya indeks harga barang korporasi atau Corporate Goods Price Index (CGPI), yang mengukur perusahaan atas harga atau biaya satu sama lain untuk barang dan jasa mereka, membandingkan dengan perkiraan pasar rata-rata untuk penurunan tahunan sebanyak 2,3 persen dan mengikuti 2,7 persen penurunan tahunan di Oktober.
 
Mengutip Reuters, Selasa 13 Desember, secara keseluruhan harga barang akhir -harga produk jadi dibebankan ke usaha- mengalami penurunan sebanyak 2,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan harga barang akhir domestik, yang mengukur indeks harga konsumen, turun 0,8 persen dari tahun sebelumnya.

Baca: Otoritas Jepang Tingkatkan Pengawasan terhadap Penyaluran Kredit Bank
 
Di sisi lain, hasil produksi dari industri di Jepang diperkirakan akan menunjukkan sedikit perubahan atau stabil pada Oktober. Hal itu menunjukkan bahwa permintaan domestik mulai ada kebosanan dan dari faktor eksternal menunjukkan stabilitas produksi mengalami hambatan dalam pemulihannya.
 
Baca: Pesanan Mesin Jepang Meningkat di Oktober
 
Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan Reuters, kepada sejumlah ekonom, menyatakan bahwa produksi industri terlihat cenderung tergelincir sebanyak 0,1 persen pada Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal itu diperkirakan terjadi usai naik 0,6 persen pada September dan tumbuh 1,3 persen pada Agustus.
 
"Dibandingkan dengan tahun lalu dan sekitar awal tahun ini maka tren hasil produksi dari pabrik telah pulih. Tapi, kondisi itu belum kembali ke jalur pemulihan yang stabil karena permintaan domestik melambat dan ada faktor eksternal," kata Senior Market Economist Mizuho Securities Toru Suehiro.
 
Baca: Obligasi Pemerintah Jepang Naik
 
Para pengamat mengatakan produksi di sektor-sektor seperti alat transportasi dan suku cadang elektronik serta perangkat mungkin akan tetap solid, namun ekspor yang melemah mungkin akan merusak sektor-sektor seperti mesin berorientasi bisnis.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan